BREAKING NEWS
Selasa, 06 Oktober 2026

DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Prioritas Nasional, 1.487 Titik Api Terdeteksi

Administrator - Jumat, 21 Agustus 2026 08:47 WIB
DPR Desak Karhutla Kalimantan Jadi Prioritas Nasional, 1.487 Titik Api Terdeteksi
Petugas pemadam kebakaran menyemprotkan air untuk memadamkan api yang melalap lahan gambut di Kubu Raya, Kalimantan Barat, Indonesia, Selasa, 11 Agustus 2026. (Foto AP/Stefanus Taman)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

"Catatan sejarah ini merupakan warning bagi pemerintah, bahwa metode yang digunakan selama ini perlu dievaluasi total agar dampaknya tak kembali berulang," katanya.

Dia mendorong evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan penanganan karhutla, mulai dari penguatan deteksi dini dan patroli di wilayah rawan hingga peningkatan akurasi sistem peringatan dini berbasis satelit.

Alex juga meminta program Desa Peduli Api serta pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan pembukaan lahan tanpa bakar diperluas.

"Program Desa Peduli Api dan pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan alternatif pembukaan lahan tanpa bakar perlu diperluas," tuturnya.

Menurut Alex, penanganan karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemadaman ketika kebakaran sudah terjadi. Upaya mitigasi harus diarahkan pada pencegahan, peningkatan kesejahteraan sosial-ekonomi masyarakat serta tata kelola lahan yang berkelanjutan.

Dampak kabut asap juga mulai terasa di sejumlah daerah. Kualitas udara di Palangka Raya menjadi salah satu perhatian karena indeks kualitas udara (AQI) pada 19 Agustus 2026 mencapai 487 dan masuk kategori berbahaya.

Asap pekat juga menyebabkan jarak pandang di sejumlah wilayah turun hingga sekitar 1,4 kilometer.

Sementara di Banjarbaru, kabut asap berdampak terhadap kegiatan belajar mengajar. Dinas Pendidikan menunda jam masuk TK, SD dan SMP hingga pukul 09.00 Wita.

Dengan kondisi tersebut, Alex meminta pemerintah pusat dan daerah memperkuat koordinasi agar penanganan karhutla tidak hanya bersifat reaktif, tetapi mampu mencegah kebakaran meluas dan menekan dampak terhadap masyarakat.* (d/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
"Kita Keroyok Semua," Lima Hari Mendagri Susuri NTT sambil Pastikan KTP hingga Santunan Warga Terpenuhi
Bunda PAUD Medan dan Kemendikdasmen Rancang Regulasi Baru Percepat Wajib Belajar 13 Tahun
Cegah Perdagangan Orang hingga ke Desa, Kemenimipas Perkuat Peran Pimpasa di Sumut
Wali Kota Dukung Percepatan Qanun KTR di Lhokseumawe, Targetkan Kota Layak Anak Utama
Dana Desa 2027 Naik Jadi Rp77 Triliun, Percepatan Koperasi Desa Merah Putih Jadi Fokus
Masuk Desil 9 dan 10 DTSEN tapi Masih Merasa Hidup Pas-pasan, Mengapa Bisa Terjadi?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru