BREAKING NEWS
Sabtu, 15 Agustus 2026

Belajar dari Penanganan Maumere dan Lewotobi, Mendikdasmen Siapkan Bantuan Sekolah Terdampak Gempa NTT

Dharma - Sabtu, 15 Agustus 2026 15:36 WIB
Belajar dari Penanganan Maumere dan Lewotobi, Mendikdasmen Siapkan Bantuan Sekolah Terdampak Gempa NTT
Mendikdasmen Abdul Mu'ti saat ditemui di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (14/8/2026). (Foto: KOMPAS/ADHYASTA DIRGANTARA)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

WONOSOBO – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti memastikan pemerintah menyiapkan bantuan bagi sekolah dan siswa yang terdampak gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT). Saat ini, kementerian masih melakukan pendataan untuk mengetahui dampak bencana terhadap satuan pendidikan dan peserta didik.

Hal itu disampaikan Abdul Mu'ti seusai meresmikan Gedung Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Boarding School Kertek, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah, Sabtu (15/8/2026).

Abdul Mu'ti mengatakan gempa yang melanda NTT merupakan bencana yang harus dihadapi dengan sabar. Namun, pemerintah tetap berkomitmen memberikan perhatian kepada masyarakat, khususnya anak-anak yang terdampak.

Baca Juga:

"Gempa di NTT ini merupakan bagian dari musibah yang harus kita terima dengan ikhlas dan sabar. Tetapi, tentu saja kami berkomitmen untuk memberikan bantuan kepada mereka yang terdampak musibah itu," kata Abdul Mu'ti.

Menurutnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah memiliki satuan yang menangani persoalan kebencanaan di sektor pendidikan. Tim tersebut sebelumnya juga telah terlibat dalam penanganan dampak bencana di sejumlah wilayah, termasuk Maumere dan Lewotobi.

Dalam penanganan sebelumnya, tim kementerian turut memberikan bantuan dan mendirikan sekolah bagi masyarakat yang terdampak bencana.

Untuk gempa NTT, Abdul Mu'ti mengatakan tim kementerian masih menghimpun data di lapangan. Pendataan dilakukan untuk mengetahui kondisi sekolah yang terdampak serta jumlah siswa yang terkena dampak bencana.

"Kami sementara masih menghimpun data mengenai sekolah-sekolah yang terdampak dan murid-murid yang terdampak, termasuk juga kemarin kita membahas mengenai murid-murid yang terdampak oleh asap," ujarnya.

Abdul Mu'ti menegaskan perhatian pemerintah saat ini diarahkan pada keberlangsungan pendidikan anak-anak yang terdampak bencana. Bentuk bantuan akan ditentukan setelah data dari lapangan terkumpul.

"Kami sedang memberikan perhatian terhadap anak-anak yang terdampak oleh bencana itu. Nanti kita akan lihat apa yang bisa kita lakukan berdasarkan pengumpulan data yang dihimpun oleh tim kami yang ada di lapangan," katanya.

Hingga Sabtu (15/8/2026), kementerian belum memiliki data pasti mengenai jumlah sekolah maupun siswa yang terdampak gempa di NTT. Proses pendataan masih berlangsung dan menjadi dasar untuk menentukan kebutuhan serta bentuk bantuan yang akan diberikan.

Pemerintah berharap penanganan sektor pendidikan dapat segera dilakukan setelah data kerusakan dan jumlah peserta didik terdampak berhasil dihimpun. Langkah tersebut diperlukan agar kegiatan belajar mengajar bagi anak-anak di wilayah terdampak tetap dapat berjalan.* (an/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Korban Gempa M 7,7 NTT Terus Bertambah: 20 Orang Tewas, Dua Warga Diduga Masih Tertimbun
Pendaftaran Perlinsos Medan Baru 35 Persen, Pemko Genjot Pendataan dengan Sistem Jemput Bola
Gempa Dahsyat Guncang NTT, Wapres Gibran Pastikan Evakuasi hingga Bantuan untuk Warga
Gempa M7,7 Guncang Flores, Korban Tewas Bertambah Jadi 5 Orang
Gempa M7,7 Putus Sejumlah Ruas Jalan di Flores, Nagekeo Sulit Dijangkau
Gempa M7 Guncang Nagekeo, Tsunami 0,94 Meter Terjang Maurole
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru
Memaknai 81 Tahun Kemerdekaan

Memaknai 81 Tahun Kemerdekaan

Oleh Yakub F. IsmailMENGINJAK usia 81 tahun, Indonesia kini tidak lagi berada pada tahap mempertahankan kemerdekaan, melainkan sedang memas

OPINI