Supris Resmi Bergabung, Koti Pemuda Pancasila Sumut Gelar Syukuran dan Santuni Puluhan Anak Yatim
BINJAI Bergabungnya Supris sebagai bagian dari Komando Inti Mahatidana (Koti) Pemuda Pancasila Sumatera Utara ditandai dengan kegiatan s
NASIONAL
TAPANULI TENGAH — Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka menerima laporan soal pembangunan sabo dam di Kecamatan Tukka, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, yang masih terkendala ketersediaan dan penetapan harga bahan bakar minyak (BBM).
Laporan itu disampaikan Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Sumatra II Medan Feriyanto Pawenrusi saat Gibran melakukan kunjungan kerja ke Tapanuli Tengah, Jumat, 4 September 2026.
Gibran dalam kunjungan tersebut didampingi Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution dan Bupati Tapanuli Tengah Masinton Pasaribu.Baca Juga:
Feriyanto mengatakan pembangunan sabo dam di Tukka terkendala karena Pertamina belum menetapkan harga resmi terbaru BBM.
Kondisi tersebut turut mempengaruhi proses pengerjaan proyek pengendali material banjir tersebut.
"Kalau sudah ada penetapan BBM, kami langsung penuhi semua. Target pengerjaannya bulan ini sudah 50 persen. Kalau bapak berkenan kami bisa kejar sampai Oktober," ucapnya.
Pembangunan sabo dam menjadi salah satu solusi prioritas pemerintah untuk mengantisipasi banjir bandang yang berulang di Kecamatan Tukka.
Di hadapan Gibran, Feriyanto menjelaskan bahwa BBWS Sumatra II saat ini membangun Sabo Dam Oprit.
Bangunan tersebut dirancang memiliki fungsi ganda, yakni sebagai pengendali sedimen sekaligus dapat digunakan sebagai akses penghubung.
"Jadi bisa penggunaannya menjadi sabo bisa juga dilewati sebagai jembatan," terangnya ke Wapres RI di Hutanabolon, Tukka, Tapteng, Jumat, Siang.
Secara teknis, sabo dam tersebut memiliki tinggi sekitar 7 meter. Struktur bangunan dirancang untuk menampung material hingga 18.000 meter kubik.
Setelah pembangunan sabo dam selesai, pemerintah akan melanjutkan penanganan dan perbaikan alur sungai lainnya.
Langkah itu ditujukan untuk memperkuat perlindungan wilayah Tukka dari ancaman banjir dan material sedimen.
Selain meninjau penanganan banjir di Tapanuli Tengah, Gibran juga mengunjungi warga korban banjir bandang di Kabupaten Tapanuli Selatan.
Gibran memastikan pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga Garoga dan Huta Godang, Kecamatan Batangtoru, akan dimulai pada September 2026.
Kepastian itu disampaikan Gibran saat mengunjungi hunian sementara (huntara) warga Garoga di Desa Napa, Batangtoru, Tapanuli Selatan, Jumat, 4 September 2026.
"Bulan depan (September) hunian tetapnya akan mulai dibangun ya, bapak dan ibu," ujar Gibran.
Di lokasi tersebut, Gibran mengunjungi salah satu rumah warga yang dihuni Marwan Efendi.
Marwan merupakan korban banjir bandang yang terjadi pada 25 November 2025.
Rumah Marwan di Garoga hancur akibat bencana. Selama sekitar lima bulan, dia bersama keluarganya tinggal di huntara Desa Napa.
"Tadi Pak Gibran datang ke rumah menyapa saya sekaligus memberikan perlengkapan balita," ujar ayah dengan satu putri ini.
Kunjungan tersebut sekaligus memberikan kepastian kepada Marwan mengenai pembangunan hunian tetap yang selama ini ditunggu warga.
"Tadi Pak Gibran juga bilang, huntapnya akan dibangun bulan depan. Syukurlah ada kepastian soalnya selama ini kami menunggu-nunggu kapan huntap akan dibangun," kata Marwan.
Pemerintah berencana membangun sebanyak 699 unit huntap untuk warga Garoga dan Huta Godang yang terdampak banjir bandang.
Hunian tersebut akan dibangun di atas lahan seluas 18 hektare milik PTPN III. Lokasinya berada tepat di samping huntara warga Garoga di Desa Napa.
Sebelum mengunjungi huntara Garoga, Gibran terlebih dahulu mendatangi hunian tetap di Desa Hapesong Baru, Batangtoru.
Lokasi tersebut dihuni warga yang terdampak banjir bandang di daerah aliran sungai (DAS) Batangtoru.
Kehadiran Gibran mendapat sambutan warga. Sejumlah warga mengerumuninya untuk bersalaman. Gibran juga membagikan buku dan mainan kepada anak-anak.
Hal serupa dilakukan Gibran saat berada di huntara Garoga. Ia mengambil sejumlah mainan dari dalam kardus dan membagikannya kepada anak-anak korban banjir.
Setelah rangkaian kunjungan tersebut, Gibran melanjutkan perjalanan ke Garoga, wilayah yang terdampak parah hingga sebagian kawasan tersapu banjir bandang.
Gibran kemudian meninggalkan lokasi menggunakan helikopter dari Lapangan PTPN III.* (tm/ad)
BINJAI Bergabungnya Supris sebagai bagian dari Komando Inti Mahatidana (Koti) Pemuda Pancasila Sumatera Utara ditandai dengan kegiatan s
NASIONAL
DELI SERDANG Dugaan keracunan setelah sejumlah siswa SMAN 1 Lubukpakam mengalami sakit perut usai mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG)
PERISTIWA
JAKARTA Kredit Usaha Rakyat (KUR) BSI 2026 menjadi salah satu pilihan pembiayaan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yan
EKONOMI
OlehMargarito KamisINDONESIA harus diakui, mengambil rute organik yang berbeda dengan premis dasar liberalisme dan kapitalisme, dua kembara
OPINI
JAKARTA Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni meminta wilayah Areal Penggunaan Lain (APL) yang terbakar akibat kebakaran hutan dan lahan (k
NASIONAL
JAKARTA Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan hujan deras menjadi salah satu cara efektif untuk meng
NASIONAL
JAKARTA Tim Advokasi untuk Demokrasi (TAUD) mengkritik putusan Pengadilan Militer Tinggi II Jakarta yang menghapus pidana tambahan berup
HUKUM DAN KRIMINAL
LABUHANBATU SELATAN Bupati Labuhanbatu Selatan (Labusel) Fery Sahputra Simatupang meninjau pembangunan gedung kantor dinas di kawasan Pe
PEMERINTAHAN
JAKARTA Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan atau Zulhas menegaskan swasembada pangan merupakan bagian penting dari kedaulat
EKONOMI
JAKARTA Polri mencatat sebanyak 112 orang telah ditetapkan sebagai tersangka atau terduga dalam penanganan kasus kebakaran hutan dan lah
HUKUM DAN KRIMINAL