Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
"Kemudian kita di beberapa hari terakhir ini kemudian tersebar berita adanya keracunan di Sidoarjo, di Agam, kemudian tadi di mana? Di Lasem ya, ini di Rembang ya. Ini tentu saja kami sangat, sangat terpukul sebetulnya. Tapi ini, dan kami tidak boleh menyerah," ucapnya.
Baca Juga:
Munculnya kembali kasus dugaan keracunan membuat BGN menyatakan akan melakukan evaluasi terhadap tata kelola program MBG secara menyeluruh.Pembenahan tidak hanya menyangkut proses penyediaan makanan, tetapi juga aturan, alur pelaksanaan hingga tata kelola keuangan.
"InsyaAllah ini kami, kita perbaiki semua tata kelolanya, aturannya, flow, flow, flow penataan keuangannya, dan lain sebagainya, ya. Kami kemudian terus berkoordinasi, data antar kementerian/lembaga yang terkait-terkait MBG ini juga saling, udah saling ngobrol, sehingga BGN ini tidak hanya ngasih makan orang kemudian kenyang, selesai, enggak," ujarnya.
Sudaryono menegaskan keberhasilan program MBG tidak cukup hanya diukur dari jumlah makanan yang telah disalurkan kepada penerima manfaat.
Menurut dia, program tersebut harus memberikan dampak nyata terhadap status gizi masyarakat dan hasilnya dapat dipantau secara terukur.Salah satu instrumen yang akan digunakan adalah Nomor Induk Kependudukan (NIK).
Integrasi data tersebut diharapkan dapat membantu pemerintah memantau perkembangan fisik dan status gizi anak setelah menerima MBG dalam periode tertentu.
"Tapi output dan impact yang kita inginkan adalah si A yang ber-NIK ini, yang sekolah di SD ini, itu kemudian setelah diberikan MBG selama sekian bulan, di catatan sistemnya Kementerian Kesehatan bisa kita tarik datanya sehingga kita bisa tahu perkembangan gizinya. Yang tadinya kurus tambah gemuk enggak? Yang tadinya apa, underweight itu jadi kemudian normal enggak? Yang tadinya pendek jadi tinggi enggak? Dan lain-lain, itu kan intinya itu," pungkasnya.
Kasus dugaan keracunan MBG kini menjadi perhatian karena menyangkut keamanan makanan sekaligus kesehatan penerima manfaat.
Pemerintah dan
BGN masih melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan
program tersebut, termasuk memastikan standar keamanan pangan dipatuhi oleh seluruh pengelola dapur
MBG.*
(tb/ad)
Baca Juga:
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.