Gibran Tak Duduk di Sebelah Prabowo saat Sidang Kabinet, Istana Buka Suara
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Sidang K
POLITIK
BANDA ACEH – Amil Relawan Baitul Mal Aceh (BMA) Sayed Muhammad Husen memaparkan lima strategi untuk mengoptimalkan penggalangan dana zakat, infak, sedekah, dan wakaf (ZISWAF).
Strategi tersebut disampaikan dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Amil Baitul Mal Kota (BMK) Banda Aceh di Hotel Hanifi, Selasa (21/7/2026).
Lima strategi yang disampaikan tersebut meliputi penguatan kelembagaan, peningkatan edukasi dan literasi masyarakat, penguatan digital fundraising, membangun kolaborasi strategis, serta menghadirkan inovasi program berbasis dampak.Baca Juga:
Kegiatan Bimtek yang berlangsung selama dua hari, 21–22 Juli 2026, tersebut diikuti 30 peserta yang berasal dari unsur Badan BMK Banda Aceh, Sekretariat, Tenaga Profesional, peserta magang, serta mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) UIN Ar-Raniry Banda Aceh.
Menurut Sayed Muhammad Husen, potensi penghimpunan dana ZISWAF di Kota Banda Aceh cukup besar.
Potensi tersebut berasal dari berbagai kelompok masyarakat, mulai dari Aparatur Sipil Negara (ASN), pegawai swasta, pelaku usaha, lingkungan masjid, gampong, generasi muda, hingga jaringan diaspora Aceh.
"Meskipun tingkat kesadaran berzakat masyarakat terus meningkat, penggalian potensi ini belum optimal," ungkapnya.
Sayed menilai masih terdapat sejumlah tantangan dalam pengelolaan ZISWAF, di antaranya peningkatan literasi masyarakat, penguatan kepercayaan publik, serta kebutuhan modernisasi sistem penghimpunan dana.
Di sisi lain, ia melihat peluang pengembangan ZISWAF semakin terbuka melalui pemanfaatan teknologi digital, kerja sama lintas sektor, serta dukungan regulasi khusus syariah yang berlaku di Aceh.
Ia menjelaskan, pengelolaan ZISWAF oleh Baitul Mal memiliki dasar hukum yang kuat, baik berdasarkan syariat maupun aturan hukum positif.
Landasan tersebut antara lain perintah dalam Al-Qur'an Surah At-Taubah ayat 103, Hadis Nabi, serta Qanun Aceh tentang Baitul Mal.
"Demikian pula regulasi khusus di Aceh misalnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh (UUPA), Qanun Aceh Nomor 10 Tahun 2018, dan Qanun Aceh Nomor 3 Tahun 2021 yang mengamanahkan peran sentral Baitul Mal sebagai pengelola resmi ZISWAF," tegasnya.
Untuk meningkatkan penghimpunan dana ZISWAF sekaligus mengoptimalkan manfaatnya, Sayed menguraikan lima strategi utama yang perlu diterapkan oleh Baitul Mal Kota Banda Aceh.
Strategi pertama adalah penguatan kelembagaan BMK melalui penyempurnaan standar operasional prosedur (SOP) penghimpunan dana, peningkatan kapasitas amil yang profesional, pengembangan database muzakki, serta membangun integrasi bersama Baitul Mal Gampong (BMG) dan Baitul Mal Aceh (BMA).
Strategi kedua adalah memperluas edukasi dan literasi masyarakat melalui kampanye sadar zakat, khutbah Jumat, dakwah masjid, media massa, hingga penyampaian cerita mengenai dampak positif program ZISWAF.
Ketiga, memperkuat digital fundraising dengan menyediakan layanan pembayaran melalui website dan aplikasi ZISWAF, integrasi pembayaran cepat melalui QRIS dan mobile banking, pemanfaatan media sosial interaktif, serta platform crowdfunding wakaf.
Keempat, membangun kolaborasi strategis bersama Pemerintah Kota Banda Aceh, BUMN/BUMD, sektor swasta, pengurus masjid, lembaga dakwah, komunitas, hingga organisasi nonpemerintah.
Kelima, mengembangkan program berbasis dampak (impact driven) melalui penyaluran zakat dan infak produktif untuk modal UMKM, beasiswa pendidikan, pengembangan wakaf produktif maupun wakaf uang, serta program kemanusiaan.
"Untuk menjangkau seluruh lapisan masyarakat, dapat dikembangkan berbagai inovasi seperti gerakan sedekah harian, sedekah shubuh, wakaf uang mulai Rp10.000, skema pemotongan zakat dan infak langsung, serta berbagai bentuk event fundraising," ujar Sayed.
Selain penguatan penghimpunan, Sayed juga menekankan pentingnya transparansi dalam pengelolaan dana ZISWAF.
Menurutnya, Baitul Mal perlu menyampaikan laporan keuangan publik, melakukan audit keuangan dan audit syariah secara berkala, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Hal tersebut dinilai penting untuk menjaga integritas lembaga sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap Baitul Mal.
"Amil Baitul Mal mestinya mampu dan terampil mendorong seluruh lapisan masyarakat, ASN, pelaku usaha, dan kaum pemuda menunaikan ZISWAF melalui Baitul Mal Kota Banda Aceh, demi terwujudnya keadilan sosial dan kebangkitan ekonomi umat," pungkas Sayed.* (ad)
JAKARTA Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menegaskan posisi duduk Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka dalam Sidang K
POLITIK
JAKARTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera (Satgas PRR) meminta pemerintah daerah di Aceh, Suma
NASIONAL
JAKARTA PT PLN (Persero) memastikan pasokan batu bara untuk operasional pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) dalam kondisi aman. Kebutuh
EKONOMI
JAKARTA Timnas Indonesia bersiap menghadapi ASEAN Championship 2026, turnamen sepak bola paling bergengsi di kawasan Asia Tenggara. Pada
OLAHRAGA
JAKARTA Interpol Polri menangkap seorang warga negara Palestina bernama Abdul Karim Raed Miqdad, yang masuk dalam daftar buronan interna
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada aparat penegak hukum, mulai dari Komisi
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mencatat telah melakukan 17 operasi tangkap tangan (OTT) sepanjang periode Januari hingga Jul
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Badan Gizi Nasional (BGN) memastikan anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk tahun 2026 mengalami penyesuaian. Dari se
NASIONAL
JAKARTA Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto, mengungkapkan pesan Ketua Umum PDI Perjuangan sekaligus Presiden
POLITIK
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto dalam waktu dekat akan meluncurkan motor listrik nasional sebagai bagian dari upaya pemerintah memperk
NASIONAL