Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
SIDOARJO - Kasus dugaan keracunan setelah menyantap makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Sidoarjo, Jawa Timur, terus ditangani pemerintah. Hingga Rabu (2/9/2026), jumlah korban tercatat mencapai 566 orang, dengan 431 di antaranya merupakan santri Pondok Pesantren Manba'ul Hikam, Tanggulangin.
Para santri tersebut menerima makanan MBG dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Tanggulangin. Menu yang dibagikan terdiri dari nasi putih, telur orak-arik, tempe bumbu bali, tumis buncis baby corn dan apel.
Ketua Yayasan Ponpes Manba'ul Hikam Tanggulangin, Abdul Wachid Harun, mengatakan sekitar 1.000 santri jenjang SMP hingga SMA mengonsumsi makanan yang disalurkan SPPG tersebut.
Baca Juga:
"Hari ini yang dievakuasi ke rumah sakit 431. Ya kondisi kekuatan fisik masing-masing santri beda-beda," kata Abdul Wachid, Rabu (2/9/2026).
Kepala SPPG Kalitengah, Rafli Ridho, menyampaikan permintaan maaf kepada para santri dan pihak yang terdampak. Ia juga mengaku menyesal atas kejadian tersebut.
"Mohon maaf ya, saya menyesal," kata Rafli kepada wartawan.
Rafli menjelaskan proses pengolahan makanan dimulai sekitar pukul 05.30 WIB sebelum didistribusikan kepada penerima pada pukul 11.00 WIB. Menurutnya, makanan tersebut memiliki ketahanan sekitar empat jam.
Ia mengatakan setiap makanan yang akan disalurkan sebelumnya menjalani penilaian organoleptik oleh PIC dari pihak sekolah atau penerima. Berdasarkan informasi yang diterimanya, makanan tersebut dinyatakan aman sebelum dikonsumsi.
"Di situ kan ada organoleptik. Jadi setiap ke sekolahan itu ada uji yang nantinya itu dicicipi oleh PIC pihak sekolah. Nah, setelah saya tanya, katanya aman, enggak ada masalah di makanan itu. Tapi kenapa kok keracunanlah itu yang saya tidak tahu," ungkap Rafli.
Sementara itu, Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur membantah kabar yang beredar di media sosial mengenai adanya belatung dalam makanan MBG.
Wakil Koordinator BGN Regional Jawa Timur Teguh Bayu Wibowo memastikan kabar tersebut tidak benar berdasarkan verifikasi internal BGN bersama Koordinator Wilayah Sidoarjo.
"Terkait yang viral di media sosial katanya ada belatung, itu tidak ada. Tidak benar. Tidak benar yang itu," kata Teguh.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.