Dunia Pers Berduka, Anggota Dewan Kehormatan PWI Pusat H. Diapari Sibatangkayu Wafat di Usia 63 Tahun
JAKARTA Dunia pers Indonesia kembali berduka. Wartawan senior sekaligus Anggota Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusa
NASIONAL
Oleh:Dr (c) Laksamana Muflih Iskandar Hasibuan Lc. M.Ag. MA.
DI antara warisan intelektual Islam Melayu yang paling kaya makna ialah Syair Perahu, sebuah karya sastra sufistik yang sarat petuah moral dan filsafat kehidupan. Bagi masyarakat Aceh yang tengah berlayar di lautan pembangunan, syair ini sesungguhnya bukan hanya teks masa lalu, melainkan peta nilai untuk menavigasi masa depan.
"Wahai muda, kenali dirimu, ialah perahu tamsil tubuhmu."Baca Juga:
Begitu pesan pembuka syair yang sangat terkenal. Ia bukan sekadar ajakan mistik, tetapi refleksi mendalam tentang manusia dan masyarakat sebagai perahu yang sedang menempuh perjalanan panjang. Dalam bahasa tafsir, perahu adalah tamsil kehidupan sosial, kemudi adalah kepemimpinan, dayung adalah kerja dan ilmu, bekal adalah moral dan ekonomi, sementara laut adalah lingkungan dan zaman.
Membaca Syair Perahu di tengah konteks Aceh masa kini berarti menafsirkan ulang simbol-simbol itu sebagai strategi pembangunan yang berakar pada nilai-nilai budaya sendiri.
Kemudi: Kepemimpinan dan Tata Kelola
Dalam syair, kemudi menentukan arah perahu. Dalam tafsir pembangunan, kemudi adalah visi dan integritas kepemimpinan.
Aceh membutuhkan nakhoda yang tidak hanya ahli mengatur angka APBA, tetapi mampu membaca arah moral masyarakatnya.
Pembangunan tanpa nilai akan kehilangan arah. Good governance, tata kelola yang jujur, partisipatif, dan akuntabel, adalah bentuk nyata dari kemudi yang lurus.
Pemimpin dalam pandangan Syair Perahu bukan sekadar pengendali kapal, tetapi penjaga keseimbangan antara kepentingan dunia dan keselamatan akhirat, antara pertumbuhan ekonomi dan keadilan sosial.
Dayung: Sumber Daya Manusia
Perahu tidak akan bergerak tanpa dayung. Dalam konteks pembangunan, dayung adalah simbol tenaga kerja, pengetahuan, dan keterampilan.
Aceh masih menghadapi pengangguran muda dan ketimpangan pendidikan yang nyata. Maka investasi terbesar bukan lagi pada infrastruktur fisik, melainkan pada manusia. Pendidikan vokasional, pelatihan maritim, dan pemberdayaan wirausaha muda adalah bentuk nyata dari "dayung" yang harus digerakkan bersama.
Masyarakat Aceh sejak dahulu dikenal tangguh di laut dan tekun di darat. Energi sosial itu perlu dibangkitkan kembali dengan menanamkan etos kerja, disiplin, dan keikhlasan, nilai yang sudah tertulis di antara bait-bait Syair Perahu.
JAKARTA Dunia pers Indonesia kembali berduka. Wartawan senior sekaligus Anggota Dewan Kehormatan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusa
NASIONAL
JAKARTA Kementerian Pertahanan (Kemenhan) membantah informasi yang beredar di media sosial yang mengaitkan Sekretaris Jenderal (Sekjen)
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Mantan Camat Medan Polonia, Irfan Asardi Siregar, dijatuhi hukuman 1 tahun 4 bulan atau 16 bulan penjara setelah dinyatakan terbuk
HUKUM DAN KRIMINAL
MEDAN Ketua Umum Pengurus Besar Majelis Adat Budaya Melayu Indonesia (PB MABMI), Prof. Dr. OK. Saidin, SH, M.Hum, angkat bicara terkait
HUKUM DAN KRIMINAL
OlehSutrisno PangaribuanKOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali menggelar akrobat politik dengan melakukan operasi tangkap tangan (OTT)
OPINI
MEDAN Aliansi Solidaritas Driver Medan (ASDM) menolak keras wacana yang mengusulkan pengemudi ojek daring (ojol) dikategorikan sebagai p
NASIONAL
JAKARTA Safari politik Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) akan berlanjut ke Jawa Tengah setelah rangkaian kunjungan ke sejumlah daera
POLITIK
JAKARTA Rencana Presiden ke7 RI Joko Widodo (Jokowi) melanjutkan safari politik ke Nusa Tenggara Timur (NTT) usai berkunjung ke Lampung
POLITIK
JAKARTA Babak 32 besar Piala Dunia 2026 resmi berakhir pada Sabtu (4/7/2026) siang WIB. Sebanyak 16 tim kini dipastikan melaju ke babak
OLAHRAGA
KANSAS CITY Timnas Kolombia memastikan langkah ke babak 16 besar Piala Dunia 2026 setelah mengalahkan Ghana dengan skor tipis 10 pada l
OLAHRAGA