Ketua DPRD Sumut Desak Dirut Pertamina Evaluasi Total Sumbagut, Soroti Antrean BBM yang Kian Parah
MEDAN Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Arni Sitorus mendesak Direktur Utama PT Pertamina segera melakukan evaluasi menyeluruh
POLITIK
CIREBON – Kabar menggemparkan mengenai kasus pembunuhan Vina Cirebon kembali menarik perhatian publik setelah kemunculan saksi bernama Dede yang mengklaim memberikan keterangan palsu. Pernyataan ini tidak hanya membuat kehebohan di kalangan hukum, tetapi juga mengguncang keluarga besar Vina di Kampung Samadikun, Kota Cirebon, Jawa Barat.
Pada hari Selasa (23/7/2024), keluarga Vina dihadapkan pada fakta tak terduga saat Dede, yang sebelumnya tidak pernah hadir dalam persidangan tahun 2016-2017, tiba-tiba mengaku memberikan kesaksian palsu. Dalam keterangan yang disampaikan dalam berbagai platform termasuk podcast dan konferensi pers Peradi, Dede mengakui bahwa keterlibatannya sebagai saksi adalah hasil ajakan dari saksi lainnya, Aep.
Marliyana, kakak kandung Vina, mengungkapkan keheranannya atas pengakuan ini. Dia menegaskan bahwa selama persidangan, Dede tidak pernah muncul sebagai saksi, yang membuatnya semakin terkejut dengan tudingan palsu tersebut. Meskipun demikian, Marliyana memilih untuk mempercayai apa yang disampaikan Dede, sambil menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada pihak berwenang.
Kasus ini kembali bergulir setelah delapan tahun tertutup rapat, dengan munculnya lebih banyak saksi yang turut mempengaruhi arah penyelidikan. Langkah Bareskrim yang membentuk tim khusus untuk mengungkap kebenaran di balik kasus ini diapresiasi oleh keluarga Vina. Mereka berharap bahwa dengan adanya pengungkapan lebih lanjut, keadilan bagi Vina bisa segera ditegakkan.
Terkait dengan tudingan Dede sebagai saksi palsu, pihak berwenang di Polri telah mengundangnya untuk mengklarifikasi kesaksiannya. Hal ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk menyelidiki lebih dalam dan memastikan kebenaran dari setiap fakta yang terungkap dalam proses hukum.
Perkembangan terbaru ini juga menyoroti dampak serius dari kesaksian palsu dalam proses peradilan, yang dapat mempengaruhi arah keputusan dan mengorbankan keadilan bagi korban serta keluarganya. Seiring dengan proses hukum yang berlanjut, masyarakat pun diingatkan akan pentingnya integritas dan kejujuran dalam memberikan kesaksian untuk mendukung penyelidikan kasus kriminal.
Dengan semakin banyaknya fakta baru yang terungkap, publik menantikan hasil penyelidikan lebih lanjut dan harapannya agar pelaku di balik pembunuhan Vina dapat segera dibawa ke pengadilan untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Semua pihak berharap bahwa kejadian tragis ini dapat menjadi momentum untuk memperbaiki sistem hukum dan memastikan perlindungan yang lebih baik bagi masyarakat dari tindakan kriminal.
(N/014)
MEDAN Ketua DPRD Provinsi Sumatera Utara (Sumut) Arni Sitorus mendesak Direktur Utama PT Pertamina segera melakukan evaluasi menyeluruh
POLITIK
JAKARTA Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H.,
NASIONAL
MEDAN Anggota DPR RI Fraksi Partai Golkar dari Daerah Pemilihan Sumatera Utara I, Kombes Pol. (Purn.) Dr. Maruli Siahaan, S.H., M.H., me
NASIONAL
DELISERDANG Prestasi membanggakan kembali datang dari Sumatera Utara. Caroline Cicilia Nababan, siswi kelas I SD Negeri 18 Rantau Selata
PENDIDIKAN
BENER MERIAH Pemerintah pusat mempercepat proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di kawasan Tanah Gayo, Aceh. Dalam kurun wak
NASIONAL
MEDAN Pemerintah Provinsi Sumatera Utara bergerak cepat menindaklanjuti tambahan Dana Transfer ke Daerah (TKD) Tahun Anggaran 2026 sebes
PEMERINTAHAN
MEDAN Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengajak mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) menjadi motor penggerak lahirny
NASIONAL
MEDAN Kuliah umum Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (15/7/2026), diwarnai interup
NASIONAL
MEDAN Kuliah umum Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman di Universitas Sumatera Utara (USU), Rabu (15/7/2026), tak sekadar memb
NASIONAL
MEDAN Anggota Komisi III DPR RI Hinca Panjaitan mempertanyakan mekanisme verifikasi dalam proses seleksi Taruna Akademi Militer (Akmil)
NASIONAL