Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pangan (Menko Pangan) Zulkifli Hasan meminta kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah, Sidoarjo, Jawa Timur, ditindak tegas apabila terbukti bertanggung jawab atas kasus dugaan keracunan yang dialami lebih dari 500 orang.
Zulkifli Hasan atau Zulhas mengatakan pemeriksaan terhadap kasus tersebut harus dilakukan secara menyeluruh. Bila ditemukan pelanggaran, dia meminta sanksi tidak berhenti pada administrasi, tetapi dapat dilanjutkan ke proses hukum.
"Saya minta diperiksa sampai tuntas. Kalau terbukti kepala SPPG tidak bertanggung jawab, tindak tegas. Tidak ada toleransi," kata Zulhas dalam keterangan resminya, Jumat (4/9/2026).
Baca Juga:
Menurut Zulhas, pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) tidak boleh dilakukan sembarangan. Setiap pihak yang terlibat dalam penyediaan makanan harus memastikan makanan yang diberikan aman dan layak dikonsumsi.
Dia menegaskan keselamatan penerima manfaat, terutama anak-anak, menjadi hal utama yang harus diperhatikan karena berkaitan dengan kesehatan dan masa depan mereka.
Zulhas juga meminta kasus dugaan keracunan tidak hanya diselesaikan melalui sanksi administratif. Apabila hasil pemeriksaan menemukan unsur pelanggaran hukum, kasus tersebut harus diteruskan kepada aparat penegak hukum.
"Kalau memang ditemukan pelanggaran hukum, jangan ragu diproses sesuai ketentuan, termasuk diteruskan kepada aparat penegak hukum. Harus ada efek jera," ujarnya.
Menurut Zulhas, efek jera diperlukan agar kepala SPPG dan pengelola dapur MBG memahami bahwa tanggung jawab mereka bukan sekadar menyiapkan dan membagikan makanan. Mereka juga wajib memastikan makanan yang diberikan kepada anak-anak memenuhi standar keamanan dan kelayakan konsumsi.
Kasus dugaan keracunan tersebut terjadi setelah lebih dari 500 orang mengonsumsi menu MBG yang didistribusikan dari SPPG Kalitengah, Sidoarjo.
Saat kejadian, pemerintah daerah bersama Badan Gizi Nasional (BGN) dan tenaga kesehatan langsung melakukan penanganan terhadap para korban.
BGN kemudian menghentikan sementara operasional SPPG Kalitengah. Saat ini, SPPG tersebut masih menjalani pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab dan pihak yang bertanggung jawab atas kejadian tersebut.
Zulhas mengatakan insiden di Sidoarjo akan menjadi bahan evaluasi pemerintah untuk memperketat pengawasan serta meningkatkan disiplin operasional seluruh SPPG yang menjalankan program MBG di Indonesia.* (k/dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.