BREAKING NEWS
Kamis, 03 September 2026

Bukan Karena Racun, BGN Bongkar Makanan Lewat Batas 4 Jam Jadi Dalang 512 Santri Sidoarjo Keracunan MBG

Administrator - Kamis, 03 September 2026 09:33 WIB
Bukan Karena Racun, BGN Bongkar Makanan Lewat Batas 4 Jam Jadi Dalang 512 Santri Sidoarjo Keracunan MBG
Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan (Tauwas) BGN, Ketut Sumedana (Foto: Dok. BGN)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

SIDOARJO - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap dugaan penyebab ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo, Jawa Timur, mengalami keracunan setelah mengonsumsi makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Deputi Bidang Pemantauan dan Pengawasan BGN Ketut Sumedana mengatakan terdapat ketidakdisiplinan dalam proses pendistribusian makanan MBG. Makanan disebut dibagikan melewati batas waktu yang telah ditetapkan dalam standar operasional prosedur (SOP).

"Itu karena ketidakdisiplinan daripada SPPG dan pendistribusian. Jadi seharusnya itu loading 4 jam selesai dari masak langsung dibagikan. Tapi faktanya di lapangan lebih dari 4 jam," kata Ketut kepada wartawan, Kamis (3/9/2026).

Baca Juga:

Menurut Ketut, makanan MBG tidak menggunakan bahan pengawet sehingga lebih mudah basi dan menjadi tempat berkembangnya bakteri apabila terlalu lama berada di luar batas waktu distribusi.

"Nah itulah yang menyebabkan keracunan, karena MBG ini kan nggak pakai pengawet. Jadi mudah dia basi. Mudah bakterinya cepat berkembang," ujarnya.

Ketut menjelaskan BGN sebenarnya telah memiliki mekanisme pengawasan rutin terhadap pelaksanaan program MBG. Pengawasan dilakukan dua kali sehari pada waktu yang dianggap krusial.

"Kita setiap hari, dua kali sehari kita melakukan apel kesiagaan MBG, mulai dari jam 2 malam terus jam 5 sore. Karena waktu-waktu itu waktu krusial pemilihan bahan, kalau jam 5 kan sampai, masak jam 2 pagi," jelasnya.

Namun, dalam pelaksanaannya masih ditemukan petugas, kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), petugas penanggung jawab atau PIC hingga sejumlah sekolah yang tidak mematuhi ketentuan waktu distribusi.

"Kenyataannya masih ada di beberapa daerah orang-orang ini, anak-anak kita ini, kepala-kepala SPPG ini, termasuk PIC-PIC, termasuk ada juga sekolah-sekolah yang tidak tepat waktu dalam membagikan MBG melebihi batas waktu yang ditetapkan," kata Ketut.

Kasus dugaan keracunan tersebut terjadi di Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Tanggulangin, Sidoarjo. BGN mencatat total korban yang terdampak mencapai 512 santri.

"Berdasarkan data yang kami terima dari teman-teman yang sudah melakukan investigasi di lapangan, total yang terpapar atau terdampak sebanyak 512 orang," ujar Ketut dalam keterangannya, Rabu (2/9/2026).

Dari jumlah tersebut, sebanyak 80 santri masih menjalani perawatan di rumah sakit. Sementara 312 santri telah diperbolehkan pulang dan dinyatakan sembuh.

Adapun 120 santri lainnya masih menjalani observasi untuk memastikan kondisi kesehatan mereka.

"Kemudian yang masih dilakukan perawatan sekitar 80 orang dan sudah keluar dari rumah sakit dan dinyatakan sembuh sebanyak 312 orang, namun demikian kita juga masih melakukan observasi sebanyak 120 orang," tuturnya.

BGN bersama dinas kesehatan terkait juga telah melakukan investigasi terhadap kasus tersebut. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan seluruh faktor yang menyebabkan gangguan kesehatan pada penerima MBG.

Sebagai langkah penanganan, BGN menjatuhkan sanksi suspend kategori berat terhadap SPPG yang memasok makanan MBG kepada para santri.

"Kemudian kami juga melakukan suspend dengan kategori berat selama 30 hari terhadap SPPG Sidoarjo, Talang Angin," kata Ketut.

BGN memastikan hasil investigasi bersama dinas kesehatan nantinya akan diumumkan untuk menjelaskan penyebab kasus keracunan secara lebih lengkap.

Penanganan terhadap para santri yang terdampak juga tetap menjadi prioritas, termasuk pemantauan terhadap mereka yang masih menjalani perawatan maupun observasi.* (d/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
"Katanya Aman, Kok Bisa Keracunan?" Kepala SPPG Kalitengah Bingung sekaligus Minta Maaf, BGN Copot Jabatannya
"Dapurnya Sendiri-sendiri", PVMBG Jelaskan Fenomena Langka Enam Gunung Api Meletus Bersamaan
Korban Dugaan Keracunan MBG di Sidoarjo Terus Bertambah, BGN Buka Suara
448 Orang Keracunan Usai Santap MBG di Sidoarjo, SPPG Kalitengah Dihentikan Sementara
Tepis Isu Sesat Korban Jiwa, Wagub Emil Pastikan Ratusan Santri Sidoarjo Korban Keracunan MBG Tertangani Maksimal
Dari Ponpes ke Sekolah Lain, Dampak Keracunan MBG dari Satu Dapur SPPG di Sidoarjo Terus Meluas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru