Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Ia melakukan konsultasi dengan para sahabat, baik dari kalangan Muhajirin maupun Ansar. Ia juga mendengarkan pandangan masyarakat sebelum mengambil keputusan.
Proses tersebut menunjukkan bahwa keputusan mengenai kepemimpinan tidak dibuat hanya berdasarkan kepentingan atau penilaian pribadi.
Abdurrahman bin Auf bahkan disebut menghabiskan beberapa malam untuk memikirkan persoalan tersebut.
Sebab, yang sedang dipilih bukan sekadar pemimpin organisasi, melainkan orang yang akan memikul amanah umat.
Ali dan Utsman Ditanya Prinsip Kepemimpinan
Dalam proses tersebut, Abdurrahman bin Auf menemui Ali bin Abi Thalib dan menanyakan prinsip yang akan digunakannya jika menjadi khalifah.
Ia kemudian mengajukan pertanyaan serupa kepada Utsman bin Affan.
Ali menyatakan akan berpegang kepada Kitab Allah dan Sunnah Rasulullah, serta menggunakan ijtihadnya dalam perkara yang tidak ditemukan ketentuannya.
Sementara Utsman menyatakan kesediaannya berpegang kepada Kitab Allah, Sunnah Rasulullah, serta jalan Abu Bakar dan Umar.
Dari proses tersebut, menurut Alyasa', terdapat pelajaran bahwa dalam memilih pemimpin, masyarakat tidak hanya perlu melihat popularitas atau jumlah pendukung.
Hal yang lebih penting adalah prinsip yang akan digunakan ketika seseorang menjalankan kekuasaan.
"Siapa yang paling terkenal?"
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.