BPBD Binjai Turunkan Satgas Bersihkan Drainase di Limau Mungkur, Antisipasi Banjir Saat Musim Hujan
BINJAI Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai mengerahkan puluhan personel Satuan Tugas (Satgas) untuk melaksanakan goto
PEMERINTAHAN
BANDA ACEH — Wakaf kembali menjadi perhatian publik di Aceh setelah jamaah haji asal provinsi itu kembali menerima dana bagi hasil pengelolaan Wakaf Habib Bugak Asyi di Makkah.
Tradisi pembagian manfaat wakaf yang telah berlangsung sejak 2006 tersebut dinilai menjadi bukti nyata besarnya potensi wakaf apabila dikelola secara profesional dan produktif.
Hal itu disampaikan Anggota Badan Baitul Mal Aceh (BMA), Fahmi M. Nasir, saat membuka Bimbingan Teknis Baitul Mal Gampong (BMG) se-Aceh di Grand Nanggroe Hotel, Banda Aceh, Rabu, 20 Mei 2026.Baca Juga:
Fahmi mengatakan jamaah haji Aceh tahun ini menerima dana sebesar 11,2 juta riyal atau sekitar Rp52,5 miliar dari hasil pengelolaan Wakaf Habib Bugak Asyi di Arab Saudi.
Setiap jamaah memperoleh 2.000 riyal atau sekitar Rp9,3 juta yang diserahkan langsung oleh salah satu nazir wakaf, Dr. Syaikh Abdul Latif Muhammad Baltu.
"Total bagi hasil yang sudah diberikan selama 11 tahun ini telah melebihi 100 juta riyal atau sekitar Rp469,4 miliar, hampir mencapai setengah triliun rupiah," kata Fahmi.
Menurut dia, keberhasilan pengelolaan Wakaf Habib Bugak Asyi menjadi perhatian banyak pihak, termasuk para pengelola wakaf di Timur Tengah.
Fahmi menyebut Syaikh Baltu kerap mempertanyakan kondisi aset-aset wakaf di Aceh, termasuk sejauh mana aset tersebut telah dikembangkan untuk kepentingan masyarakat.
Ia menilai Aceh memiliki aset wakaf yang jauh lebih besar dibandingkan wakaf masyarakat Aceh di Makkah.
Karena itu, pengelolaan wakaf dinilai perlu diarahkan agar mampu memberi manfaat luas di bidang pendidikan, kesehatan, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat.
"Beliau selalu mengingatkan agar keberhasilan Wakaf Habib Bugak Asyi dijadikan teladan sehingga aset wakaf di Aceh juga dapat produktif dan bermanfaat bagi masyarakat," ujarnya.
Fahmi menjelaskan kesadaran terhadap besarnya potensi wakaf menjadi salah satu alasan Pemerintah Aceh meluncurkan Gerakan Aceh Berwakaf (GAB) pada 16 Maret 2025.
Program tersebut kemudian diperkuat melalui Instruksi Gubernur Aceh tentang Gerakan Aceh Berwakaf yang diterbitkan pada 25 Juli 2025.
Menurut dia, GAB merupakan upaya pemerintah bersama masyarakat untuk mengembalikan peran strategis wakaf dalam pembangunan sosial dan ekonomi umat di Aceh.
"Gerakan Aceh Berwakaf merupakan manifestasi kesadaran pemerintah tentang pentingnya sektor wakaf jika dikelola dengan baik dan produktif," kata Fahmi.
Ia menambahkan, salah satu kunci keberhasilan program tersebut berada pada peran Baitul Mal Gampong sebagai lembaga yang mengelola aset wakaf di tingkat desa.
Keberadaan BMG sendiri diatur dalam Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018 tentang Baitul Mal yang kemudian direvisi melalui Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2021.
Dalam qanun tersebut, BMG diberi tugas mengelola zakat, wakaf, dan harta keagamaan lainnya sesuai prinsip syariat Islam.
Namun, Fahmi mengakui masih banyak gampong di Aceh yang belum membentuk BMG.
Karena itu, Gubernur Aceh melalui Instruksi Gerakan Aceh Berwakaf meminta pemerintah kabupaten dan kota mempercepat pembentukan serta penguatan kelembagaan BMG.
Sementara itu, Pelaksana Harian Kepala Sekretariat BMA, Saifullah, mengatakan bimbingan teknis yang digelar bertujuan meningkatkan kapasitas dan profesionalisme para nazir wakaf di tingkat gampong.
"Hasil yang diharapkan adalah lahirnya nazir yang amanah, profesional, serta mampu mengelola dan memberdayakan aset wakaf secara optimal," ujarnya.
Bimbingan teknis tersebut diikuti perwakilan BMG dari 23 gampong di Aceh dengan total 46 peserta.
Kegiatan diisi penyajian materi, dialog, dan diskusi bersama sejumlah narasumber, di antaranya Kepala Bappeda Aceh, Prof. Al Yasa Abubakar, Shafwan Bendadeh, Damanhur Abbas, serta Prof. Armiadi Musa.*
(ad)
BINJAI Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Binjai mengerahkan puluhan personel Satuan Tugas (Satgas) untuk melaksanakan goto
PEMERINTAHAN
BINJAI Dewan Pimpinan Cabang Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (Depicab SOKSI) Kota Binjai menggelar bakti sosial berupa sun
NASIONAL
MEDAN Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke50 tahun 2026 hadir dengan konsep baru yang lebih modern, nyaman, dan estetik. Mengusung seman
PARIWISATA
JAKARTA Rentetan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terhadap sembilan kepala daerah sepanjan
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI, Muhammad Qodari, angkat bicara terkait sorotan publik terhadap penunjukan sejumla
PEMERINTAHAN
MEDAN Kemacetan parah terjadi di ruas Jalan MedanBerastagi, Sumatera Utara, pada Sabtu (4/7/2026) malam hingga Minggu (5/7/2026) pagi.
PERISTIWA
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menetapkan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 111 Tahun 2025 tentang Kebijakan Umum Pertahanan Negara
NASIONAL
JAKARTA Korban tewas dalam operasi penggerebekan bandar narkoba di Kabupaten Katingan, Kalimantan Tengah, kembali bertambah. Aiptu Sumar
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tim Nasional (Timnas) Indonesia menargetkan penampilan maksimal saat berlaga di kandang maupun tandang pada ajang Piala AFF 2026
OLAHRAGA
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menemukan sebanyak 55 keping logam platinum dengan total berat sekitar 55 kilogram saat melak
HUKUM DAN KRIMINAL