Prabowo Kumpul Bareng 9 Peraih Nobel di Istana, Bahas Riset hingga Rumah Tahan Gempa
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menerima Presiden TimorLeste Jose Ramos Horta bersama sembilan ilmuwan peraih Nobel dari berbagai negar
NASIONAL
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti tingginya permintaan sekolah terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hal itu disampaikan setelah Badan Gizi Nasional (BGN) menyisir penerima manfaat dan mengeluarkan sekitar 80 sekolah swasta elite dari daftar penerima MBG.
Purbaya mengatakan dirinya belum mendapatkan data rinci mengenai 80 sekolah yang dicoret tersebut. Namun, ia menyebut permintaan dari sekolah untuk mendapatkan program MBG tergolong tinggi.
"Gatau saya dia ga bilang sekolah elit. Tapi begini, saya tanya-tanya aja ada nggak sekolah yang minta? Pokoknya banyak yang minta. Dan itu cukup masif yang minta," kata Purbaya, Jumat (28/8/2026).Baca Juga:
Menurut Purbaya, tingginya permintaan tersebut menunjukkan program MBG mendapat respons positif dari sebagian masyarakat. Karena itu, ia meminta BGN membuka data mengenai jumlah sekolah yang mengajukan permintaan program tersebut.
"Artinya, program MBG ini sebagian masyarakat menurut saya amat baik. Dari sekolah-sekolahnya yang masih banyak minta itu. Saya bilang, kalau itu Anda (Sudaryono) umumkanlah ke publik, berapa sekolah yang minta itu," ujarnya.
Purbaya menilai penyampaian data secara terbuka penting agar masyarakat dapat melihat seberapa besar minat sekolah terhadap program MBG.
"Sehingga orang tahu bahwa memang sebagian masyarakat menyukai program ini. Kalau nggak bilang semuanya ya, sebagian besar," tegasnya.
Sebelumnya, Kepala BGN Sudaryono mengatakan pemerintah tengah melakukan penajaman sasaran penerima MBG. Salah satu langkahnya ialah mengecualikan sejumlah sekolah swasta yang dinilai memiliki kemampuan finansial sehingga tidak menjadi prioritas penerima.
Dari hasil penyisiran tersebut, sekitar 80 sekolah swasta yang dikategorikan elite di berbagai wilayah Indonesia dikeluarkan dari daftar penerima MBG.
"Kita sudah sisir beberapa sekolah swasta yang memang swasta elit, yang saya kira tidak membutuhkan MBG. Itu juga beberapa sudah ada 80-an sekolah se-Indonesia, yang kemudian sekolah swasta khususnya itu kita exclude untuk tidak mendapatkan MBG," kata Sudaryono.
Selain sekolah swasta elite, BGN juga mengevaluasi sekolah berasrama dan pondok pesantren yang telah memiliki sistem pemenuhan gizi secara mandiri.
Sudaryono mencontohkan sekolah berasrama yang sudah menyediakan kebutuhan makan bagi siswanya sehingga tidak masuk dalam sasaran prioritas MBG.
JAKARTA Presiden Prabowo Subianto menerima Presiden TimorLeste Jose Ramos Horta bersama sembilan ilmuwan peraih Nobel dari berbagai negar
NASIONAL
TEBING TINGGI Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tebing Tinggi menyita sekitar 1 kilogram sabu dari sebuah kamar kos di Jalan Yos Sudarso
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Presiden TimorLeste Jose Ramos Horta memuji toleransi dan kerukunan umat beragama di Indonesia. Menurutnya, umat Muslim dan Katol
NASIONAL
JAKARTA Ketua Dewan Ekonomi Nasional (DEN) Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan tingkat bantuan sosial (bansos) yang salah sasaran sempat
NASIONAL
JAKARTA Mahkamah Konstitusi (MK) menghapus ketentuan Pasal 240 beserta penjelasannya dan Pasal 241 UndangUndang Nomor 1 Tahun 2023 tentan
NASIONAL
BATU BARA Dalam rangka menyambut Hari Jadi Desa Simpang Dolok, Wakil Bupati Batu Bara Syafrizal, S.E., M.AP., menghadiri Kenduri Kampung
PEMERINTAHAN
JAKARTA Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah tipis pada perdagangan Jumat (28/8/2026). IHSG berakhir di level 6.518,12 atau
EKONOMI
PATI Aliansi Masyarakat Pati Bersatu (AMPB) memberikan klarifikasi terkait keputusan membubarkan diri dan meninggalkan kawasan Gedung DPR
NASIONAL
BOGOR Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menggeledah Kantor Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (28/8/2026). Dala
NASIONAL
SAMARINDA Pasangan suami istri (pasutri) diamankan polisi setelah diduga membakar lahan di kawasan Gunung Kapur, Kelurahan Sambutan, Kota
PERISTIWA