BREAKING NEWS
Kamis, 30 Juli 2026

MA Gandeng PWI Pusat Susun Pedoman Media Peradilan, Profesionalisme Wartawan Jadi Sorotan

gusWedha - Kamis, 07 Mei 2026 17:10 WIB
MA Gandeng PWI Pusat Susun Pedoman Media Peradilan, Profesionalisme Wartawan Jadi Sorotan
PWI Pusat menerima audiensi dari MA Republik Indonesia untuk membahas penyusunan pedoman pengelolaan media massa dan media sosial di lingkungan peradilan, Kamis (7/5/2026). (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Menurut Agus, ada dua aspek utama yang perlu diperhatikan dalam praktik jurnalistik, yakni kualitas produk pemberitaan dan perilaku wartawan di lapangan.

"Wartawan wajib mematuhi kode etik, menjaga profesionalisme, menghormati narasumber, serta tidak mencari iklan. Hubungan wartawan dan narasumber harus bersifat profesional," kata Agus.

Ia juga mengingatkan agar setiap sengketa pemberitaan diselesaikan melalui mekanisme Dewan Pers, bukan langsung dibawa ke ranah pidana.

"Jika ada keberatan terhadap pemberitaan, langkah pertama adalah menggunakan hak jawab kepada media yang bersangkutan, bukan langsung melapor ke polisi," ujarnya.

Audiensi tersebut diharapkan menjadi langkah awal penyusunan pedoman media massa dan media sosial di lingkungan Mahkamah Agung yang profesional, transparan, serta tetap menjunjung kebebasan pers.*

(dh)

Editor
: Nurul
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kapolri Instruksikan Jajaran Reskrim Ciptakan Rasa Aman dan Tegakkan Keadilan
Rico Waas Dukung Turnamen Futsal SMP Piala Wali Kota Medan 2026, Tekankan Profesionalitas dan Prestasi Pelajar
Hakim Kritik Aksi Penyerangan Andrie Yunus, Dinilai Amatir dan Tak Mencerminkan Kerja Intelijen
Mensos Saifullah Yusuf Akan Temui Pimpinan KPK, Bahas Pengadaan Barang Program Sekolah Rakyat
Kompolnas Ingatkan Polisi Tak Live Streaming Saat Bertugas, Fokus pada Pelayanan dan Profesionalisme
PWI Pusat Finalisasi AD/ART Baru dan Siapkan Transformasi Digital lewat Website hingga Podcast
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru