Hal ini mencuat setelah tim ASEAN Football Federation (AFF) melakukan peninjauan langsung terhadap kesiapan Sumatera Utara sebagai tuan rumah pada 4–5 April 2026.
Bobby menyebut secara administrasi, Sumatera Utara telah memenuhi persyaratan. Namun, masih terdapat sejumlah catatan teknis yang perlu segera diselesaikan, terutama di Stadion Teladan.
"Secara administrasi sudah oke. Tinggal kekurangan-kekurangan kecil di lapangan yang bukan menjadi kendala besar, tapi tetap menjadi pekerjaan rumah," ujar Bobby kepada wartawan, Senin (13/4/2026).
Menurutnya, beberapa kekurangan tersebut saat ini terus dikebut agar dapat selesai sebelum turnamen dimulai.
Senada dengan itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Sumut, Mafullah Daulay, mengatakan kesiapan infrastruktur secara umum telah hampir rampung. Hanya tersisa sejumlah penyempurnaan teknis di beberapa titik.
Salah satu catatan penting dari AFF adalah kebutuhan penambahan tangga darurat di stadion utama. Fasilitas tersebut dinilai penting untuk menunjang kelancaran acara, terutama dalam kondisi tertentu seperti cuaca buruk saat seremoni.
"Misalnya saat hujan lebat, kegiatan penyerahan trofi bisa dialihkan ke tribun corporate box. Dengan tangga darurat, akses menjadi lebih mudah tanpa harus memutar," jelasnya.
Ia menambahkan, seluruh hasil evaluasi dari AFF telah dilaporkan kepada Gubernur dan pihaknya optimistis seluruh kekurangan dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat.
Lebih lanjut, Pemprov Sumut memastikan kesiapan sebagai tuan rumah dan berharap dukungan penuh dari masyarakat. Bobby menilai ajang ini tidak hanya berdampak pada olahraga, tetapi juga sektor ekonomi dan pariwisata daerah.
"Kalau kita sukses di U-19 ini, tidak menutup kemungkinan ke depan kita bisa menjadi tuan rumah level senior," katanya.
Ia juga menyoroti potensi peningkatan ekonomi dari kedatangan tim dan suporter negara-negara Asia Tenggara. Sektor perhotelan, kuliner, hingga UMKM diperkirakan akan ikut terdongkrak.