BREAKING NEWS
Sabtu, 12 September 2026

Keracunan MBG Terus Terjadi, Pengamat: Jika Presiden Prabowo Tetap Memaksakan, Saya Akan Mundur Kalau Saya sebagai Kepala BGN

Nurul - Sabtu, 12 September 2026 14:58 WIB
Keracunan MBG Terus Terjadi, Pengamat: Jika Presiden Prabowo Tetap Memaksakan, Saya Akan Mundur Kalau Saya sebagai Kepala BGN
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono. (foto: Dok. BGN)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

"Jadi sudah sangat wajar kalau misalnya Presiden Prabowo dilaporkan terkait dengan keracunan akibat programnya tersebut." tegas Fernando.

Ia juga menyoroti posisi Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono dalam pelaksanaan program MBG.Menurut Fernando, jika dirinya berada dalam posisi Sudaryono dan program tersebut tetap dipaksakan berjalan meski berbagai persoalan muncul, ia memilih mengundurkan diri.

"Kalau kalau saya jadi Pak Sudaryono dengan persoalan ini saya akan menyatakan mengundurkan diri, kalau Pak Prabowo masih memaksakan untuk pelaksanaan program MBG di tengah banyaknya persoalan dan banyaknya korban dari pelaksanaan program ini," ungkap Fernando.

Baca Juga:

Di sisi lain, BGN telah melakukan evaluasi terhadap berbagai kasus dugaan keracunan yang terjadi dalam pelaksanaan program MBG.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan hasil evaluasi menunjukkan mayoritas insiden diduga berkaitan dengan ketidakpatuhan pengelola dapur terhadap Standar Operasional Prosedur atau SOP.

Pelanggaran tersebut disebut terjadi dalam sejumlah tahapan, mulai dari penerimaan bahan makanan, penyimpanan, pengaturan suhu hingga batas waktu konsumsi.

"Kami tadi sudah, sudah jelaskan juga di dalam. Dari kasus keracunan yang ada itu kalau kita breakdown, itu 80-90 persen tuh karena tidak taat SOP."

"Tidak taat SOP penyimpanan, tidak taat SOP pada saat dia penerimaan barang, tidak taat SOP terkait suhu dan waktu konsumsi, waktu konsumsi, batas konsumsi waktu, dan seterusnya. Itu mayoritas itu," ungkapnya.

Sudaryono mengatakan BGN sebelumnya telah menerapkan pengaturan jam kerja bagi Kepala Dapur dan Pengawas Gizi.Keduanya dijadwalkan bekerja pada dini hari dan sore hari untuk memperketat pengawasan terhadap proses penyediaan makanan.

Menurut Sudaryono, penerapan pola tersebut sempat membuat kasus dugaan keracunan berada dalam kondisi relatif landai selama sekitar tiga pekan.

Namun, laporan kembali muncul di sejumlah daerah, di antaranya Sidoarjo, Agam, dan Rembang.

"Nah, jadi ini menjadi catatan bagi kami. So far dengan kami berlakukan jam kerjanya Kepala Dapur dan Pengawas Gizi di dini hari dan di sore hari, itu kemudian so far kemarin cukup landai selama 3 minggu."

Editor
: Raman Krisna
0 komentar
Tags
beritaTerkait
IMT-GT ke-32 Sukses Digelar: Sumut Tawarkan Proyek Investasi Triliunan, Forum Sumatera 10 Mengemuka
Pemko Medan Bongkar Penyebab Harga Ayam Tinggi: Rantai Pasok Terlalu Panjang
Kapolri: Pungli dan Premanisme di Kawasan Industri, Akan Ditindak
Jejaring Rakyat Miskin Minta DPR Hentikan Pembagian Sertifikat Tanah Secara Individu
Longsor di STM Hulu Ganggu Akses Warga, Pemkab Deli Serdang Siapkan Jalan Alternatif
54 Warga Deli Serdang Gugat PTPN I, Kodaeral I dan BPN soal Sengketa Lahan 270 Hektare: Kami Tidak Melawan Negara!
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru