Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Catatan sejarah ini merupakan warning bagi pemerintah, bahwa metode yang digunakan selama ini perlu dievaluasi total agar dampaknya tak kembali berulang," katanya.
Dia mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan penanganan karhutla, mulai dari penguatan deteksi dini dan patroli di wilayah rawan hingga peningkatan akurasi sistem peringatan dini berbasis satelit.
Alex juga meminta program Desa Peduli Api serta pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembukaan lahan tanpa bakar diperluas.
"Program Desa Peduli Api dan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan alternatif pembukaan lahan tanpa bakar perlu diperluas," tuturnya.
Menurut Alex, penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemadaman ketika kebakaran sudah terjadi. Upaya mitigasi harus diarahkan pada pencegahan, peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat serta tata kelola lahan yang berkelanjutan.
Dampak kabut asap juga mulai terasa di sejumlah daerah. Kualitas udara di Palangka Raya menjadi salah satu perhatian karena indeks kualitas udara (AQI) pada 19 Agustus 2026 mencapai 487 dan masuk kategori berbahaya.
Asap pekat juga menyebabkan jarak pandang di sejumlah wilayah turun hingga sekitar 1,4 kilometer.
Sementara di Banjarbaru, kabut asap berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar. Dinas Pendidikan menunda jam masuk TK, SD dan SMP hingga pukul 09.00 Wita.
Dengan kondisi tersebut, Alex meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi agar penanganan karhutla tidak hanya bersifat reaktif, tetapi mampu mencegah kebakaran meluas dan menekan dampak terhadap masyarakat.* (d/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.