BREAKING NEWS
Sabtu, 05 September 2026

Kepala BNPB: Asap dan Kabut Karhutla Bisa Hilang jika Hujan Deras Turun

Dharma - Jumat, 04 September 2026 21:51 WIB
Kepala BNPB: Asap dan Kabut Karhutla Bisa Hilang jika Hujan Deras Turun
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto di Lanud Supadio, Kalimantan Barat, Jumat, 4 September 2026. (foto: Kodam Tanjungpura/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto mengatakan hujan deras menjadi salah satu cara efektif untuk mengurangi asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pernyataan itu disampaikan Suharyanto dalam rapat penanganan karhutla di Lanud Supadio, Kalimantan Barat, Jumat, 4 September 2026.

Menurut dia, kondisi asap dan kabut yang menyelimuti sejumlah wilayah dapat berangsur berkurang jika hujan deras turun.

Baca Juga:

"Jadi memang terjadi penurunan, meskipun sangat pekat ini apa, asapnya ya, kabutnya, ini bisa-bisa selesai itu nanti kalau sudah datang hujan yang deras," ujar Suharyanto.

Suharyanto berharap Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) dapat segera dilakukan di sejumlah daerah yang terdampak karhutla.

Dia mengatakan mendapat informasi dari Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni mengenai potensi awan hujan di Kalimantan Barat pada awal September.

Kondisi tersebut dinilai dapat mendukung pelaksanaan OMC.

"Mudah-mudahan ini tanggal 4 September 2026, informasinya Pak Menteri sampai tanggal 10 kita bisa lakukan OMC," ungkap dia.

Suharyanto juga menyoroti penyebaran asap karhutla dari Kalimantan ke negara tetangga.

Menurut dia, kondisi asap pada 3 September 2026 telah menyelimuti hampir seluruh wilayah Kalimantan.

"Jadi sudah di tanggal 3 September itu sudah hampir seluruh Kalimantan ini sudah menyatu asapnya. Beberapa kali sudah masuk ke wilayah Malaysia dan sebagai informasi juga sudah masuk ke wilayah Filipina," kata Suharyanto.

BNPB, kata dia, telah melaporkan kondisi tersebut kepada Kementerian Luar Negeri, termasuk mengenai arah angin yang menyebabkan asap bergerak menuju wilayah negara tetangga.

"Kemarin dari, Kementerian Luar Negeri meminta rilis, meminta kebenarannya karena sudah mulai dipertanyakan dan kita jawab ya memang sudah ke sana karena arah anginnya memang ke arah utara," ungkap dia.

Suharyanto menyebut Kalimantan Barat menjadi provinsi dengan luas area karhutla terbesar dibanding lima provinsi prioritas lainnya.

Berdasarkan data BNPB, terdapat 106 titik panas atau hotspot dan 61 titik api atau fire spot di wilayah tersebut.

Dari 61 titik api itu, area yang terbakar diperkirakan mencapai sekitar 802 hektare.

"Nah, tentu saja hotspot ini kan tidak serta-merta itu kebakaran. Kemudian kemarin dilakukan patroli, baik dari darat maupun dari udara, yang jelas dari udara itu menemukan 61 fire spot. Dan estimasi yang terbakar kemarin 802,17 hektar," ucap dia.

Dari area yang terbakar tersebut, sebanyak 432,90 hektare dilaporkan telah berhasil dipadamkan.

Suharyanto mengatakan sebagian besar proses pemadaman dilakukan oleh satuan tugas darat.

"Luar biasa ini pasukan darat ini Pak Gubernur. 429,90 hektar itu berhasil dipadamkan oleh Satgas Darat. Mudah-mudahan betul ini data ini," ucapnya.

Pemerintah masih melakukan penanganan karhutla melalui pemadaman dari darat dan udara.

BNPB juga berharap kondisi cuaca mendukung upaya pemadaman dan pengurangan asap di wilayah terdampak.* (km/ad)

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Polri Tetapkan 112 Tersangka Kasus Karhutla, Riau Terbanyak
Wapres Gibran: Pemerintah Percepat Pembangunan Huntap agar Warga Dapat Tempat Tinggal Layak dan Aman
Begini Penampakan Pulau Kalimantan yang Dirilis NASA, Diselimuti Asap Karhutla dan Ratusan Titik Panas Terlihat
Gunung Sinabung Siaga Level 3, BPBD Sumut Pastikan Pengungsi dan Warga di Zona Merah Ditangani
Wapres Gibran Tinjau Rehabilitasi SMA Negeri 1 Barus, Bobby Nasution Minta Pembangunan Dipercepat
Wakil Wali Kota Medan Tegaskan Pendidikan Tak Boleh Lumpuh di Tengah Bencana, Sekolah Harus Aman dan Tangguh
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru