BREAKING NEWS
Sabtu, 05 September 2026

"Matikan Kamera Langsung Kena SP", BGN Perketat Pengawasan Petugas MBG Lewat Zoom - Sejumlah Kasus Keracunan Naik ke Penyidikan Polisi

Dharma - Jumat, 04 September 2026 08:28 WIB
"Matikan Kamera Langsung Kena SP", BGN Perketat Pengawasan Petugas MBG Lewat Zoom - Sejumlah Kasus Keracunan Naik ke Penyidikan Polisi
Kepala BGN Sudaryono saat memberikan keterangan pers di hadapan wartawan. (Foto: Liputan6/ Ady Anugrahadi)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Badan Gizi Nasional (BGN) mengungkap sejumlah kasus gangguan kesehatan dan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) telah diproses oleh kepolisian. Bahkan, beberapa kasus disebut sudah masuk tahap penyidikan.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan pihaknya telah menerima laporan dari kepolisian terkait penanganan kasus tersebut. Sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang diduga menjadi sumber masalah juga telah diperiksa.

"Laporan yang kami terima dari kepolisian, beberapa titik dapur yang kemudian menyebabkan gangguan kesehatan, keracunan makanan, itu dilakukan penyelidikan dan ada yang sudah naik penyidikan," kata Sudaryono di Jakarta, dikutip Jumat (4/9/2026).

Baca Juga:

Sudaryono menegaskan proses penanganan kasus yang masuk ke ranah pidana merupakan kewenangan aparat penegak hukum. Termasuk mengenai kemungkinan adanya pihak yang ditetapkan sebagai tersangka.

Menurutnya, penetapan tersangka harus berdasarkan hasil penyelidikan dan penyidikan polisi. BGN memilih menyerahkan sepenuhnya proses hukum tersebut kepada aparat.

"Apakah ada yang tersangka atau tidak, kita serahkan kepada hasil penyidikan atau penyelidikan oleh aparat penegak hukum di lapangan," ujarnya.

Di sisi lain, BGN mulai memperketat pengawasan terhadap dapur SPPG untuk mencegah kasus keracunan kembali terjadi. Pengawasan juga diperketat terhadap Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) yang bertugas mengawasi operasional dapur.

"Kita minta pengawas dapur itu namanya adalah SPPI. Masalahnya, SPPI-nya juga harus diawasi," kata Sudaryono.

BGN kemudian menerapkan pembagian jam kerja menjadi dua sesi bagi petugas SPPI. Kebijakan tersebut dilakukan untuk memperjelas jam kerja yang sebelumnya dinilai belum teratur.

Salah satu waktu yang menjadi perhatian adalah saat penerimaan bahan makanan. Proses tersebut disebut berlangsung sekitar satu hingga dua jam dan menjadi bagian penting dalam pengawasan kualitas bahan sebelum diolah.

"Selama ini tidak ada jam kerja yang jelas. Kemudian kami (membagi) jam kerja SPPI, jam kerjanya masuk dua sesi," ujar Sudaryono.

Untuk mengawasi kehadiran petugas, BGN menyiapkan kombinasi teknologi biometrik dan absensi virtual. Sambil menunggu penerapan sistem biometrik, petugas saat ini diwajibkan mengikuti pertemuan virtual pada jam-jam tertentu untuk memastikan kehadiran.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Graha Merah Putih Telkom Bakal Jadi Kantor Baru BGN
Pengadaan LED Rp535 Miliar Bikin Heboh, Kepala BGN: Mengada-ada
Di Forum Ekonomi Rusia, Prabowo Ungkap Alasan MBG Jadi Program Prioritas: Pembangunan Harus Diukur dari Meja Makan Rakyat
Ribuan Orang Diduga Keracunan MBG Hanya dalam 3 Hari, Kasus Terbaru Muncul di Rembang hingga Tana Toraja
Antisipasi Erupsi Besar Gunung Sinabung, Pangdam I/BB Kerahkan 1.279 Personel di Karo: Kita Tidak Boleh Lengah
664 Orang Keracunan MBG di Sidoarjo, Kepala BGN: Ini Kelalaian yang Disengaja, Ada Unsur Pidana
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru