Ketika Sirkular Ekonomi, QRIS dan Dana Murah Bertemu Dalam Satu Skema
Oleh Agus SantosoKREDIT Mikro 8 dan Tantangan Membangun Ekosistem Pembiayaan InklusifTerbitnya PerMenKo No. 7 Tahun 2026 tentang Kredit Pe
OPINI
MEDAN - Anggota Komisi E DPRD Sumatera Utara, Hendra Cipta, meminta penyelenggara Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) meninjau kembali kebijakan harga tiket masuk yang dinilai masih terlalu tinggi.
Menurutnya, tarif tersebut berpotensi mengurangi minat masyarakat untuk berkunjung sehingga tujuan PRSU sebagai ajang promosi pembangunan dan potensi daerah tidak tercapai secara maksimal.
Pada penyelenggaraan tahun ini, harga tiket masuk PRSU ditetapkan sebesar Rp35.000 pada hari biasa dan Rp75.000 pada akhir pekan.Baca Juga:
Hendra mengatakan, sejak awal PRSU hadir sebagai pesta rakyat yang menjadi wadah untuk memperkenalkan berbagai potensi Sumatera Utara, mulai dari pembangunan, sektor industri, usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM), kebudayaan hingga pariwisata.
Karena itu, menurut dia, masyarakat seharusnya dapat mengakses kegiatan tersebut dengan biaya yang terjangkau.
"Sebenarnya kita berharap target PRSU ini adalah menjadi pesta rakyat, meningkatkan antusiasme masyarakat untuk melihat potensi pembangunan di seluruh kabupaten dan kota, pembangunan industri, sektor swasta, serta berbagai potensi yang ada di Sumatera Utara. Karena itu, jangan sampai masyarakat justru terbebani dengan harga tiket yang tidak terjangkau. Ini harus menjadi bahan pertimbangan bagi penyelenggara PRSU," kata Hendra, Selasa (7/7/2026).
Ia menegaskan, PRSU bukan sekadar arena hiburan, tetapi juga menjadi etalase pembangunan Sumatera Utara yang menampilkan berbagai capaian pembangunan, kekayaan budaya, potensi ekonomi, hingga produk unggulan dari seluruh kabupaten dan kota.
Menurut Hendra, semakin banyak masyarakat yang datang, maka manfaat penyelenggaraan PRSU juga akan semakin besar.
Ia menilai harga tiket yang terlalu tinggi justru dapat menghambat target jumlah pengunjung yang ingin dicapai oleh penyelenggara.
"Kalau terlalu mahal, saya khawatir target pengunjung yang ingin dicapai tidak akan terpenuhi. PRSU ini kan ingin menarik ratusan ribu masyarakat untuk datang. Kalau masyarakat merasa keberatan, tentu itu akan memengaruhi jumlah pengunjung. Kalau masih memungkinkan, sebaiknya tarif tiket ini dipertimbangkan kembali," ujarnya.
Hendra juga menyoroti kondisi ekonomi masyarakat yang dinilainya masih memerlukan perhatian.
Menurut dia, tarif masuk sebesar Rp35.000 hingga Rp75.000 cukup memberatkan, terutama bagi pengunjung yang datang bersama keluarga.
Ia menjelaskan, sebagian besar masyarakat datang ke PRSU bersama pasangan, anak-anak, maupun keluarga besar sehingga biaya tiket yang harus dikeluarkan menjadi cukup besar sebelum menikmati berbagai wahana atau membeli produk di dalam area pameran.
"Kalau Rp35 ribu sampai Rp75 ribu, menurut saya masih terlalu tinggi. Rata-rata masyarakat datang ke PRSU membawa keluarga. Ada yang datang berlima, bahkan bisa sampai sepuluh orang. Itu tentu menjadi beban tersendiri bagi masyarakat. Jarang ada yang datang sendirian, biasanya bersama istri, anak-anak, atau keluarga besar. Karena itu, kami berharap harga tiket bisa lebih terjangkau," katanya.
Sebagai anggota DPRD Sumatera Utara, Hendra memastikan pihaknya akan mendorong penyelenggara melakukan evaluasi terhadap kebijakan tarif tersebut.
Ia berharap pengelola PRSU bersama Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dapat mempertimbangkan kembali besaran harga tiket agar lebih sesuai dengan kemampuan masyarakat.
"Yang pasti kami meminta agar harga tiket masuk disesuaikan dengan kemampuan masyarakat. Harapan kita, semakin banyak masyarakat yang hadir ke PRSU sehingga seluruh potensi yang ditampilkan di arena PRSU dapat dinikmati secara maksimal. Karena itu, kami meminta agar tarif masuk bisa ditinjau ulang menjadi lebih terjangkau bagi masyarakat," tegasnya.
Hendra berharap usulan tersebut menjadi perhatian penyelenggara.
Menurut dia, keberhasilan PRSU tidak hanya diukur dari pendapatan penjualan tiket, tetapi juga dari tingginya partisipasi masyarakat dalam mengenal potensi pembangunan, budaya, ekonomi kreatif, serta produk unggulan dari seluruh daerah di Sumatera Utara.* (sp/ad)
Oleh Agus SantosoKREDIT Mikro 8 dan Tantangan Membangun Ekosistem Pembiayaan InklusifTerbitnya PerMenKo No. 7 Tahun 2026 tentang Kredit Pe
OPINI
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara Surya mendorong kepengurusan baru Karang Taruna Sumatera Utara agar semakin solid, tertib, dan aktif
PEMERINTAHAN
MEDAN Ribuan jajaran Pemerintah Kota Medan larut dalam suasana penuh kegembiraan saat mengikuti Semarak Korpri Gebyar Kemerdekaan Republ
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas menegaskan pentingnya menjaga kekompakan dan kepedulian sosial dalam membangun Kota Medan
PEMERINTAHAN
KUPANG Presiden Prabowo Subianto batal meninjau langsung korban gempa di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), pada Sabtu (22/8/2026).
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan mahasiswa Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed) yang masuk melalui jalur penerimaa
NASIONAL
BINJAI DPD Brigade Kartini AMPI Kota Binjai bersama DPD AMPI Kota Binjai menggelar Gebyar Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia di Tribun M
NASIONAL
BANDA ACEH Polresta Banda Aceh menetapkan pria berinisial MA (32), warga Kecamatan Ulee Kareng, sebagai tersangka dalam kasus dugaan keker
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Semangat kemerdekaan Republik Indonesia akan kembali terasa meriah di Kabupaten Batu Bara. Dalam rangka memperingati Hari Ulan
NASIONAL
BATU BARA Bupati Batu Bara Dr. H. Baharuddin Siagian, S.H., M.Si., C.L.A., menghadiri pelantikan Badan Pengurus Cabang (BPC) Himpunan Pe
EKONOMI