BREAKING NEWS
Selasa, 06 Oktober 2026

MBG Disajikan Prasmanan di Sekolah, BGN Sebut Makanan Lebih Hangat dan Minim Waste

Dharma - Selasa, 06 Oktober 2026 11:29 WIB
MBG Disajikan Prasmanan di Sekolah, BGN Sebut Makanan Lebih Hangat dan Minim Waste
Badan Gizi Nasional (BGN) uji coba penyajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara prasmanan. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) mengklaim uji coba penyajian program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara prasmanan dapat mengurangi jumlah makanan yang terbuang.

Kepala BGN Sudaryono mengatakan sistem prasmanan memungkinkan siswa mengambil makanan sesuai kebutuhan.

Makanan yang masih tersisa juga dapat dikonsumsi oleh siswa lainnya.

Baca Juga:

"Sejauh ini tadi saya dapat laporan, tingkat kehabisan makanannya bagus. Jadi lebih fresh, kemudian ada yang mungkin mau nambah, masih ada sisa bisa nambah. Waste-nya lebih sedikit karena prasmanan," kata Sudaryono dalam siaran pers, Selasa, 6 Oktober 2026.

Sudaryono mengatakan uji coba MBG dengan sistem prasmanan telah dilakukan di lebih dari 60 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Dalam skema tersebut, makanan yang dimasak oleh SPPG dibawa langsung ke sekolah dalam kondisi hangat.

Makanan kemudian disajikan kepada siswa di dalam kelas.

"Di tanggal 5 ini kami sudah piloting di mungkin lebih dari 60 dapur untuk prasmanan di kelas. Jadi makanan dibawa hangat-hangat ke kelas, kemudian disajikan di kelas," ujar dia.

Uji coba dilakukan untuk melihat efektivitas sistem prasmanan dalam menjaga kualitas makanan sekaligus mengurangi jeda waktu antara proses memasak dan makanan dikonsumsi siswa.

Menurut Sudaryono, model penyediaan makanan melalui central kitchen tersebut masih dalam tahap kajian dan uji coba.

Sistem itu antara lain meniru pola penyediaan makanan sekolah di Jepang.

Ia menilai sistem prasmanan memiliki sejumlah keunggulan.

Salah satunya makanan dapat disajikan langsung di kelas sehingga siswa bisa menyantapnya dalam kondisi lebih hangat.

"Kami harapkan satu, makanannya lebih enak karena hangat-hangat. Yang kedua, tentu saja lebih fresh karena tidak ada delay waktu. Sehingga mengurangi risiko kerusakan makanan yang kemudian menimbulkan gangguan kesehatan," kata Sudaryono.

Selain menjaga kondisi makanan, sistem prasmanan diharapkan dapat mengurangi makanan yang tidak habis.

Siswa dapat mengambil makanan sesuai porsi yang diinginkan dan menambah apabila masih merasa kurang.

Dalam penerapan sistem prasmanan, pihak sekolah turut dilibatkan untuk memastikan proses penyajian MBG berjalan dengan baik dan sesuai standar.

Namun, Sudaryono mengatakan penerapan sistem tersebut membutuhkan kesiapan dari dapur SPPG maupun sekolah.

Pelatihan juga dinilai penting agar mekanisme penyajian dapat berjalan dengan baik.

"Prasmanan ini memang kalau sudah terbiasa akan bagus, sama seperti di negara lain. Cuma perlu ada training yang cukup," ucap Sudaryono.

BGN selanjutnya masih mengevaluasi hasil uji coba tersebut untuk melihat efektivitas sistem prasmanan dalam menjaga kualitas makanan, mengurangi makanan terbuang, serta memastikan pelaksanaan MBG berjalan sesuai standar.* (km/ad)

Editor
: Abyadi Siregar
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Ngeyel! Usai Pecat 4 Pekerja Sepihak, SPPG Medan Tembung 3 Nekad Beri Susu Terlarang BGN ke Anak-Anak
Cegah Pemborosan Anggaran, Badan Gizi Nasional Ubah Skema Insentif MBG Jadi Rp2.000 per Porsi Demi Jaga Keuntungan Wajar Mitra
Gercep PDIP Sumut Salurkan Tali Asih untuk Siswa Korban Keracunan MBG di Asahan, Pastikan Korban Tak Sendiri
4 Pencuci Omprengan SPPG Tembung 3 Dipecat Sepihak: Mohon Bantuan BGN Sumut dan KPPG Medan
Instruksi Megawati, PDI Perjuangan Sumut Salurkan Tali Asih untuk 495 Siswa Diduga Keracunan MBG di Karo
BGN Temukan Yayasan Minta Setoran ke Mitra SPPG Berdasarkan Jumlah Ompreng
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru