BREAKING NEWS
Kamis, 02 Juli 2026

60 Hunian Tetap di Tanah Datar Rampung Dibangun, Harapan Baru bagi Penyintas Bencana

Raman Krisna - Rabu, 01 Juli 2026 07:21 WIB
60 Hunian Tetap di Tanah Datar Rampung Dibangun, Harapan Baru bagi Penyintas Bencana
Hunian tetap (huntap) telah selesai dibangun dan sudah ditempati masyarakat Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat. (foto: Dok. Satgas PRR)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

TANAH DATARPembangunan hunian tetap (huntap) menjadi salah satu fokus utama Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera dalam fase pemulihan permanen.

Program ini tidak hanya menghadirkan tempat tinggal yang layak, tetapi juga memberikan kepastian bagi warga untuk kembali menjalani kehidupan setelah terdampak bencana.

Di Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, percepatan pembangunan huntap mulai menunjukkan hasil.

Baca Juga:

Hingga saat ini, sebanyak 60 unit hunian tetap telah selesai dibangun dan sudah ditempati masyarakat.

Sementara itu, pembangunan kawasan huntap terpadu di Nagari Rambatan juga terus dikebut.

Kawasan tersebut akan menambah 79 unit hunian tetap yang ditargetkan selesai dalam waktu sekitar dua bulan.

Bagi para penyintas, rumah baru yang mereka tempati bukan sekadar bangunan.

Huntap menjadi simbol harapan sekaligus awal kehidupan baru setelah kehilangan tempat tinggal akibat banjir bandang dan bencana hidrometeorologi yang melanda wilayah tersebut.

"Rumah ini nyaman, fasilitas juga sudah lengkap. Kami merasa terbantu karena setelah bencana akhirnya memiliki tempat tinggal yang lebih aman," ujar salah seorang penyintas, Dedi Burzal, saat ditemui, Senin (29/6/2026).

Selain membangun hunian tetap, pemerintah juga mempercepat pemulihan berbagai infrastruktur yang menjadi penopang aktivitas masyarakat.

Hingga 2026, pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp897 miliar untuk mendukung rehabilitasi di Kabupaten Tanah Datar.

Dana tersebut digunakan untuk memperbaiki jalan, jaringan irigasi, saluran air, sarana pendukung, serta berbagai infrastruktur dasar yang rusak akibat bencana.

Pemulihan sektor pertanian juga menjadi perhatian pemerintah.

Sebesar Rp52 miliar dialokasikan untuk rehabilitasi lahan pertanian melalui optimalisasi lahan, rehabilitasi jaringan irigasi perpipaan maupun nonperpipaan, serta pengembangan lahan nonrawa.

Program tersebut diharapkan mampu mengembalikan produktivitas pertanian sekaligus menjaga ketahanan pangan masyarakat.

Di sisi lain, pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tanah Datar mengalokasikan sekitar Rp112 miliar untuk membangun dua jembatan di kawasan Singgalang dan Tanjung Alam.

Anggaran tersebut juga digunakan untuk memperbaiki rumah warga yang mengalami kerusakan berat, sedang, maupun ringan akibat bencana.


Pemerintah juga menargetkan akses jalan nasional di kawasan Lembah Anai dapat kembali berfungsi penuh pada akhir Juli 2026.

Beroperasinya jalur tersebut diharapkan memperlancar mobilitas masyarakat dan distribusi logistik.

Sebagai langkah mengurangi risiko bencana pada masa mendatang, pembangunan sabo dam terus dipercepat.

Dari sepuluh unit yang direncanakan, dua unit telah selesai dibangun, sementara delapan unit lainnya masih dalam tahap pengerjaan.

Keberadaan sabo dam diharapkan mampu mengurangi potensi banjir bandang serta aliran material ketika curah hujan tinggi.

Bupati Tanah Datar, Eka Putra, mengatakan pemerintah daerah terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah pusat agar seluruh program rehabilitasi dan rekonstruksi berjalan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Pemerintah terus berupaya mempercepat pemulihan pascabencana. Mulai dari pembangunan huntap, perbaikan infrastruktur, pemulihan ekonomi masyarakat, hingga pembangunan infrastruktur pengendali bencana. Semua dilakukan agar masyarakat bisa kembali beraktivitas dengan aman dan nyaman," ujarnya.* (ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Rabu 1 Juli 2026: Sebagian Besar Wilayah Hujan Ringan
Stok Beras RI Cetak Rekor Baru, Bapanas Optimistis Indonesia Jadi Lumbung Pangan Dunia
Surat Pengaduan Tanah Belum Direspons, Warga Deli Serdang Minta Gubernur Sumut Segera Bertindak
Berawal dari Warung Kopi, TAA Cang Panah Sumut Kini Jadi Penggerak Sosial dan Pelestari Budaya
Bobby Nasution Luncurkan Berkah APP, Dorong Pelayanan Publik Sumut Lebih Cepat dan Transparan
Mahasiswa Abdya: Kritik Pemerintah Harus Berbasis Data, Jangan Bangun Stigma "Ugal-Ugalan"
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru