Menuju Jakarta 500 Tahun: Mampukah Jadi Kota Global Tanpa Meninggalkan Warganya?
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
JAKARTA - Peristiwa Rengasdengklok menjadi salah satu momen penting menjelang Proklamasi Kemerdekaan Indonesia. Pada 16 Agustus 1945, Soekarno dan Mohammad Hatta dibawa oleh golongan muda dari Jakarta ke Rengasdengklok, Karawang.
Peristiwa tersebut terjadi setelah Jepang menyatakan menyerah kepada Sekutu dalam Perang Dunia II. Golongan muda kemudian mendesak Soekarno-Hatta segera memproklamasikan kemerdekaan Indonesia tanpa campur tangan Jepang.
Sebelum peristiwa Rengasdengklok terjadi, para pemuda menggelar pertemuan pada malam 15 Agustus 1945. Pertemuan tersebut membahas situasi setelah Jepang kalah perang sekaligus desakan agar kemerdekaan Indonesia segera diproklamasikan.Baca Juga:
Sejumlah tokoh pemuda yang terlibat antara lain Chaerul Saleh, Wikana, Soekarni, dan Aidit. Mereka menginginkan proklamasi dilakukan sesegera mungkin dan tidak melalui Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) yang dianggap sebagai bentukan Jepang.
Wikana kemudian menemui Soekarno di kediamannya di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta. Dia menyampaikan desakan agar kemerdekaan segera diproklamasikan.
Namun, Soekarno menolak desakan tersebut. Bung Karno menyatakan dirinya tidak dapat melepaskan tanggung jawab sebagai Ketua PPKI.
Perbedaan pandangan tersebut kemudian mendorong golongan muda membawa Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok. Sekitar pukul 03.00 WIB pada 16 Agustus 1945, keduanya dibawa keluar dari Jakarta.
Di Rengasdengklok, Soekarno dan Hatta kembali didesak agar segera memproklamasikan kemerdekaan. Langkah tersebut dilakukan agar kedua tokoh itu tidak terpengaruh oleh Jepang dan dapat menentukan sendiri waktu pelaksanaan proklamasi.
Penculikan tersebut dikomandoi Shodanco Singgih. Meski berada di Rengasdengklok, Soekarno tetap kukuh dengan pendiriannya.
Situasi kemudian menemukan titik temu setelah Ahmad Soebardjo menjadi penengah antara golongan muda dan golongan tua. Ahmad Soebardjo memberikan jaminan kepada para pemuda bahwa proklamasi kemerdekaan akan segera dilaksanakan setelah Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta.
Soekarno dan Hatta akhirnya dibawa kembali ke Jakarta. Mereka kemudian bersama sejumlah tokoh mempersiapkan teks Proklamasi.
Sehari setelah peristiwa Rengasdengklok, tepat pada 17 Agustus 1945, Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan Indonesia di Jalan Pegangsaan Timur Nomor 56, Jakarta.
Peristiwa Rengasdengklok pun menjadi bagian penting dalam rangkaian sejarah menuju lahirnya Indonesia sebagai negara merdeka.* (oz/dh)
JAKARTA Jakarta akan memasuki usia 500 tahun pada 2027. Momentum tersebut menjadi titik penting bagi Jakarta setelah tidak lagi diposisi
NASIONAL
JAKARTA Dua dari 26 tokoh yang diangkat Presiden Prabowo Subianto sebagai anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) tidak hadir d
POLITIK
JAKARTA Direktur Law Firm Pedang Keadilan & Partners Zuhri Saifudin menilai Mahkamah Konstitusi (MK) memiliki peluang untuk mendiskualif
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menilai rangkaian perombakan pemerintahan Presiden Prabowo Su
POLITIK
MEDAN Video yang memperlihatkan seorang pedagang kaki lima (PKL) diduga dikeroyok sejumlah pria di kawasan depan Kampus Universitas Suma
PERISTIWA
MEDAN Pemerintah Kota Medan tengah mengembangkan sistem pemerintahan digital yang memungkinkan masyarakat mengakses layanan publik melal
PEMERINTAHAN
JAKARTA Mayjen TNI (Purn) Prof. H.C. Dr. Rido Hermawan mengajak masyarakat melihat kembali hubungan manusia dengan dirinya sendiri, sesa
NASIONAL
JAKARTA Kejaksaan Agung belum menemukan indikasi keterlibatan mantan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik Sudaryati Deyang dalam perka
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) Anwar Usman memilih tidak memberikan tanggapan mengenai perkara yang mempersoal
NASIONAL
OlehWerdha CandratrilaksitaRESHUFFLE lazimnya menjadi cara seorang presiden memperkuat kendali terhadap pemerintahannya. Menteri yang dinil
OPINI