BREAKING NEWS
Rabu, 26 Agustus 2026

Jelang Aksi 27 Agustus, Massa dari Pati dan Bangkalan Bersiap ke Jakarta Bawa Tuntutan Berbeda

Nurul - Selasa, 25 Agustus 2026 13:54 WIB
Jelang Aksi 27 Agustus, Massa dari Pati dan Bangkalan Bersiap ke Jakarta Bawa Tuntutan Berbeda
Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) bakal menggelar demonstrasi di DPR pada Kamis 27 Agustus 2026 menuntut perampasan aset dan hukuman mati koruptor. (Foto: Sindonews/Achmad Al Fiqri)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Sejumlah kelompok masyarakat dari berbagai daerah bersiap menuju Jakarta untuk mengikuti aksi pada 27 Agustus 2026.

Kelompok-kelompok tersebut membawa tuntutan yang berbeda, mulai dari desakan pengesahan RUU Perampasan Aset hingga dukungan terhadap program prioritas pemerintah Presiden Prabowo Subianto.

Salah satu kelompok yang telah menyiapkan keberangkatan adalah warga Kabupaten Pati, Jawa Tengah, yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Pati Bersatu atau AMPB.

Baca Juga:

Mereka berencana menggelar aksi di depan Gedung DPR/MPR RI dengan membawa dua tuntutan utama.

Di sisi lain, massa dari Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, yang tergabung dalam Relawan Madura Pengawal Program Presiden Prabowo atau RMP4, akan datang ke Jakarta untuk menyampaikan dukungan terhadap sejumlah program pemerintah.

Dua Tuntutan AMPB

Koordinator AMPB Teguh Istianto mengatakan kelompoknya akan menyampaikan dua tuntutan dalam aksi 27 Agustus.

Pertama, mereka mendesak DPR segera mengesahkan RUU Perampasan Aset.

Kedua, AMPB meminta penerapan hukuman mati bagi pelaku korupsi.

Warga Pati dijadwalkan mulai berangkat ke Jakarta pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Sebagian peserta bahkan telah tiba di Jakarta dan sementara beristirahat di rumah aman.

Persiapan aksi AMPB sempat terkendala setelah rekening donasi yang digunakan untuk mengumpulkan dana aksi mengalami pemblokiran.

Rekening atas nama Supriyono yang disebut berisi sekitar Rp80 juta diketahui mengalami pemblokiran pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Dana tersebut merupakan donasi warga yang dikumpulkan untuk memenuhi berbagai kebutuhan selama aksi.

Teguh mengatakan pemblokiran rekening membuat kelompoknya kesulitan menggunakan dana yang telah dihimpun.

"Ini kami itu salah apa? Umumkan dong kesalahan kami. Jangan asal blokir milik orang," kata Teguh.

Ia mengaku memperoleh informasi mengenai permintaan pemblokiran rekening dari media sosial.

Namun, Teguh mengatakan pihaknya belum mengetahui secara pasti alasan rekening tersebut diblokir.

AMPB kemudian membagikan informasi mengenai rekening lain yang dapat digunakan masyarakat untuk berdonasi.

Meski menghadapi kendala pendanaan, Teguh memastikan aksi pada 27 Agustus tetap berlangsung.

"Sangat mengganggu. Tolong carikan keadilan supaya tetap bisa dipakai," tuturnya.

Berbeda dengan AMPB, massa dari Bangkalan yang tergabung dalam RMP4 akan datang ke Jakarta untuk menyuarakan dukungan terhadap sejumlah program pemerintah.

Koordinator RMP4 Ali mengatakan salah satu program yang mereka dukung adalah Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Menurut Ali, program tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan makanan bergizi bagi anak-anak.

Program itu juga dinilai dapat membantu keluarga menghemat pengeluaran.

"Dari program MBG ini, kami sangat terbantu. Selain uang saku bisa ditabung, anak-anak bisa mendapatkan makan bergizi setiap hari," ujarnya.

Meski mendukung keberlanjutan MBG, Ali mengatakan program tersebut tetap perlu dievaluasi.

Ia menilai sejumlah dapur MBG perlu diperbaiki agar pelaksanaannya berjalan lebih baik.

"Jadi, bukan dihentikan programnya, tetapi diperbaiki tata kelolanya sehingga program ini bisa betul-betul berjalan semakin baik," katanya.

RMP4 mengklaim telah menyiapkan 500 tiket keberangkatan bagi massa dari Bangkalan.

Mereka akan menuju Jakarta untuk mengikuti aksi yang disebut akan berlangsung secara damai.


"Kami siapkan 500 tiket keberangkatan dan kami akan ke Jakarta menggelar aksi damai," kata Ali, Senin, 24 Agustus 2026.

Peserta aksi berasal dari berbagai latar belakang pekerjaan. Di antaranya tukang becak, buruh, kuli, tukang, sopir, hingga sales.

RMP4 menyatakan aksi 27 Agustus akan dilakukan secara damai.

Mereka ingin menyampaikan aspirasi agar program-program prioritas pemerintah tetap dilanjutkan sekaligus diperbaiki dalam pelaksanaannya.

Perbedaan tuntutan tersebut menunjukkan bahwa aksi 27 Agustus tidak hanya membawa satu isu.

Massa dari berbagai daerah datang dengan agenda masing-masing, baik untuk menyampaikan kritik terhadap kebijakan pemerintah maupun memberikan dukungan terhadap program yang dinilai bermanfaat bagi masyarakat.* (km/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Jokowi Diam Saat Budi Arie Singgung Potensi Pemerintahan Prabowo Tak Sampai 2029
Budi Arie Bicara soal Percepatan Pemilu 2029, Ini Respons Gerindra
Tiga Anggota DPRD TTU Jadi Tersangka, Diduga Intimidasi Dokter Icha hingga Alami Depresi Berat
OJK Buka Suara soal Rekening Warga Pati yang Ditunda Transaksinya: Jika Tak Ada Pidana Harus Dibuka Kembali
Menkop Ferry: Lokasi Kopdes Merah Putih Dipilih Lewat Musyawarah Desa
Tujuh Siswa Korban Dugaan Keracunan MBG di Berastagi Masih Dirawat
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru