BREAKING NEWS
Sabtu, 29 Agustus 2026

Prabowo Kumpul Bareng 9 Peraih Nobel di Istana, Bahas Riset hingga Rumah Tahan Gempa

Nurul - Jumat, 28 Agustus 2026 17:50 WIB
Prabowo Kumpul Bareng 9 Peraih Nobel di Istana, Bahas Riset hingga Rumah Tahan Gempa
Presiden Prabowo Subianto menerima kunjungan Presiden Timor Leste José Ramos Horta bersama 9 peraih Nobel dari berbagai negara di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat, (28/8/2026). (Foto: Muchlis Jr-Biro Pers Sekretariat Presiden)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Presiden Prabowo Subianto menerima Presiden Timor-Leste Jose Ramos Horta bersama sembilan ilmuwan peraih Nobel dari berbagai negara di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (28/8/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama di bidang riset, inovasi, ketahanan pangan hingga konservasi lingkungan.

Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengatakan kehadiran para peraih Nobel dalam pertemuan tersebut menjadi kesempatan untuk memperkuat kerja sama Indonesia dengan Timor-Leste sekaligus membuka peluang kolaborasi di bidang sains dan teknologi.

"Jadi tadi hadir para peraih Nobel karena Presiden Timor Leste kan peraih Nobel juga sehingga mereka berkunjung ke Bapak Presiden Indonesia yang tentu dalam rangka silaturahmi, dalam rangka untuk terus menjalin kerja sama antara Timor Leste dengan pemerintah Indonesia," kata Arif setelah pertemuan.

Baca Juga:

Menurut Arif, Prabowo juga menekankan pentingnya kebijakan Good Neighbor Policy untuk menjaga hubungan Indonesia dengan negara-negara tetangga, khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Dalam pertemuan itu, Prabowo mengajak para peraih Nobel berkolaborasi dengan periset dan akademisi Indonesia. Kehadiran mereka dinilai dapat memberikan inspirasi sekaligus memperkuat ekosistem pengembangan talenta riset nasional.

"Dan tadi Bapak Presiden juga menyampaikan bahwa kebijakan Good Neighbor Policy ini adalah prioritas Bapak Presiden untuk terus menjaga hubungan kerja sama dengan negara-negara ASEAN, Asia Tenggara, negara-negara tetangga, dan tadi juga disinggung berkaitan dengan bagaimana kerja sama di bidang sains dan teknologi," ujar Arif.

Arif menyebut BRIN sebelumnya telah menjalin kerja sama dengan salah satu peraih Nobel asal Jepang, Susumu Kitagawa. Kolaborasi tersebut berkaitan dengan pengembangan metal organic framework (MOF) yang dapat dimanfaatkan untuk teknologi pengelolaan gas alam.

Menurutnya, kerja sama itu juga telah diwujudkan melalui pembangunan sister lab di Indonesia. Laboratorium tersebut tengah mempersiapkan pengembangan teknologi untuk menghasilkan gas alam dengan tekanan lebih rendah.

Selain riset dan inovasi, Prabowo turut menyampaikan sejumlah program strategis pemerintah, termasuk ketahanan pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan pembangunan kampung nelayan.

Pertemuan tersebut juga membahas konservasi lingkungan. Arif mengatakan para peraih Nobel sebelumnya telah mengunjungi kawasan konservasi di Lampung untuk melihat flora dan fauna Indonesia.

"Jadi karena tadi peraih Nobel ini kan baru saja kembali dari Lampung di kawasan konservasi untuk melihat flora fauna yang ada di Indonesia, jadi Bapak Presiden juga punya komitmen yang sangat kuat agar proteksi terhadap flora fauna di Indonesia ini bisa semakin diperkuat," katanya.

Prabowo juga memaparkan inovasi teknologi yang dapat diterapkan untuk membantu penanganan bencana, termasuk gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Salah satu teknologi yang diperkenalkan ialah rumah modular tahan gempa yang dikembangkan BRIN. Arif menjelaskan terdapat tiga rumah contoh yang telah berdiri sejak 2021-2022 dan tetap utuh ketika terjadi gempa.

"Ya salah satunya tadi untuk mengatasi masalah gempa di NTT ini, salah satu tadi yang dikenalkan oleh Bapak Presiden terkait dengan rumah modular tahan gempa di mana saat ini ada tiga rumah contoh BRIN yang berdiri sejak tahun 2021-2022 yang alhamdulillah pada saat gempa tetap utuh," ujar Arif.

Arif mengatakan BRIN tidak dapat memproduksi rumah tersebut secara massal sehingga dibutuhkan kerja sama dengan mitra untuk meningkatkan kapasitas produksi dan menekan biaya.

Menurut dia, teknologi rumah tahan gempa tersebut penting dikembangkan untuk wilayah yang memiliki tingkat kerawanan gempa tinggi.

Dalam pertemuan tersebut, Prabowo juga mengingatkan posisi geografis Indonesia yang sebagian besar berada di kawasan Ring of Fire. Kondisi tersebut membuat banyak wilayah Indonesia rentan terhadap berbagai bencana alam.

Karena itu, menurut Prabowo, riset dan inovasi teknologi diperlukan untuk mengantisipasi sekaligus mencari solusi atas berbagai persoalan kebencanaan.

Sembilan peraih Nobel yang hadir dalam pertemuan dengan Prabowo yakni Prof. Frances H. Arnold dari bidang kimia, Kailash Satyarthi dari bidang perdamaian, Sir Tim Hunt dari bidang fisiologi, Prof. Benjamin List dari bidang kimia, Prof. Robert C. Merton dari bidang ilmu ekonomi, Sir Konstantin Novoselov dari bidang fisika, Prof. James A. Robinson dari bidang ilmu ekonomi, Prof. Brian P. Schmidt dari bidang fisika, serta Prof. Sara Seager dari bidang astrofisika.

Pertemuan tersebut diharapkan dapat membuka ruang kolaborasi lebih luas antara ilmuwan dunia dengan akademisi dan periset Indonesia, terutama untuk mendukung pengembangan teknologi yang dapat diterapkan pada berbagai kebutuhan nasional.* (d/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru