Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
JAKARTA - Anggota Komisi XIII DPR RI Fraksi Partai Golkar Maruli Siahaan mengecam penembakan yang menewaskan tiga aparatur sipil negara (ASN) Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan. Dia meminta aparat keamanan mengusut tuntas pelaku hingga pihak yang diduga berada di balik aksi tersebut.
Maruli menyampaikan duka cita kepada keluarga para korban. Menurutnya, penembakan terhadap ASN yang sedang menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat merupakan tindakan serius yang harus direspons dengan penegakan hukum.
"Saya mendorong aparat keamanan dan penegak hukum untuk mengejar dan menindak tegas seluruh pelaku sesuai ketentuan hukum. Jangan berhenti kepada pelaku di lapangan. Telusuri siapa yang merencanakan, membantu, menyediakan senjata maupun jaringan yang berada di belakang tindakan tersebut," kata Maruli dalam keterangannya, Minggu (13/9/2026).
Baca Juga:
Maruli mengapresiasi langkah aparat yang telah melakukan penyelidikan dan mengidentifikasi pihak-pihak yang diduga terlibat. Dia meminta proses tersebut dilanjutkan secara cepat, profesional, dan terukur hingga seluruh pihak yang bertanggung jawab dapat diproses sesuai hukum.
"Negara tidak boleh kalah terhadap kekerasan. Tidak boleh ada ruang bagi siapa pun yang menggunakan senjata dan teror untuk menciptakan ketakutan di tengah masyarakat," ujarnya.
Meski mendorong penindakan tegas, Maruli menegaskan proses penegakan hukum harus tetap berpegang pada prinsip hukum dan hak asasi manusia (HAM). Perlindungan terhadap masyarakat sipil juga harus menjadi perhatian dalam penanganan kasus tersebut.
Menurut Maruli, peristiwa tersebut menjadi peringatan mengenai pentingnya jaminan keamanan bagi ASN, tenaga kesehatan, tenaga pendidikan, dan petugas pelayanan publik yang bekerja di wilayah dengan tingkat kerawanan keamanan tinggi.
"Mereka datang untuk melayani masyarakat, bukan untuk menjadi sasaran kekerasan. Negara wajib memastikan setiap aparatur maupun masyarakat sipil dapat bekerja dan hidup dengan rasa aman," katanya.
Maruli juga mengajak seluruh elemen masyarakat Papua menjaga situasi tetap kondusif dan tidak memberikan ruang bagi tindakan kekerasan.
"Papua membutuhkan kedamaian dan pembangunan. Tetapi kedamaian juga membutuhkan kepastian hukum. Siapa pun yang melakukan tindak kekerasan dan menghilangkan nyawa manusia harus mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum," pungkasnya.
Penembakan tiga ASN Dinas Pertanian Kabupaten Jayawijaya sebelumnya terjadi pada Rabu (9/9/2026). Aparat keamanan masih melakukan pengejaran terhadap kelompok yang diduga menjadi pelaku.* (dh)
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.