Hadapi Era AI! Bupati Batu Bara Minta Kader HMI Siapkan SDM Unggul & Manfaatkan Bonus Demografi
ASAHAN Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian menghadiri pembukaan Intermediate Training Latihan Kader II (LK II) Tingkat Nasional Himpunan M
PENDIDIKAN
JAKARTA - Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) Nusron Wahid hingga kini belum diperiksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan suap pengurusan Hak Guna Bangunan (HGB) PT Summarecon Agung Tbk di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.
Kasus tersebut bermula dari operasi tangkap tangan (OTT) KPK di wilayah Jabodetabek pada 14 September 2026. KPK kemudian menetapkan delapan orang sebagai tersangka dalam perkara tersebut.
Meski Nusron belum dipanggil, Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi menyoroti jejaring politik yang dimiliki Menteri ATR/BPN tersebut.Baca Juga:
Burhanuddin menyebut Nusron memiliki sejumlah "kartu politik" yang menurutnya membuat posisi politik Nusron cukup kuat.
"Sebenarnya Pak Nusron Wahid punya banyak kartu, bukan hanya dari Golkar, kita tahu beliau Sekretaris TKN Tim Kampanye Nasional Prabowo-Gibran dan punya akses langsung kepada Pak Prabowo," kata Burhanuddin dikutip, Senin (28/9/2026).
Menurut Burhanuddin, posisi Nusron tidak hanya terkait dengan Partai Golkar. Dia juga menyebut Nusron memiliki kedekatan personal serta merepresentasikan kalangan Nahdlatul Ulama (NU).
"Beliau tidak hanya mengandalkan kedekatan berdasarkan dari pintu masuk Partai Golkar, tetapi juga punya banyak semacam kartu truf, termasuk bukan hanya kedekatan personal, tapi juga beliau representasi politisi Nahdlatul Ulama (NU)," ujarnya.
Burhanuddin kemudian menilai berbagai jejaring tersebut sebagai faktor yang menurut pandangannya dapat memengaruhi posisi tawar Nusron dalam situasi pemeriksaan KPK. Pernyataan tersebut merupakan analisis pribadi Burhanuddin dan bukan kesimpulan KPK mengenai alasan belum diperiksanya Nusron.
KPK Masih Kumpulkan Alat Bukti
Sementara itu, KPK menyatakan penyidikan kasus dugaan suap tersebut masih berjalan. Juru Bicara KPK Budi Prasetyo mengatakan penyidik masih melakukan penggeledahan di sejumlah lokasi untuk mencari alat bukti.
"Terkait dengan perkembangan penyidikan perkara ini, mari kita sama-sama tunggu. Saat ini penyidik masih fokus untuk melakukan kegiatan penggeledahan," kata Budi.
Menurut Budi, hasil penggeledahan akan menjadi dasar bagi penyidik untuk menentukan saksi maupun pihak lain yang perlu dipanggil untuk memberikan keterangan.
"Semua bergantung pada kebutuhan penyidikan, bergantung pada alat bukti yang ditemukan, yang kemudian nanti butuh untuk dikonfirmasi, butuh untuk dijelaskan oleh pihak-pihak yang diduga mengetahui terkait dengan materi yang sedang dilakukan penyidikan tersebut," ujarnya.
ASAHAN Bupati Batu Bara Baharuddin Siagian menghadiri pembukaan Intermediate Training Latihan Kader II (LK II) Tingkat Nasional Himpunan M
PENDIDIKAN
DELI SERDANG, BITV ONLINE Kondisi jalan di Dusun II, Gang Buntu, Desa Cinta Damai, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang, Su
PERISTIWA
BATU BARA Dalam upaya memperkuat integritas, kedisiplinan, pengawasan internal, serta tata kelola pelaksanaan tugas dan fungsi Pemasyara
NASIONAL
JAKARTA Sejumlah mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) berencana menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung DPR RI, Jakarta, pada K
NASIONAL
JAKARTA Mantan Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas bersama tiga terdakwa lainnya menyiapkan puluhan saksi dan ahli untuk dihadirkan dalam pe
NASIONAL
JAKARTA Nilai tukar rupiah kembali melemah hingga menyentuh level Rp18.000 per dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Selasa (29/9/20
EKONOMI
BANDA ACEH Forum Bangun Aceh (FBA) menggelar workshop kajian risiko bencana dan penyusunan Rencana Kontinjensi (RENKON) Gampong untuk memp
NASIONAL
MEDAN Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Utara meminta penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut melengkapi
HUKUM DAN KRIMINAL
SIBOLGA Mantan Wali Kota Sibolga periode 20212025, Jamaludin Pohan, telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi pembangu
HUKUM DAN KRIMINAL
BELAWAN Unit Reskrim Polsek Belawan menangkap pria berinisial AH alias K (43) yang diduga membobol rumah warga di Jalan Bangka, Kelurahan
HUKUM DAN KRIMINAL