BREAKING NEWS
Senin, 22 Juni 2026

Pertamina EP Tarakan Goes to School, Bekali Pelajar Keterampilan Hadapi Kondisi Darurat

gusWedha - Senin, 22 Juni 2026 19:54 WIB
Pertamina EP Tarakan Goes to School, Bekali Pelajar Keterampilan Hadapi Kondisi Darurat
PEP Tarakan bekerja sama dengan Dinas PMK Kota Tarakan memberikan pelatihan penggunaan fire blanket dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada siswa SMP Negeri 2 Tarakan, Rabu (17/6/2026). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TARAKAN – Kesadaran terhadap bahaya kebakaran dan penanganan kondisi darurat kini mulai diperkenalkan sejak bangku sekolah.

PT Pertamina EP (PEP) Tarakan Field menggelar program edukasi keselamatan melalui kegiatan PEP Tarakan Goes to School yang melibatkan pelajar dan tenaga pendidik.

Dalam kegiatan tersebut, PEP Tarakan bekerja sama dengan Dinas Pemadam Kebakaran (PMK) Kota Tarakan untuk memberikan pelatihan penggunaan fire blanket dan Alat Pemadam Api Ringan (APAR) kepada siswa SMP Negeri 2 Tarakan, Rabu (17/6/2026).

Baca Juga:

Berbeda dari sosialisasi biasa, para siswa tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga langsung melakukan praktik penanganan kebakaran kecil.

Mereka diperkenalkan pada potensi risiko kebakaran di lingkungan sekolah maupun rumah serta langkah awal yang harus dilakukan sebelum petugas datang.

Program ini disebut sebagai bagian dari upaya membangun literasi keselamatan sejak dini dan membentuk generasi muda yang tanggap terhadap situasi darurat.

Manager PEP Tarakan Field, Cahyo Tri Mulyanto, mengatakan bahwa edukasi keselamatan merupakan investasi jangka panjang yang penting bagi masyarakat.

"Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan kesadaran bahwa tindakan cepat dan tepat saat keadaan darurat dapat meminimalkan risiko yang lebih besar. Harapannya para siswa dapat menjadi agen keselamatan di lingkungan keluarga maupun masyarakat," ujar Cahyo.

Ia menambahkan bahwa pemahaman dasar penggunaan APAR dan fire blanket menjadi keterampilan penting yang perlu dimiliki sejak dini agar masyarakat tidak panik saat menghadapi kebakaran.

Dinas Pemadam Kebakaran Kota Tarakan juga mengapresiasi kegiatan tersebut.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Kota Tarakan, Eko Supriyatnoko, menilai edukasi seperti ini penting untuk membangun kesiapsiagaan masyarakat.

Menurutnya, banyak kejadian kebakaran yang justru diperparah oleh kepanikan dan kurangnya pengetahuan dasar penanganan awal.

"Pencegahan dan kesiapsiagaan harus dimulai dari pendidikan. Ketika siswa memahami prosedur keselamatan sejak dini, mereka akan lebih siap mengambil langkah yang benar dan membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman," kata Eko.

Sementara itu, Head of Communication Relations & CID Zona 10, Elis Fauziyah, menyebut kegiatan ini merupakan bagian dari program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Ia menegaskan bahwa keselamatan tidak hanya menjadi perhatian di sektor industri migas, tetapi juga penting bagi masyarakat luas.

"Kami ingin menghadirkan nilai tambah bagi masyarakat melalui edukasi yang aplikatif. Keselamatan harus menjadi budaya bersama, baik di lingkungan sekolah, keluarga, maupun masyarakat luas," ujarnya.

Melalui program ini, PEP Tarakan Field berharap dapat memperkuat budaya keselamatan sejak dini sekaligus mendukung terciptanya masyarakat yang lebih tangguh dan siap menghadapi risiko darurat di masa depan.*(ad)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Api Melalap Pendopo Rumah Adat Batak di Tugu Sisingamangaraja XII Medan, Penyebab Masih Misterius
Bupati Batu Bara Ajak Masyarakat Rawat Demokrasi Melalui Dialog dan Partisipasi Aktif
Kebakaran Pabrik Mainan di Medan Johor, 11 KK Terdampak dan Dievakuasi
Pabrik Plastik di Medan Johor Dilalap Api, Dentuman Keras Bikin Warga Panik
Penyebab 4 Kapal Ikan Terbakar di Belawan Terungkap, Diduga Korsleting Saat Perbaikan Mesin, Kerugian Rp10 Miliar
LPG 3 Kg Langka, Pemko Tanjungbalai Minta Pertamina Tindak Pangkalan Nakal
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru