Edarkan 142 Vape Etomidate di Bireuen, Bripda RF Dipecat Tidak Hormat dari Polri
BANDA ACEH Polda Aceh menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap Bripda RF, 31 tahun, yang terbukti terlibat d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA– Keberhasilan Indonesia membebaskan kapal niaga MV Sinar Kudus dari tangan perompak Somalia pada 2011 dinilai menjadi tonggak penting dalam perkembangan strategi maritim nasional. Operasi yang berlangsung ribuan kilometer dari Tanah Air itu disebut tidak hanya berhasil menyelamatkan sandera, tetapi juga membuktikan kemampuan Indonesia memadukan kekuatan militer, diplomasi, hukum internasional, dan kepentingan nasional dalam satu misi terpadu.
Hal tersebut diungkapkan Brigjen TNI Marinir Dr. Freddy J.H. Pardosi, S.E., S.H., M.M. dalam disertasinya pada Program Doktor Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (Unpad).
Melalui disertasi berjudul *Strategi Pertempuran Jarak Jauh Angkatan Laut dalam Operasi Militer Selain Perang (OMSP): Studi tentang Operasi Pembebasan MV Sinar Kudus oleh Tentara Nasional Indonesia*, Pardosi mengkaji keberhasilan operasi tersebut sebagai representasi kemampuan Indonesia memproyeksikan kekuatan maritim di kawasan internasional.Baca Juga:
"Operasi MV Sinar Kudus menunjukkan bahwa Indonesia mampu memproyeksikan kekuatan maritim jauh di luar kawasan strategisnya. Ini bukan hanya operasi penyelamatan sandera, tetapi juga bukti kehadiran negara dalam melindungi kepentingan nasional di ruang maritim internasional," ujar Freddy, Jumat (26/6/2026).
Menurutnya, selama ini kajian mengenai operasi laut jarak jauh lebih banyak menyoroti negara-negara dengan armada laut berskala global seperti Amerika Serikat, Inggris, maupun negara-negara NATO. Padahal, Indonesia sebagai negara kepulauan terbesar di dunia juga memiliki kepentingan besar dalam menjaga keamanan jalur pelayaran internasional.
Freddy menjelaskan, pembajakan MV Sinar Kudus di Laut Arab saat itu dilakukan oleh kelompok perompak Somalia yang memanfaatkan lemahnya pengawasan di wilayah pesisir Afrika Timur. Ancaman tersebut dinilai berbeda dengan konflik militer konvensional karena melibatkan aktor non-negara yang beroperasi di kawasan dengan kompleksitas hukum internasional.
Karena itu, pemerintah memilih pendekatan Operasi Militer Selain Perang (OMSP) dengan mengedepankan perpaduan kekuatan militer, diplomasi, intelijen, komunikasi strategis, dan aspek kemanusiaan.
Dalam penelitiannya, Freddy menyebut keberhasilan operasi ditentukan oleh kemampuan Indonesia mengelola tiga dimensi utama, yakni waktu, ruang, dan kekuatan.
Pada aspek waktu, pemerintah dinilai mampu mengambil keputusan secara cepat dengan mengirim unsur TNI Angkatan Laut ke Laut Arab tanpa kehilangan kendali atas perkembangan situasi.
Sementara dari sisi ruang operasi, Indonesia berhasil mengatasi tantangan logistik, sistem komando, hingga koordinasi lintas kementerian meski operasi berlangsung ribuan kilometer dari pangkalan utama TNI AL.
Pengalaman tersebut dinilai menjadi bukti bahwa Indonesia mulai memiliki kapasitas ekspedisi maritim yang selama ini identik dengan konsep *blue water navy*, yakni kemampuan mengoperasikan kekuatan laut secara berkelanjutan di wilayah yang jauh dari pangkalan nasional.
Sedangkan pada dimensi kekuatan, seluruh unsur operasi dijalankan secara terukur. Kapal perang, pasukan khusus, dukungan intelijen, hingga proses negosiasi dilakukan secara bersamaan sesuai tujuan politik pemerintah.
"Kekuatan tidak digunakan secara berlebihan. Seluruh instrumen diarahkan pada tujuan utama, yakni menyelamatkan warga negara sekaligus menjaga kepentingan nasional tanpa menciptakan eskalasi yang tidak diperlukan," jelasnya.
Freddy juga menilai diplomasi menjadi salah satu faktor penentu keberhasilan operasi. Saat itu, kawasan Laut Arab telah dipenuhi armada berbagai negara yang terlibat dalam operasi internasional pemberantasan pembajakan sehingga setiap langkah militer Indonesia harus dilakukan secara hati-hati agar tidak memunculkan persoalan diplomatik maupun sengketa hukum internasional.
Selain itu, pemerintah juga dinilai berhasil menjaga legitimasi politik di dalam negeri melalui koordinasi yang baik antara TNI dan berbagai lembaga negara, sekaligus mengelola opini publik terkait operasi penyelamatan tersebut.
Menurut Freddy, keberhasilan pembebasan MV Sinar Kudus membuktikan bahwa operasi militer modern tidak lagi hanya bergantung pada besarnya kekuatan tempur atau kecanggihan teknologi, melainkan juga kemampuan mengintegrasikan strategi militer dengan diplomasi, hukum internasional, komunikasi strategis, serta kepentingan nasional.
"MV Sinar Kudus bukan sekadar kisah sukses penyelamatan sandera. Operasi ini menjadi bukti bahwa Indonesia mampu memadukan kekuatan militer, diplomasi, hukum internasional, dan komunikasi strategis dalam menghadapi tantangan keamanan maritim abad ke-21," pungkasnya.* (dh)
BANDA ACEH Polda Aceh menjatuhkan sanksi pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) terhadap Bripda RF, 31 tahun, yang terbukti terlibat d
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah akan mulai menguji coba penggunaan tabung Compressed Natural Gas (CNG) 3 kilogram (kg) sebagai alternatif Liquefied P
EKONOMI
BINJAI Pemerintah Kota Binjai mulai mengambil langkah administratif terhadap SS, seorang bidan aparatur sipil negara (ASN) yang ditetapk
HUKUM DAN KRIMINAL
BANDUNG TNI Angkatan Darat (AD) menyampaikan duka cita atas meninggalnya anggota Polrestabes Bandung, Aiptu Asep Suhara, dalam kecelakaa
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Sidang banding perkara dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook yang menjerat mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan,
HUKUM DAN KRIMINAL
PIDIE Tujuh warga meninggal dunia setelah mobil bak terbuka yang mereka tumpangi tertimpa pohon besar di jalan nasional Banda AcehMedan
PERISTIWA
PEMATANGSIANTAR Polisi mengungkap dugaan peredaran narkoba di lingkungan Universitas Simalungun (USI), Kota Pematangsiantar, Sumatera Ut
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Sejumlah wilayah di Kota Medan, Sumatera Utara, dijadwalkan mengalami pemadaman listrik sementara pada Rabu, 12 Agustus 2026. Pema
PERISTIWA
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menegaskan Pemerintah Kota Tanjungbalai tidak melarang masyarakat berjualan dan me
PEMERINTAHAN
TANJUNGBALAI Wali Kota Tanjungbalai Mahyaruddin Salim menerima kunjungan Ahmad Faris Hidayah Marpaung, mahasiswa berprestasi asal Tanjun
PEMERINTAHAN