Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Para sarjana hukum muda harus mampu membaca perubahan sosial, memahami perkembangan teknologi, menangani persoalan hukum lintas batas, serta tetap memiliki kepekaan terhadap nilai-nilai keadilan," katanya.
Yusril menilai tantangan terbesar saat ini bukanlah kekurangan aturan hukum, melainkan semakin banyaknya regulasi yang tidak selalu diikuti dengan peningkatan kualitas keadilan bagi masyarakat.
Karena itu, ia menegaskan pentingnya membangun hukum yang tidak hanya kuat secara kelembagaan, tetapi juga dipercaya publik, berintegritas, bijaksana, dan mampu menghadirkan keadilan yang nyata.
Konferensi Tahunan Ke-23 ASLI sendiri mempertemukan akademisi, praktisi, peneliti, serta pemangku kepentingan bidang hukum dari berbagai negara di Asia guna membahas masa depan hukum kawasan di tengah dinamika global yang terus berkembang.*
(an/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.