BREAKING NEWS
Rabu, 21 Oktober 2026

Prabowo Beri Ultimatum soal Karhutla, Sebut Terorisme Lingkungan hingga Ancam Cabut Izin Perusahaan

Nurul - Rabu, 21 Oktober 2026 19:38 WIB
Prabowo Beri Ultimatum soal Karhutla, Sebut Terorisme Lingkungan hingga Ancam Cabut Izin Perusahaan
Presiden Prabowo Subianto, saat memimpin Sidang Kabinet Paripurna dalam rangka evaluasi dua tahun pemerintahannya bersama Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/10/2026). (Foto: Tangkapan Layar Sekretariat Presiden
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Karena itu, penanganan karhutla tidak boleh dianggap sebagai persoalan biasa. Pemerintah harus meningkatkan upaya pencegahan, pemadaman, serta penegakan hukum terhadap pihak yang terbukti melakukan pembakaran secara melawan hukum.

Prabowo juga menegaskan bahwa penindakan terhadap pelaku karhutla harus dilakukan secara serius dan menyeluruh.

"Kita tidak boleh anggap remeh. Kita akan massif menangani itu, dan kita juga akan usut tuntas," kata Prabowo.

Selain memerintahkan penyelidikan, Prabowo mengancam akan mencabut izin perusahaan yang terbukti melanggar aturan dan terlibat dalam kebakaran hutan dan lahan.

Ia mengatakan pemerintah tidak akan lagi mengambil langkah biasa dalam menghadapi korporasi yang terbukti bertanggung jawab atas perusakan lingkungan.

"Dan kali ini maaf kita tidak akan bertindak biasa-biasa saja, kalau bukti sudah jelas, kita akan cabut semua izin perusahaan-perusahaan yang melanggar," tegasnya.* (in/dh)

Editor
: Administrator
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Diancam Penurunan Status Pasar Modal, Prabowo Semprot MSCI: Jangan Coba Takut-takuti Kita
Konten Karhutla Diduga Kena Shadowban, Meutya Hafid Buka Suara: Komdigi Tak Pernah Minta Pembatasan
Usulan Luhut Ubah Definisi Korupsi Bikin Gempar, Menkum Buka Suara: Tunggu Arahan Prabowo
IHSG Ditutup Menguat 49,47 Poin pada Perdagangan Rabu
Ketinggalan Asap Karhutla Hantui Medan, Mahasiswa GMKI Turun ke Jalan Bagikan 400 Masker Gratis
Rupiah Akhirnya Menguat! Dolar AS Kembali di Bawah Rp18.000, Apa Penyebabnya?
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru