BREAKING NEWS
Selasa, 02 Juni 2026

Terungkap! 4 Pelaku Pemalsuan Riset Diduga Kejar Travel Grant ke Luar Negeri

Nurul - Selasa, 02 Juni 2026 17:40 WIB
Terungkap! 4 Pelaku Pemalsuan Riset Diduga Kejar Travel Grant ke Luar Negeri
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto. (Foto: Dokumen Kemendikti Saintek)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendikti Saintek) Brian Yuliarto mengungkap motif di balik kasus dugaan pemalsuan riset yang melibatkan empat alumni perguruan tinggi. Para terduga pelaku diduga memanfaatkan hasil riset palsu untuk memperoleh fasilitas travel grant atau perjalanan ke luar negeri yang disediakan dalam konferensi internasional berbasis penelitian.

Brian menyebut keempat terduga pelaku merupakan lulusan sarjana Universitas Negeri Yogyakarta (UNY). Pihak kampus, kata dia, telah berkoordinasi dengan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi untuk mendalami kasus tersebut.

"UNY sudah berkoordinasi dengan kami dan telah memanggil empat terduga pelaku untuk dimintai keterangan. Dugaan sementara menunjukkan motif mereka adalah memanfaatkan travel grant ke luar negeri. Namun tindakan tersebut sangat bermasalah dari sisi etika dan integritas akademik," ujar Brian usai rapat kerja bersama Komisi X DPR RI di Senayan, Jakarta, Selasa (2/6/2026).

Baca Juga:

Menurut Brian, kasus tersebut berpotensi mencoreng reputasi dunia penelitian Indonesia di tingkat internasional. Ia menilai tindakan segelintir oknum tidak boleh digeneralisasi kepada seluruh peneliti Indonesia yang selama ini bekerja secara profesional dan menjunjung tinggi integritas ilmiah.

"Kami berharap masyarakat tidak langsung menggeneralisasi. Banyak peneliti Indonesia yang bekerja keras dan menghasilkan karya ilmiah berkualitas. Namun kasus ini tentu menjadi perhatian serius karena dapat memengaruhi kredibilitas riset nasional," katanya.

Kementerian juga masih mengumpulkan berbagai bukti dan informasi tambahan terkait dugaan pelanggaran tersebut. Karena para terduga bukan berstatus dosen aktif di perguruan tinggi, proses penanganan tidak dapat dilakukan melalui mekanisme sidang etik kampus yang biasa diterapkan kepada tenaga akademik.

Brian memastikan pihaknya akan terus menelusuri kasus tersebut guna memberikan efek jera. Pemerintah juga membuka ruang bagi masyarakat yang memiliki informasi tambahan untuk membantu proses pendalaman kasus.

"Kami ingin ada tindak lanjut yang jelas agar tidak muncul anggapan bahwa pelanggaran seperti ini tidak memiliki konsekuensi. Kasus ini menyangkut kredibilitas bangsa dan dunia akademik Indonesia," tegasnya.

Dalam rapat kerja dengan Komisi X DPR, Brian kembali menegaskan bahwa jumlah terduga pelaku yang terlibat sebanyak empat orang. Seluruhnya merupakan alumni program sarjana UNY, sementara jenjang pendidikan pascasarjana mereka berasal dari berbagai perguruan tinggi berbeda.

Kasus dugaan pemalsuan riset ini menjadi sorotan karena dinilai dapat merusak kepercayaan komunitas ilmiah internasional terhadap kualitas penelitian dari Indonesia. Pemerintah pun berkomitmen memperkuat pengawasan serta penegakan etika akademik guna mencegah kasus serupa terulang di masa mendatang.*

(d/dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru