Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
DENPASAR – TNI Angkatan Darat menyatakan kesiapan mendukung pengelolaan sampah berbasis energi terbarukan di Provinsi Bali melalui pengembangan teknologi Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) dan metode pirolisis.
Komitmen itu disampaikan dalam kunjungan kerja Kepala Staf Angkatan Darat (KASAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak di Denpasar, Jumat, 22 Mei 2026.
Kunjungan tersebut turut didampingi Pangdam IX/Udayana Mayjen TNI Piek Budyakto dan dihadiri Gubernur Bali I Wayan Koster, jajaran pemerintah daerah, serta pejabat kementerian terkait.
Baca Juga:
Rombongan menggelar rapat koordinasi dan peninjauan lokasi calon proyek PSEL di Rumah Jabatan Gubernur Bali, Jaya Sabha.
Dalam pertemuan itu, pemerintah daerah memaparkan kondisi darurat pengelolaan sampah di Bali yang terus meningkat seiring pertumbuhan sektor pariwisata.
Proyek PSEL yang tengah dikembangkan ditargetkan mulai beroperasi pada Desember 2027 sebagai solusi jangka panjang.
Gubernur Bali I Wayan Koster menegaskan pentingnya transparansi dan keterlibatan masyarakat dalam proyek tersebut.
Ia menyebut pengelolaan sampah berbasis sumber tetap menjadi prioritas utama sebelum masuk ke tahap pengolahan energi.
"Saya menegaskan bahwa pembangunan PSEL harus dilakukan secara transparan, akuntabel, dan melibatkan partisipasi masyarakat," ujar Koster.
Sementara itu, KASAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyampaikan bahwa TNI AD siap mendukung percepatan pengelolaan sampah melalui teknologi pirolisis yang dinilai lebih efisien dan ramah lingkungan.
Ia menyebut metode tersebut tidak membutuhkan subsidi pemerintah, dapat beroperasi cepat, serta berpotensi menghasilkan energi terbarukan dari hasil pengolahan sampah.
TNI AD juga membuka peluang dukungan dalam sistem pengumpulan dan pengelolaan sampah di daerah.
Dalam paparannya, KASAD juga menyampaikan sejumlah kebutuhan pendukung, termasuk penyediaan lahan, dukungan administrasi, serta kerja sama jangka panjang dalam pengelolaan fasilitas.
Di sisi lain, perwakilan Kementerian Koordinator Bidang Pangan RI menekankan pentingnya pengelolaan sampah berbasis sumber sesuai regulasi daerah, termasuk pemilahan sampah organik dan anorganik dari tingkat rumah tangga.
Bali saat ini juga menjadi salah satu lokasi pilot project nasional pengelolaan sampah berbasis teknologi bersama beberapa kota besar lainnya di Indonesia.
Program tersebut diharapkan dapat mengurangi beban Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung sekaligus memperkuat ketahanan energi berbasis lingkungan.*
(ad)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.