Baru 16 Persen Cair dari Rp135 M, Satgas PRR Kebut Pemulihan Lima Puluh Kota Sebelum Tahun Ini Habis
LIMA PULUH KOTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong percepatan 40 kegiatan
NASIONAL
BANDUNG –Kasus penemuan jasad ibu dan anak yang telah tinggal kerangka di Kabupaten Bandung Barat, yaitu Iguh Indah Hayati (55) dan Elia Imanuel Putra (24), mulai memasuki babak baru dengan terungkapnya beberapa informasi penting. Penemuan ini mengejutkan publik, dan polisi kini sedang bekerja keras untuk mengungkap misteri di balik kematian mereka.
Penemuan Penting dan PenyidikanPolisi menemukan jejak pembelian sianida oleh salah satu korban, Elia Imanuel Putra, yang dilakukan sekitar tahun 2018. Temuan ini diperoleh dari pemeriksaan ponsel milik Elia. Namun, sampai saat ini, belum ada kepastian apakah sianida tersebut terkait langsung dengan penyebab kematian kedua korban.
Kapolres Cimahi AKBP Tri Suhartanto menjelaskan bahwa pihaknya sedang menunggu hasil dari tim forensik mengenai keberadaan sisa-sisa sianida dalam jaringan tubuh korban. “Kami harus memastikan apakah sianida yang dibeli pada tahun 2018 itu memang ada dalam tubuh korban atau tidak. Jika tidak ada, maka pembelian sianida mungkin tidak terkait langsung dengan kematian mereka,” ujar Kapolres.
Analisis dan Bukti TambahanPolisi juga menemukan dokumen di Google Drive milik Elia yang berisi curahan hati dan kekecewaan terhadap ayahnya. Tulisan tersebut menunjukkan rasa frustrasi dan ketidakpuasan terhadap perlakuan orang tuanya. “Dokumen yang ditemukan di Google Drive menunjukkan rasa kekecewaan Elia terhadap orang tuanya, dan tulisan-tulisan ini hampir sama dengan yang ditemukan di dinding rumah,” tambah AKBP Tri.
Proses PenyelidikanPolisi meminta waktu kepada masyarakat untuk menyelesaikan penyelidikan ini dengan teliti. Selain pemeriksaan forensik, mereka juga akan melakukan analisis psikologi forensik untuk memahami lebih dalam tentang situasi psikologis dan kondisi mental korban sebelum meninggal. “Kami akan melibatkan tim forensik dan psikologi forensik untuk memberikan analisa yang komprehensif. Hasil pemeriksaan ini akan membantu kami untuk menyimpulkan penyebab kematian kedua korban dengan lebih jelas,” ungkap Kapolres Cimahi.
KesimpulanKasus ini menuntut penyelidikan yang mendalam dan cermat, mengingat adanya berbagai elemen yang harus dipertimbangkan, mulai dari bukti fisik hingga aspek psikologis. Pihak kepolisian berkomitmen untuk mengungkap fakta-fakta yang ada dan memberikan penjelasan yang transparan mengenai kasus ini. Sementara itu, masyarakat diharapkan bersabar menunggu hasil akhir dari proses penyelidikan.
(N/014)
LIMA PULUH KOTA Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Pascabencana Sumatera mendorong percepatan 40 kegiatan
NASIONAL
LANGKAT Ketua Pemuda Muslimin Sumatera Utara (PMS) Kabupaten Langkat sekaligus Anggota DPRD Kabupaten Langkat, Edi Bahagia Sinuraya, S.IP,
POLITIK
CHONBURI Pelatih Timnas Indonesia John Herdman tampak tidak terlalu puas meski skuad Garuda berhasil menang 30 atas Timor Leste pada laga
OLAHRAGA
JAKARTA Komisi III DPR RI dipastikan masih menyusun dan melakukan harmonisasi terhadap Rancangan UndangUndang (RUU) Perampasan Aset. Bahk
NASIONAL
JAKARTA Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan pihaknya masih menunggu instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait rencana pe
EKONOMI
JAKARTA Penasihat Khusus Presiden Bidang Komunikasi Hasan Nasbi menegaskan pemerintah akan mematuhi putusan Mahkamah Konstitusi (MK) yang
NASIONAL
JAKARTA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai mengembangkan perkara dugaan korupsi proyek pembangunan jalur rel Direktorat Jenderal P
HUKUM DAN KRIMINAL
BATU BARA Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dinsos PPPA) Kabupaten Batu Bara melalui Bidang Perlindungan Anak
HUKUM DAN KRIMINAL
BINJAI Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Binjai mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Binjai membuka secara transparan tata kelol
PEMERINTAHAN
BATU BARA Penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kabupaten Batu Bara kembali menjadi perhatian masyarakat. Kali ini, sorotan muncul menyusu
PEMERINTAHAN