BREAKING NEWS
Sabtu, 18 Juli 2026

Prabowo Usul Pangkas Anggaran TNI-Polri, Ini Respons DPR

Raman Krisna - Sabtu, 18 Juli 2026 15:00 WIB
Prabowo Usul Pangkas Anggaran TNI-Polri, Ini Respons DPR
Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono. (foto: Dok. Fraksi Golkar)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menilai pernyataan Presiden Prabowo Subianto mengenai efisiensi anggaran pertahanan merupakan penegasan bahwa pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) harus tetap berorientasi pada kepentingan nasional dan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Dave, efisiensi anggaran merupakan langkah yang penting agar setiap belanja negara benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi rakyat, termasuk untuk mendukung percepatan pengentasan kemiskinan.

"Kami memandang pernyataan Presiden Prabowo sebagai penegasan bahwa setiap kebijakan pengelolaan APBN harus senantiasa berorientasi pada kepentingan nasional dan kesejahteraan rakyat," kata Dave Laksono kepada wartawan, Sabtu (18/7/2026).

Baca Juga:

Ia menjelaskan bahwa efisiensi belanja negara merupakan instrumen untuk memastikan setiap alokasi anggaran digunakan secara optimal.

"Termasuk dalam mendukung upaya percepatan pengentasan kemiskinan tanpa mengabaikan kebutuhan strategis negara," ujarnya.

Meski mendukung efisiensi anggaran, Dave mengingatkan bahwa sektor pertahanan memiliki karakter yang berbeda dibanding sektor lainnya karena berkaitan langsung dengan kepentingan jangka panjang negara.

Karena itu, setiap penyesuaian anggaran harus dilakukan secara hati-hati, dengan mempertimbangkan kondisi keamanan nasional maupun dinamika geopolitik yang terus berkembang.

"Efisiensi tentu penting, namun tetap harus mampu menjaga kesiapan operasional, profesionalisme prajurit, serta kesinambungan program pembangunan kekuatan pertahanan nasional," katanya.

Dave menegaskan Komisi I DPR akan terus menjalankan fungsi pengawasan terhadap pembahasan anggaran agar tercipta keseimbangan antara pembangunan sektor pertahanan dan program kesejahteraan masyarakat.

Menurutnya, pertahanan negara dan kesejahteraan rakyat bukanlah dua hal yang saling bertentangan, melainkan dapat berjalan beriringan melalui perencanaan yang matang dan tata kelola anggaran yang efektif.

"Kami akan memastikan setiap kebijakan anggaran disusun secara akuntabel, dengan memperhatikan keseimbangan antara kebutuhan untuk memperkuat sistem pertahanan negara dan agenda pembangunan nasional yang menjadi prioritas pemerintah," ujar Dave.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto menyampaikan pemerintah akan terus melakukan efisiensi anggaran sebagai bagian dari upaya menghapus kemiskinan dan kelaparan di Indonesia.

Dalam pidatonya saat menghadiri Panen Raya Bersama TNI di Lanud Abdul Rachman Saleh, Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026), Prabowo bahkan menyatakan tidak menutup kemungkinan memangkas anggaran pertahanan maupun kepolisian apabila diperlukan.

"Kita akan hemat anggaran kita. Kita akan bikin efisien. Bila perlu anggaran pertahanan kita kurangi, anggaran polisi kita kurangi untuk menghilangkan kemiskinan," kata Prabowo.

Dalam kesempatan tersebut, Prabowo juga sempat menanyakan langsung kepada jajaran TNI dan Polri mengenai kesiapan mereka apabila anggaran institusi dikurangi.

"Rela TNI? Rela polisi? Aku tanya TNI bukan kau. Rela ya kurangi? Ikhlas? Kok ikhlas, ikhlas, ikhlas," ucap Prabowo yang disambut jawaban siap dari para personel yang hadir.

Pernyataan Presiden itu memunculkan berbagai tanggapan, termasuk dari DPR yang menilai efisiensi anggaran memang penting, namun pelaksanaannya tetap harus mempertimbangkan kebutuhan strategis sektor pertahanan agar kesiapan menjaga kedaulatan negara tidak terganggu.* (km/ad)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Danrem 011/Lilawangsa Pimpin Sertijab Lima Dandim, Tekankan Percepatan Pemulihan Pascabencana di Aceh
Garda Prabowo Cabut Laporan terhadap Eks Ketua BEM UGM Tiyo Ardianto: Presiden Maafkan
Eks Pejabat PUTR Batu Bara Divonis 6 Tahun Penjara dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Rp43 Miliar
Prabowo Sindir Pihak yang Keluhkan Harga Beras Mahal: Suruh Mereka Tanam Padi Sendiri!
Ketika Efisiensi Harus Menghasilkan Manfaat
Transaksi Koperasi Desa Merah Putih Tembus Rp56,8 Miliar, Pupuk Jadi Komoditas Penjualan Terbesar
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru