Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
NAGEKEO - Presiden Prabowo Subianto meminta kegiatan belajar mengajar (KBM) di wilayah terdampak gempa Magnitudo 7,7 di Nusa Tenggara Timur (NTT) tidak terhenti. Pemerintah diminta segera menyiapkan ruang kelas sementara agar siswa tetap bisa bersekolah.
Instruksi tersebut disampaikan Prabowo saat memimpin rapat koordinasi penanganan bencana di Batalyon Teritorial Pembangunan Kabupaten Nagekeo, NTT, Rabu (26/8/2026).
Prabowo meminta jajarannya memastikan ketersediaan tenda yang layak untuk digunakan sebagai ruang kelas sementara. Tenda militer juga dinilai dapat dimanfaatkan apabila diperlukan untuk mempercepat pemulihan kegiatan pendidikan.
Baca Juga:
"Coba diperhitungkan ya dan pikirkan tenda macam apa, ini tenda militer (bisa) untuk ruang kelas mungkin ini," kata Prabowo.
Menanggapi arahan tersebut, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto melaporkan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) tengah mengirimkan tenda khusus sekolah ke wilayah yang terdampak gempa.
Selain itu, BNPB telah menyiapkan tenda pengungsi berwarna oranye dengan kapasitas lebih luas dan atap lebih tinggi. Tenda tersebut dapat dimanfaatkan sementara sebagai ruang belajar bagi siswa.
Prabowo kemudian meminta jumlah tenda ditambah sesuai dengan kebutuhan di lapangan. Menurutnya, pemulihan fasilitas pendidikan harus berjalan beriringan dengan penanganan kebutuhan dasar masyarakat setelah bencana.
"Ya sudah sementara sekolah enggak boleh berhenti ya, mau tambah tenda mau tambah orange mau hijau mau putih," tegas Prabowo.
Menurut Prabowo, keberlangsungan pendidikan merupakan bagian penting dari proses pemulihan pascagempa. Siswa tidak boleh kehilangan kesempatan belajar hanya karena fasilitas sekolah mengalami kerusakan akibat bencana.
Penyediaan ruang kelas sementara diharapkan menjadi solusi selama pemerintah melakukan pendataan serta perbaikan terhadap sekolah-sekolah yang terdampak gempa.
Langkah tersebut juga menjadi bagian dari upaya pemerintah memastikan pelayanan publik tetap berjalan di tengah kondisi darurat. Selain pendidikan, pemerintah terus menangani kebutuhan pengungsi, distribusi bantuan dan pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak.
Dengan adanya ruang belajar sementara, kegiatan belajar mengajar diharapkan dapat kembali berjalan sembari proses rehabilitasi sekolah dilakukan secara bertahap.* (in/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.