BREAKING NEWS
Sabtu, 05 September 2026

500 Santri Keracunan Massal di Sidoarjo, Zulhas Tancap Gas Minta Kepala SPPG Diproses Hukum Tanpa Toleransi

Adelia Syafitri - Jumat, 04 September 2026 09:38 WIB
500 Santri Keracunan Massal di Sidoarjo, Zulhas Tancap Gas Minta Kepala SPPG Diproses Hukum Tanpa Toleransi
Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan. (Foto: BPMI Setpres)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan meminta kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Sidoarjo, Jawa Timur, ditindak tegas apabila terbukti bertanggung jawab atas kasus dugaan keracunan yang dialami lebih dari 500 orang.

Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan pemeriksaan terhadap kasus tersebut harus dilakukan secara menyeluruh. Bila ditemukan pelanggaran, dia meminta sanksi tidak berhenti pada administrasi, tetapi dapat dilanjutkan ke proses hukum.

"Saya minta diperiksa sampai tuntas. Kalau terbukti kepala SPPG tidak bertanggung jawab, tindak tegas. Tidak ada toleransi," kata Zulhas dalam keterangan resminya, Jumat (4/9/2026).

Baca Juga:

Menurut Zulhas, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh dilakukan sembarangan. Setiap pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan harus memastikan makanan yang diberikan aman dan layak dikonsumsi.

Dia menegaskan keselamatan penerima manfaat, terutama anak-anak, menjadi hal utama yang harus diperhatikan karena berkaitan dengan kesehatan dan masa depan mereka.

Zulhas juga meminta kasus dugaan keracunan tidak hanya diselesaikan melalui sanksi administratif. Apabila hasil pemeriksaan menemukan unsur pelanggaran hukum, kasus tersebut harus diteruskan kepada aparat penegak hukum.

"Kalau memang ditemukan pelanggaran hukum, jangan ragu diproses sesuai ketentuan, termasuk diteruskan kepada aparat penegak hukum. Harus ada efek jera," ujarnya.

Menurut Zulhas, efek jera diperlukan agar kepala SPPG dan pengelola dapur MBG memahami bahwa tanggung jawab mereka bukan sekadar menyiapkan dan membagikan makanan. Mereka juga wajib memastikan makanan yang diberikan kepada anak-anak memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.

Kasus dugaan keracunan tersebut terjadi setelah lebih dari 500 orang mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan dari SPPG Kalitengah, Sidoarjo.

Saat kejadian, pemerintah daerah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan tenaga kesehatan langsung melakukan penanganan terhadap para korban.

BGN kemudian menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah. Saat ini, SPPG tersebut masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.

Zulhas mengatakan insiden di Sidoarjo akan menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk memperketat pengawasan serta meningkatkan disiplin operasional seluruh SPPG yang menjalankan program MBG di Indonesia.* (k/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bongkar Penyebab Utama, BGN Sebut 80 hingga 90 Persen Kasus Keracunan MBG Terjadi Akibat Langgar SOP Dapur
"Matikan Kamera Langsung Kena SP", BGN Perketat Pengawasan Petugas MBG Lewat Zoom - Sejumlah Kasus Keracunan Naik ke Penyidikan Polisi
Ribuan Orang Diduga Keracunan MBG Hanya dalam 3 Hari, Kasus Terbaru Muncul di Rembang hingga Tana Toraja
664 Orang Keracunan MBG di Sidoarjo, Kepala BGN: Ini Kelalaian yang Disengaja, Ada Unsur Pidana
20 Siswa SMAN 1 Lubuk Pakam Keluhkan Sakit Perut, Sampel Menu MBG Diperiksa
Bukan Karena Racun, BGN Bongkar Makanan Lewat Batas 4 Jam Jadi Dalang 512 Santri Sidoarjo Keracunan MBG
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru