Unimal Kukuhkan 1.247 Lulusan, Danrem 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran Raih Gelar Magister Manajemen
ACEH UTARA Universitas Malikussaleh (Unimal) mengukuhkan 1.247 lulusan dalam wisuda angkatan ke39 yang digelar selama dua hari, 2930
NASIONAL
JAKARTA - Peristiwa Rengasdengklok menjadi salah satu momen penting menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pada 16 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta dibawa oleh golongan muda dari Jakarta ke Rengasdengklok, Karawang.
Peristiwa tersebut terjadi setelah Jepang menyatakan menyerah kepada Sekutu dalam Perang Dunia II. Golongan muda kemudian mendesak Soekarno-Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa campur tangan Jepang.
Sebelum peristiwa Rengasdengklok terjadi, para pemuda menggelar pertemuan pada malam 15 Agustus 1945. Pertemuan tersebut membahas situasi setelah Jepang kalah perang sekaligus desakan agar kemerdekaan Indonesia segera diproklamasikan.Baca Juga:
Sejumlah tokoh pemuda yang terlibat antara lain Chaerul Saleh, Wikana, Soekarni, dan Aidit. Mereka menginginkan proklamasi dilakukan sesegera mungkin dan tidak melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang dianggap sebagai bentukan Jepang.
Wikana kemudian menemui Soekarno di kediamannya di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta. Dia menyampaikan desakan agar kemerdekaan segera diproklamasikan.
Namun, Soekarno menolak desakan tersebut. Bung Karno menyatakan dirinya tidak dapat melepaskan tanggung jawab sebagai Ketua PPKI.
Perbedaan pandangan tersebut kemudian mendorong golongan muda membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Sekitar pukul 03.00 WIB pada 16 Agustus 1945, keduanya dibawa keluar dari Jakarta.
Di Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta kembali didesak agar segera memproklamasikan kemerdekaan. Langkah tersebut dilakukan agar kedua tokoh itu tidak terpengaruh oleh Jepang dan dapat menentukan sendiri waktu pelaksanaan proklamasi.
Penculikan tersebut dikomandoi Shodanco Singgih. Meski berada di Rengasdengklok, Soekarno tetap kukuh dengan pendiriannya.
Situasi kemudian menemukan titik temu setelah Ahmad Soebardjo menjadi penengah antara golongan muda dan golongan tua. Ahmad Soebardjo memberikan jaminan kepada para pemuda bahwa proklamasi kemerdekaan akan segera dilaksanakan setelah Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta.
Soekarno dan Hatta akhirnya dibawa kembali ke Jakarta. Mereka kemudian bersama sejumlah tokoh mempersiapkan teks Proklamasi.
Sehari setelah peristiwa Rengasdengklok, tepat pada 17 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta.
ACEH UTARA Universitas Malikussaleh (Unimal) mengukuhkan 1.247 lulusan dalam wisuda angkatan ke39 yang digelar selama dua hari, 2930
NASIONAL
LHOKSEUMAWE Komandan Korem (Danrem) 011/Lilawangsa Brigjen TNI Ali Imran memimpin Korps Raport kenaikan pangkat perwira, bintara, dan ta
NASIONAL
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas mendukung penyelenggaraan Revora 2026, ajang otomotif dan gaya hidup yang akan digelar di
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan Rico Tri Putra Bayu Waas meminta para atlet Kota Medan fokus mempersiapkan diri menghadapi Pekan Olahraga Provinsi
OLAHRAGA
MEDAN Keterbatasan lahan pemakaman menjadi persoalan yang dihadapi warga Kelurahan Suka Maju, Kecamatan Medan Johor. Kondisi tersebut me
PEMERINTAHAN
MEDAN Realisasi rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Kota Medan meningkat dari 8 persen menjadi 16,70 persen. Pemerintah Kota M
PEMERINTAHAN
MEDAN Persoalan biaya pendidikan masih membuat sebagian siswa yang telah menyelesaikan sekolah belum dapat membawa pulang ijazah mereka.
PEMERINTAHAN
MEDAN Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan membuka ruang evaluasi terhadap standar pelayanan publik melalui Forum K
PEMERINTAHAN
JAKARTA Direktur Jenderal Pemasyarakatan (Dirjenpas) Mashudi mengundurkan diri dari jabatannya. Surat pengunduran diri Mashudi telah dit
NASIONAL
JAKARTA Sidang perkara dugaan pencemaran nama baik dan fitnah terkait tudingan ijazah palsu Presiden ke7 RI Joko Widodo atau Jokowi kem
HUKUM DAN KRIMINAL