Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Nek kowe iso cepet, ojo suka mendahului. Kadang-kadang seperti itu menyakitkan yang didahului. Sing di disiki iku yo ora seneng," kata Jokowi.
Menurutnya, seseorang tidak perlu selalu menunjukkan keunggulannya hanya untuk terlihat berada di posisi paling depan. Sikap menahan diri dan memberi ruang kepada orang lain juga merupakan bentuk kebijaksanaan.
"Kalau kita banter tapi kelihatan pelan ya tidak apa-apa," ujarnya.
Jokowi kemudian mengaitkan ketiga petuah tersebut dengan kondisi kehidupan masyarakat saat ini. Menurutnya, banyak tantangan yang sudah dihadapi masyarakat sehingga tidak perlu ditambah dengan persoalan akibat persaingan yang tidak sehat.
"Kita hidup dalam dunia sekarang ini yang serba sulit. Banyak tantangan. Kalau kita menambahi urusan dengan hal-hal yang tidak perlu, rugi semua kita," kata Jokowi.
Ia mengajak masyarakat menggunakan kelebihan yang dimiliki secara bijak. Kekuasaan, kepandaian dan kemampuan, menurut Jokowi, semestinya digunakan untuk memberikan manfaat dan menjaga hubungan baik dengan sesama.
Tiga petuah Jawa tersebut juga menekankan pentingnya kerendahan hati. Seseorang yang memiliki posisi, pengetahuan atau kemampuan lebih tidak seharusnya menjadikan kelebihan tersebut sebagai alasan untuk merendahkan orang lain.
Jokowi menilai nilai-nilai tersebut tetap penting diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, termasuk ketika seseorang berada di ruang publik maupun memiliki jabatan tertentu.
Melalui pesan tersebut, Jokowi mengingatkan masyarakat untuk tidak menjadikan keunggulan sebagai alat untuk memenangkan diri sendiri dengan cara merugikan orang lain.
"Dunia ini sudah menghadapi tantangan besar, mari bijak dalam bertindak," pungkasnya.* (k/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.