Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung
Jabatan Adalah Amanah
Dari kisah tersebut, Alyasa' mengajak masyarakat mengambil sejumlah pelajaran mengenai kepemimpinan.
Pertama, jabatan tidak seharusnya menjadi tujuan. Ketika jabatan menjadi tujuan utama, seseorang dapat melakukan berbagai cara untuk mendapatkannya.
Sebaliknya, jika amanah menjadi dasar, seseorang akan mempertanyakan kemampuannya mempertanggungjawabkan jabatan tersebut di hadapan Allah.
Kedua, keputusan besar perlu dihasilkan melalui musyawarah. Abdurrahman bin Auf tidak mengambil keputusan berdasarkan perasaan pribadi.
Ia mendengar, bertanya, mempertimbangkan, dan bermusyawarah.
Ketiga, perbedaan pilihan tidak boleh menghancurkan persaudaraan. Perbedaan dalam menentukan pemimpin tidak membuat Ali dan Utsman menjadi musuh.
Keempat, setelah keputusan diambil, persatuan harus tetap dijaga.
Alyasa' mengingatkan bahwa kepentingan umat lebih besar daripada kepentingan pribadi.
Prinsip tersebut sejalan dengan firman Allah dalam Al-Qur'an:
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya." (QS. An-Nisa: 58)
Jabatan, kata Alyasa', bukan hanya sebuah kehormatan. Jabatan merupakan amanah yang kelak akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah.
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.