BREAKING NEWS
Kamis, 04 Juni 2026

SBY: UMKM Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global

Johan - Kamis, 04 Juni 2026 16:01 WIB
SBY: UMKM Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Ketidakpastian Global
Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono usai menghadiri acara The 2026 Asia Grassroots Forum Hosted by Amartha di Jakarta, Kamis (4/6/2026). (Foto: Prima Gumilang/infobanknews)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Presiden ke-6 Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menegaskan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi nasional di tengah meningkatnya ketidakpastian global.

Menurut SBY, dunia saat ini sedang menghadapi berbagai tantangan yang kompleks, mulai dari rivalitas geopolitik, konflik di berbagai kawasan, hingga perubahan rantai pasok global yang memengaruhi stabilitas ekonomi banyak negara.

Dalam pidatonya pada The 2026 Asia Grassroots Forum by Amartha di Jakarta, Kamis (4/6/2026), SBY mengatakan Indonesia dan negara-negara ASEAN memiliki kekuatan besar yang dapat menjadi penopang ekonomi kawasan, yakni jutaan pelaku UMKM yang tersebar di berbagai sektor usaha.

Baca Juga:

"Ketika guncangan global terjadi, sistem bisa melemah, investasi menjadi lebih berhati-hati, dan pasar internasional berfluktuasi. Namun komunitas akar rumput tetap beradaptasi, bertahan, dan bangkit kembali," ujar SBY.

Ia menilai pemberdayaan UMKM tidak hanya menjadi agenda sosial semata, melainkan bagian penting dari strategi pembangunan ekonomi jangka panjang.

SBY menjelaskan UMKM berkontribusi besar dalam menjaga aktivitas ekonomi masyarakat sehari-hari, mulai dari sektor perdagangan, manufaktur skala kecil, pertanian, perikanan, logistik hingga usaha berbasis teknologi digital.

Menurutnya, negara yang mampu memperkuat kewirausahaan dan mendorong pertumbuhan UMKM akan memiliki ketahanan ekonomi yang lebih baik, partisipasi ekonomi yang lebih luas, serta stabilitas sosial yang lebih kuat.

SBY juga mengingatkan pentingnya belajar dari berbagai krisis yang pernah dihadapi Indonesia, seperti krisis ekonomi Asia 1997-1998, bencana tsunami Aceh 2004, hingga krisis keuangan global 2008.

Dari berbagai pengalaman tersebut, ia menilai masyarakat yang tetap aktif secara ekonomi dan memiliki harapan terhadap masa depan menjadi faktor utama yang membantu negara bertahan menghadapi tekanan.

Selain UMKM, SBY menyoroti perkembangan teknologi digital yang dinilai membuka peluang besar bagi pelaku usaha kecil untuk mengakses pasar yang lebih luas, memperoleh pembiayaan, serta mengembangkan bisnis secara berkelanjutan.

Meski demikian, ia mengingatkan transformasi digital harus dibarengi dengan perluasan akses yang merata agar manfaat teknologi tidak hanya dinikmati oleh kelompok tertentu.

"Teknologi harus menjadi alat untuk memperluas inklusi ekonomi, bukan justru memperlebar kesenjangan," tegasnya.

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Rico Waas Gandeng Kemenkeu Perkuat Ekonomi Medan, UMKM dan Belawan Jadi Fokus Pengembangan
UMKM Wajib Tahu! KUR BNI 2026 Pinjaman Rp100 Juta, Cicilan Mulai Rp1,9 Juta
Mualem Sambut Silaturahmi Pimpinan MPU Aceh, Bahas MTQ Nasional hingga Tambang Ilegal
KUR BRI 2026 Jadi Andalan UMKM! Ini Simulasi Cicilan Pinjaman Rp100 Juta, Cicilan Mulai Rp2,1 Juta per Bulan
Pemerintah Dorong Pemulihan UMKM Terdampak Bencana di Sumatera, Akses KUR dan Relaksasi Kredit Diperluas
PRSU 2026 Kembali Digelar, Target 300 Ribu Pengunjung dan Perputaran Ekonomi Miliaran Rupiah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Vietnam Gilas Myanmar 5-0

Vietnam Gilas Myanmar 5-0

MEDAN Tim Nasional Vietnam memperbesar kemenangan dengan menggilas Myanmar 50 pada babak kedua pertandingan Piala AFF U19 tahun 2026 di

OLAHRAGA