Pengungsi Bencana Tandihat di Huntara: Nyaman Tapi Rindu Rumah Sendiri
TAPSEL Sejumlah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, menyatakan merasa n
NASIONAL
LEBANON -Dalam serangan besar-besaran yang dilancarkan oleh militer Israel, jumlah korban tewas di Lebanon terus meningkat, mencapai 558 orang, termasuk 50 anak-anak. Ini merupakan pertempuran paling mematikan yang dialami Lebanon sejak konflik antara Hizbullah dan Israel pada tahun 2006. Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan bahwa “sebagian besar, jika tidak semua dari mereka yang tewas dalam serangan kemarin adalah orang-orang tak bersenjata di rumah mereka,” seperti yang disampaikan oleh Menteri Kesehatan Lebanon, Firass Abiad, kepada kantor berita AFP.
Serangan ini dimulai pada Senin (23/9) waktu setempat, ketika Israel meluncurkan serangkaian serangan udara yang menargetkan ratusan lokasi yang diduga sebagai basis Hizbullah di seluruh wilayah Lebanon. Dalam waktu singkat, puluhan ribu warga Lebanon terpaksa mengungsi ke tempat-tempat yang dianggap lebih aman.
Dalam pernyataan resminya, Firass Abiad mengungkapkan keprihatinan mendalam terhadap dampak kemanusiaan dari serangan ini. “Kementerian Kesehatan telah mencatat 558 kematian, yang mencakup 50 anak-anak dan 94 wanita,” ujarnya. Menteri Abiad juga menambahkan bahwa banyak dari korban adalah warga sipil yang tidak terlibat dalam konflik.
Serangan Terbesar dalam Beberapa DekadeSerangan terbaru ini dianggap sebagai yang paling mematikan dalam beberapa dekade terakhir. Sebelumnya, Israel telah memperingatkan warga di Lebanon selatan untuk segera mengungsi. Tel Aviv menyatakan bahwa serangan ini bertujuan untuk menghancurkan area yang diyakini sebagai tempat Hizbullah menyimpan persenjataan mereka. Dalam pesan video yang ditujukan kepada rakyat Lebanon, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menekankan bahwa “perang ini bukan melawan Anda, tetapi melawan Hizbullah.” Dia menuduh kelompok itu telah menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia.
Sebagai respons terhadap situasi darurat ini, Menteri Lebanon yang bertanggung jawab atas koordinasi krisis, Nasser Yassin, mengungkapkan bahwa sebanyak 89 pusat penampungan telah dibangun, dengan kapasitas menampung lebih dari 26.000 orang. “Kami berupaya memberikan tempat aman bagi warga sipil yang melarikan diri dari kekejaman Israel,” ujarnya kepada Reuters.
Serangan Terus BerlanjutSejak hampir satu tahun terakhir, Israel terlibat dalam konflik melawan Hamas di Jalur Gaza. Fokus militer kini bergeser ke perbatasan utara Lebanon, di mana Hizbullah, yang didukung Iran, telah melancarkan serangan roket sebagai dukungan bagi Hamas. Dalam sebuah pernyataan di media sosial, Angkatan Udara Israel melaporkan telah melaksanakan sekitar 650 misi serangan dalam waktu 24 jam terakhir, dengan menargetkan lebih dari 1.100 lokasi dan menggunakan lebih dari 1.400 amunisi.
Israel mengklaim bahwa serangannya berhasil mengenai gedung-gedung, kendaraan, dan lokasi penyimpanan senjata Hizbullah. Namun, kritik terhadap tindakan tersebut semakin meningkat, mengingat banyaknya korban jiwa yang terdiri dari warga sipil, termasuk anak-anak dan perempuan.
Tragedi ini semakin memperburuk situasi kemanusiaan di Lebanon, di tengah ketegangan yang terus meningkat di wilayah tersebut. Sementara itu, reaksi internasional terhadap serangan Israel ini masih menunggu, dengan banyak pihak mendesak perlunya upaya untuk menghentikan kekerasan dan melindungi warga sipil yang tidak bersalah. Seiring dengan meningkatnya jumlah korban jiwa, dunia internasional diharapkan dapat memberikan perhatian lebih terhadap krisis ini, dan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk mencegah terulangnya tragedi serupa di masa depan.
(n/014)
TAPSEL Sejumlah warga Desa Tandihat, Kecamatan Angkola Selatan, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), Sumatera Utara, menyatakan merasa n
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Ketenagakerjaan menegaskan tahun 2026 sebagai momentum penguatan sistem hubungan industrial nasional. Langkah ini be
EKONOMI
PADANGSIDIMPUAN Kementerian Sosial Republik Indonesia menyalurkan bantuan Jaminan Hidup bagi warga terdampak bencana banjir dan tanah lo
NASIONAL
JAKARTA Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai menilai tuntutan hukuman mati bagi anak buah kapal (ABK) asal Medan, Fandi Ramadh
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Dengan suara bergetar dan mata berkacakaca, ibunda Fandi Ramadhan, Nirwana, menyampaikan permohonan penuh haru agar putranya di
HUKUM DAN KRIMINAL
TAPSEL Bank Rakyat Indonesia (BRI) menyalurkan bantuan Dana Tunggu Hunian (DTH) kepada 418 warga Desa Hutagodang, Kecamatan Batangtoru,
EKONOMI
MEDAN Pada malam ke3 bulan suci Ramadhan, Ustad Jumana Farid menekankan pentingnya sholat sebagai tiang agama dalam tausyiah singkat ya
AGAMA
JAKARTA Biaya politik yang tinggi disebut sebagai salah satu akar persoalan korupsi di Indonesia. Direktur Indonesia Political Review (I
POLITIK
JAKARTA Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PKS, Nasir Djamil, menilai pengakuan Presiden ke7 RI, Joko Widodo (Jokowi), yang menyatak
POLITIK
JAKARTA Terdakwa kasus dugaan korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang PT Pertamina, Muhammad Kerry Adrianto Riza, mengungkit
HUKUM DAN KRIMINAL