Kirimkan Hak Jawab, Ini Penjelasan Kepala SPPG Medan Tembung 3
MEDAN Setelah delapan hari terakhir viral, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Tembung 3, akhirnya mengirimkan Surat Hak Jawab
HUKUM DAN KRIMINAL
Oleh: Dr. Nastiti S. Lestari, PhD
SEORANG mahasiswa kriminologi tingkat akhir meminta saya memberi pandangan tentang Pilpres 2024 untuk tugas akhirnya.
Ia meneliti bagaimana media membingkai isu seputar salah satu kandidat dengan memakai teori framing Robert N. Entman dan konsep newsmaking criminology dari Gregg Barak, lalu mengaitkannya dengan elektabilitas.Baca Juga:
Pertanyaannya satu, tetapi merupakan inti persoalan: apakah pemilu ini hanya soal siapa menang–siapa kalah, atau ada dimensi "kriminalitas politik" yang bekerja melalui media?
Dalam kerangka Entman, keempat fungsi framing—mendefinisikan masalah, menafsirkan penyebab, menilai secara moral, dan merekomendasikan penanganan—selalu beroperasi di dalam struktur kekuasaan yang timpang.
Di sinilah teori konflik menjadi penting: Karl Marx mengingatkan, kelompok yang menguasai modal dan alat produksi juga menguasai definisi realitas sosial, termasuk menentukan isu dan label apa yang dianggap wajar atau menyimpang.
Sementara Ralf Dahrendorf menyoroti bagaimana relasi otoritas membuat pihak berkuasa memiliki hak istimewa menetapkan aturan dan batas bagi pihak lain.
Jika ini ditarik ke konteks pemilu, kelompok politik dominan, pemilik modal, dan pemilik media berada pada posisi istimewa untuk menentukan apa yang disebut "masalah demokrasi" dan siapa yang ditempatkan sebagai sumber gangguan.
Karena itu, isu politik identitas, dinasti kekuasaan, atau kecurangan pemilu tidak pernah hadir sebagai fakta yang sepenuhnya netral, melainkan sebagai isu yang dipilih, dibesarkan, atau dikecilkan sesuai kepentingan mereka yang menguasai alat produksi simbolik; dalam hal ini, media, lembaga survei, dan mesin buzzer.
Dinamika ini tampak jelas pada tiga capres 2024: Anies Baswedan, Prabowo Subianto, dan Ganjar Pranowo.
Prabowo banyak dibingkai sebagai figur stabilitas dan nasionalis yang "sudah berubah", sehingga memori publik tentang pelanggaran HAM dan kekerasan negara perlahan terdorong ke pinggir sebagai bab yang dianggap selesai.
Ini dapat dibaca sebagai bentuk dekriminalisasi simbolik: deviasi serius di masa lalu tidak lagi dikonstruksi sebagai ancaman aktual, tetapi sebagai pengalaman yang sudah ditutup demi stabilitas politik.
MEDAN Setelah delapan hari terakhir viral, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Medan Tembung 3, akhirnya mengirimkan Surat Hak Jawab
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Tim PSSI dikabarkan tengah memproses naturalisasi Demiane Agustien, pemain muda yang saat ini terdaftar di Arsenal U21. Pemain
OLAHRAGA
JAKARTA Kredit Usaha Rakyat (KUR) BCA 2026 dapat menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMK
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menduga operasi tangkap tangan (OTT) terhadap sejumlah pejabat Badan Nasional Penanggulangan
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan 14 orang dalam operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan Badan Nasional Penanggu
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Aksi demonstrasi mahasiswa yang mengatasnamakan Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND) Eksekutif Kota Binjai di Kantor Wa
PERISTIWA
JAKARTA Pemerintah berencana membagikan ponsel gratis yang dilengkapi rekening digital untuk menyalurkan bantuan sosial (bansos) kepada
EKONOMI
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dikabarkan melakukan operasi tangkap tangan (OTT) terhadap pejabat di lingkungan Badan Nasion
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Tamsil Linrung menerima audiensi Denny Indrayana, Refly Harun, dan sejumlah perwaki
POLITIK
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) akan menggelar ekspose atau gelar perkara terkait operasi tangkap tangan (OTT) di lingkungan
HUKUM DAN KRIMINAL