PRSU 2026 Hadirkan Paspor Mini Berhadiah, Pengunjung Diajak Jelajah 33 Daerah Sumatera Utara
MEDAN Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pengunjung. Bukan hanya melihat pameran produk unggul
PARIWISATA
JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI Fraksi NasDem, Ujang Bey, mengaku prihatin atas dugaan gratifikasi yang menjerat Bupati Langkat nonaktif Syah Afandin atau Ondim. Kasus tersebut dinilai mencoreng dunia pendidikan karena salah satu dugaan gratifikasi berasal dari proyek pengadaan seragam sekolah dasar (SD).
Ujang Bey menilai sektor pendidikan seharusnya menjadi prioritas pemerintah daerah untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, bukan justru dijadikan ladang mencari keuntungan pribadi melalui praktik korupsi.
"Saya melihatnya cukup miris dan prihatin. Pendidikan sejatinya merupakan ujung tombak peradaban dan menjadi kunci utama dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat," ujar Ujang Bey kepada wartawan, Selasa (7/7/2026).Baca Juga:
Menurutnya, kepala daerah semestinya memberikan perhatian penuh terhadap pembangunan sektor pendidikan. Ia menegaskan kebijakan pendidikan harus diarahkan untuk meningkatkan mutu layanan, bukan dimanfaatkan sebagai sumber proyek yang berpotensi melanggar hukum.
"Sudah seharusnya pemerintah daerah memberikan perhatian serius terhadap dunia pendidikan, bukan justru menjadikannya sebagai ajang mencari keuntungan dari proyek-proyek pemerintah," tegasnya.
Diketahui, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah menetapkan Syah Afandin sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap dan gratifikasi. Dalam perkara tersebut, Ondim diduga menerima gratifikasi senilai Rp3,5 miliar dari berbagai sumber.
Kasus ini bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK yang dilakukan pada Rabu (1/7/2026). Setelah menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih KPK, Syah Afandin resmi ditetapkan sebagai tersangka.
KPK menduga Syah Afandin menerima suap dari pihak swasta bernama Yaqub Abdhal Al Mu'arif yang merupakan tim suksesnya pada Pilkada 2024. Setelah Syah Afandin terpilih sebagai bupati, Yaqub diduga memperoleh sejumlah proyek pemerintah di Kabupaten Langkat.
Proyek tersebut meliputi pekerjaan di Dinas Pendidikan senilai Rp9,5 miliar, termasuk pengadaan seragam sekolah dasar, serta proyek di Dinas Permukiman Kabupaten Langkat senilai Rp748 juta.
Penyidik KPK menduga Syah Afandin meminta komitmen fee sebesar 10 persen dari proyek yang dikerjakan Yaqub. Dari nilai tersebut, KPK menduga tersangka telah menerima sekitar Rp800 juta hingga April 2026. Sementara pada Juni 2026, Syah Afandin kembali meminta Rp300 juta, namun diduga hanya menerima Rp100 juta dari pihak pemberi.* (d/dh)
MEDAN Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) 2026 menghadirkan pengalaman berbeda bagi para pengunjung. Bukan hanya melihat pameran produk unggul
PARIWISATA
MUARA SABAK Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Tanjung Jabung Timur bersama Pemerintah Kecamatan Kuala Jambi menyalurkan bantuan
NASIONAL
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan mantan Perdana Menteri Inggris Tony Blair di kediamannya kawasan Kertanega
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang bersama jajaran pimpinan BGN mendatangi Gedung Merah Putih Komisi Pemberant
NASIONAL
MEDAN Meski pemerintah sudah melarang promosi rokok, namun di Paviliun Pemko Pematangsiantar Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) ke 50 tahu
EKONOMI
JAKARTA Rencana ekspor listrik Indonesia ke Singapura masih dalam tahap pembahasan. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil La
EKONOMI
JAKARTA Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri India Shri Narendra Modi di Istana Merdeka, Jakarta Pusa
NASIONAL
SEATTLE Persaingan Piala Dunia 2026 semakin mengerucut. Enam negara telah memastikan tiket ke babak perempat final setelah melewati laga 16
OLAHRAGA
SEATTLE Belgia memastikan langkahnya ke babak perempat final Piala Dunia 2026 setelah tampil dominan saat menghadapi Amerika Serikat. The R
OLAHRAGA
JAKARTA Pemerintah memastikan tarif listrik tidak mengalami kenaikan pada periode triwulan III 2026 meski berdasarkan sejumlah indikator e
EKONOMI