BREAKING NEWS
Jumat, 11 September 2026

Turun Gunung ke Bengkayang Tim Sespimmen Polri Gencarkan Edukasi Warga Cegah Karhutla

Dodi Kurniawan - Kamis, 10 September 2026 22:40 WIB
Turun Gunung ke Bengkayang Tim Sespimmen Polri Gencarkan Edukasi Warga Cegah Karhutla
Serdik Sespimmen Dikreg ke-67 sebagai Tim Edukasi Lemdiklat Polri turun langsung mengedukasi masyarakat di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. (Foto: ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

BENGKAYANG - Peserta Didik (Serdik) Sespimmen Dikreg ke-67 sebagai Tim Edukasi Lemdiklat Polri turun langsung mengedukasi masyarakat di Kabupaten Bengkayang, Kalimantan Barat, untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Edukasi dilakukan di wilayah hukum Polsek Teriak, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan dipusatkan di Posko Terpadu Penanganan Karhutla Kecamatan Teriak, Dusun Dungkan, Desa Dharma Bhakti. Kegiatan tersebut dihadiri Camat Teriak Thomas Meidyo Putra, Kapolsek Teriak Iptu Kasianus, perwakilan Koramil 01/1209 Bengkayang, Kepala Puskesmas Teriak, Kepala Desa Dharma Bhakti, tokoh agama, personel Polsek Teriak, serta masyarakat.


Baca Juga:

Tim Edukasi yang terdiri dari Kompol Rudi Sembiring, Kompol Josina, Kompol Gilang, Kompol Chairul, dan Mayor Aritonang mengajak masyarakat melihat karhutla sebagai persoalan yang membutuhkan keterlibatan bersama.

Dalam sosialisasi, tim menjelaskan bahwa karhutla tidak hanya berdampak terhadap lingkungan, tetapi juga dapat mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat. Kabut asap akibat kebakaran dapat menurunkan kualitas udara dan memicu gangguan pernapasan.

Dampak karhutla juga dapat merembet ke sektor pendidikan karena kabut asap berpotensi mengganggu kegiatan belajar anak-anak.


Masyarakat kemudian diberikan pemahaman mengenai pentingnya melaporkan dengan cepat apabila menemukan asap atau titik api. Tim memperkenalkan layanan Call Center 110 Polri yang dapat digunakan masyarakat untuk menyampaikan laporan maupun keluhan, termasuk kejadian yang berkaitan dengan karhutla.

Ketua Tim Edukasi Lemdiklat Polri Kombes Pol Fillol Praja Arthadira mengatakan pencegahan karhutla membutuhkan keterlibatan masyarakat karena tidak dapat hanya mengandalkan Polri maupun pemerintah.


"Pencegahan Karhutla membutuhkan kepedulian dan peran bersama. Masyarakat memiliki peran yang sangat penting untuk menjaga lingkungan, mencegah munculnya titik api dan segera melaporkan apabila menemukan potensi kebakaran," kata Fillol.

Dia mengatakan pendekatan kepada masyarakat dilakukan melalui dialog dan edukasi agar warga memahami bahaya karhutla sekaligus memiliki peran dalam menjaga lingkungan.

"Kami hadir untuk berdiskusi dan memberikan pemahaman. Masyarakat tetap dapat menjalankan aktivitas berladang dengan memperhatikan aturan dan kearifan lokal, namun dalam kondisi seperti sekarang pembukaan lahan dengan cara yang berisiko menimbulkan kebakaran perlu dikurangi," ujarnya.


Dalam sesi dialog, seorang warga bernama Didit menyampaikan pertanyaan mengenai kondisi petani dan peladang yang kerap dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab ketika terjadi karhutla dan kabut asap.

Tim Edukasi menjelaskan bahwa Polri tidak melarang masyarakat berladang dengan tetap memperhatikan aturan dan kearifan lokal. Namun, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan mengurangi aktivitas pembakaran lahan mengingat kondisi kemarau serta ancaman karhutla.

Usai sosialisasi, Tim Edukasi bersama Satgas Karhutla Kecamatan Teriak mengecek peralatan penanganan karhutla yang tersedia di posko. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembagian bantuan sosial dan masker serta pemeriksaan kesehatan bagi masyarakat.


Tim juga menyebarkan pamflet, memasang spanduk imbauan pencegahan karhutla, dan melakukan sosialisasi dari rumah ke rumah.

Edukasi dilanjutkan di Warkop Alim, Dusun Soha, Desa Bangun Sari, Kecamatan Teriak. Di lokasi tersebut, tim berdialog langsung dengan masyarakat mengenai pencegahan karhutla, membagikan masker, serta menyampaikan imbauan melalui media baliho.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari Kuliah Kerja Profesi (KKP), pengamatan wilayah, dan studi lapangan Peserta Didik Sespimmen Dikreg ke-67. Kegiatan sekaligus menjadi bentuk dukungan terhadap upaya Polres Bengkayang dalam memperkuat langkah pencegahan karhutla.


Melalui edukasi dan dialog langsung, masyarakat diharapkan semakin memahami bahwa pencegahan karhutla bukan hanya menjadi tugas petugas, tetapi membutuhkan peran seluruh elemen masyarakat.* (dh)

Editor
: Dharma
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Tragis 4 Orang Tewas dan 347 Warga Terluka Akibat Karhutla, Kalteng Catat Korban Terbanyak
Malaysia Desak Ganti Rugi Kabut Asap dari Indonesia, Ini Usulan Pakarnya
Cegah Karhutla, Polres Aceh Tengah Pasang Spanduk dan Edukasi Warga di 14 Kecamatan
Kabut Asap Karhutla Meluas ke 14 Daerah di Sumut, Bobby Nasution Siapkan Pembelajaran Jarak Jauh
Tim Gabungan Berhasil Jinakkan Karhutla di Desa Leukeun Aceh Barat, Polisi Pastikan Tak Ada Lagi Titik Api
Asap Karhutla Sumatera-Kalimantan Siap 'Menyeberang', Singapura hingga Brunei Waspada Kabut Lintas Batas
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru