BREAKING NEWS
Senin, 14 September 2026

Lacak Lewat 3 Operator Seluler, Komdigi Temukan Titik Terang: Sinyal Terakhir 8 Orang Hilang Ada di Pulau Sebesi

Nurul - Sabtu, 12 September 2026 17:36 WIB
Lacak Lewat 3 Operator Seluler, Komdigi Temukan Titik Terang: Sinyal Terakhir 8 Orang Hilang Ada di Pulau Sebesi
Pemantauan pergerakan tim SAR mencari jurnalis hilang kontak. (Foto: Liputan6/Wisnoe Moerti)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

PANDEGLANG - Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) mendeteksi titik kontak terakhir delapan orang yang hilang saat meliput aktivitas Gunung Anak Krakatau berada di sekitar Pulau Sebesi, Selat Sunda. Data tersebut diperoleh dari pemantauan jaringan telekomunikasi dan telah disampaikan kepada Tim SAR Gabungan sebagai salah satu petunjuk pencarian.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan pihaknya berkoordinasi dengan tiga operator seluler untuk mendeteksi keberadaan sinyal di sekitar wilayah operasi pencarian, termasuk wilayah Banten dan Lampung.

"Kita sudah berkoordinasi dengan tiga operator seluler untuk mendeteksi BTS yang ada di seputaran Selat Sunda, baik yang ada di wilayah Banten maupun Lampung," kata Nezar di Posko SAR, Dermaga Pantai Marina, Pandeglang, Sabtu (12/9/2026).

Baca Juga:

Pemantauan juga dilakukan melalui Balai Monitor Spektrum Frekuensi Radio untuk mengetahui apabila terdapat sinyal yang tertangkap di wilayah yang menjadi fokus pencarian.

Nezar mengatakan berdasarkan data telekomunikasi yang diterima Komdigi, Pulau Sebesi menjadi titik kontak terakhir yang terdeteksi.

"Kontak terakhir di Pulau Sebesi, sinyal dipancarkan terdeteksi di pulau itu dan sudah disampaikan Tim SAR. Data itu menjadi data penting," ujarnya.

Memasuki hari kelima operasi SAR, Tim SAR Gabungan terus memperluas pencarian terhadap delapan orang yang berada di dalam speedboat yang hilang kontak di perairan Selat Sunda.

Sebanyak 14 kapal dan satu helikopter dikerahkan untuk melakukan penyisiran di sejumlah wilayah yang diduga berkaitan dengan jalur perjalanan speedboat tersebut.

"Kita terus memantau, mencari, berdoa agar proses pencarian diberikan kekuatan dan segera ditemukan delapan orang," kata Nezar.

Pencarian melalui udara juga dilakukan meski menghadapi kendala cuaca. Nezar mengatakan helikopter sempat menghadapi kabut sehingga jarak pandang hanya sekitar 1,5 kilometer.

"Heli sudah terbang, tapi ada kabut sehingga jarak pandang rendah. Namun demikian tetap terus dilakukan pencarian di titik-titik yang diduga disinggahi atau dilintasi kapal yang sedang dicari," tuturnya.

Nezar meminta masyarakat mengacu pada informasi resmi dari Tim SAR untuk mengetahui perkembangan operasi pencarian dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

"Sebaiknya informasi yang diterima adalah informasi resmi dari tim SAR," ujarnya.

Hilangnya rombongan bermula saat delapan orang berangkat menggunakan speedboat dari Dermaga Pagedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas vulkanik.

Delapan orang tersebut terdiri atas lima jurnalis, yakni Muhammad Bagus Khoirunas dari ANTARA, Arie Basuki dari Merdeka.com, Donal Husni yang merupakan fotografer lepas, Yudhistira dari iNews, serta Daus dari Anadolu.

Selain lima jurnalis, terdapat tiga orang lainnya di dalam speedboat, yakni nakhoda, anak buah kapal (ABK), dan seorang pemandu.

Hingga Sabtu (12/9/2026), Tim SAR Gabungan masih melakukan pencarian terhadap seluruh rombongan. Data mengenai titik kontak terakhir di Pulau Sebesi menjadi salah satu informasi yang digunakan dalam menentukan wilayah penyisiran.* (lp/dh)

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Bertahun-tahun Dianggap Wajar, DPR Sebut Penghapusan Sisa Kuota Internet Bentuk Ketidakadilan
Janda Tiga Anak Ditangkap Polisi karena Live Streaming Pornografi di TikTok, Raup hingga Rp300 Ribu Sekali Siaran
Bareskrim Bongkar Jaringan Judol Internasional, Transaksi Tembus Rp1 Triliun!
Dituding Sengaja Tutupi Kasus Pejompongan, Komdigi Beri Bantahan Telak dan Pastikan Tak Pernah Minta Takedown Video
Tindak Lanjuti Putusan MK, Komdigi Resmi Larang Operator Telekomunikasi Hanguskan Sisa Kuota
Demi Cuan dan 'Gift' di Tengah Panasnya Aksi! Komdigi Sentil Akun Live Streaming Demo DPR yang Cuma Kejar Viral
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru