BREAKING NEWS
Senin, 27 Juli 2026

FABC 2026 Berjalan Aman Tanpa Gangguan, Strategi Pengamanan Humanis TNI-Polri Tuai Apresiasi

gusWedha - Senin, 27 Juli 2026 07:54 WIB
FABC 2026 Berjalan Aman Tanpa Gangguan, Strategi Pengamanan Humanis TNI-Polri Tuai Apresiasi
Tim pengamanan Sidang Pleno XII Federation of Asian Bishops' Conferences (FABC) 2026 di Jakarta, dipimpin oleh Brigjen TNI (Purn.) P. Gunung Sarasmoro (kiri), S.E., M.E. dan Irjen Pol (Purn.) Herry Dahana, S.H., M.Si (kanan). (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA Sidang Pleno XII Federation of Asian Bishops' Conferences (FABC) 2026 di Jakarta berlangsung aman, tertib, dan tanpa gangguan.

Keberhasilan penyelenggaraan forum para uskup se-Asia ini tidak hanya dinilai dari kelancaran seluruh agenda, tetapi juga dari terciptanya suasana yang nyaman, aman, dan penuh semangat persaudaraan.

Di balik kelancaran kegiatan tersebut, strategi pengamanan yang mengedepankan pendekatan profesional sekaligus humanis menjadi salah satu faktor yang mendapat perhatian.

Baca Juga:

Tim pengamanan dipimpin oleh Brigjen TNI (Purn.) P. Gunung Sarasmoro, S.E., M.E. dan Irjen Pol (Purn.) Herry Dahana, S.H., M.Si., yang merupakan bagian dari Ordinariatus Castrensis Indonesia (OCI) atau Keuskupan Umat Katolik di lingkungan TNI-Polri.

Gunung Sarasmoro mengatakan konsep pengamanan yang diterapkan tidak berorientasi pada unjuk kekuatan, melainkan menciptakan rasa aman tanpa mengurangi kenyamanan para peserta.

"Bagi kami, ukuran keberhasilan pengamanan bukanlah banyaknya personel yang terlihat, melainkan ketika para peserta dapat berdoa, berdialog, dan menjalankan seluruh agenda dengan tenang tanpa pernah merasa sedang dijaga secara berlebihan. Filosofi yang kami pegang adalah security that is present, but not intrusive. Keamanan harus hadir, namun tidak mengganggu," ujar Gunung Sarasmoro, Minggu (26/7/2026).

Menurutnya, pendekatan tersebut diwujudkan melalui sistem pengamanan yang adaptif, berbasis pencegahan, serta didukung pelayanan yang ramah sehingga mampu mencerminkan Indonesia sebagai tuan rumah yang terbuka dan bersahabat.

Irjen Pol (Purn.) Herry Dahana menilai keamanan dalam penyelenggaraan kegiatan internasional tidak dapat dipisahkan dari aspek pelayanan atau hospitality.

Menurut dia, setiap petugas tidak hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga menjadi representasi Indonesia di mata tamu dari berbagai negara.

"Keamanan dan hospitality bukan dua hal yang bertentangan. Justru keduanya harus berjalan seiring. Setiap petugas kami memahami bahwa mereka bukan hanya menjalankan fungsi pengamanan, tetapi juga menjadi wajah pertama Indonesia yang dilihat para tamu internasional saat para delegasi dari berbagai negara tiba di Bandara Soekarno-Hatta," ujarnya.

Karena itu, sikap sopan, komunikasi yang baik, serta penghormatan terhadap keberagaman menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari pelaksanaan tugas pengamanan.

Menghadapi tantangan keamanan global yang semakin kompleks, Herry menjelaskan bahwa ancaman saat ini tidak hanya berasal dari gangguan fisik, tetapi juga potensi gangguan di ruang digital.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Legalitas Sekolah LPA Dipertanyakan, Publik Desak Kemendikdasmen Buka Data dan Beri Penjelasan Resmi
Satgas PRR Percepat Pembangunan 37.373 Hunian Tetap di Aceh, Pemerintah Siapkan Anggaran Rp2 Triliun
Jembatan Armco Garuda Tahap III di Aceh Utara Rampung, Akses Warga ke Sekolah dan Perkebunan Kini Hanya 30 Menit
Survei SMRC: Hampir Separuh Masyarakat Nilai Kondisi Ekonomi Indonesia Buruk atau Sangat Buruk
Survei SMRC: Kepuasan Publik terhadap Kinerja Presiden Prabowo Turun Jadi 51,1 Persen
Anggota POM TNI Gugur Saat Bantu Kejar Bandar Narkoba di Bireuen, Kapolda Aceh Sampaikan Duka
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru