Airlangga Ungkap RI Kekurangan Insinyur, Industri Digital Butuh 150 Ribu Tenaga Ahli Baru
JAKARTA Pemerintah menyatakan Indonesia masih membutuhkan tambahan sekitar 150 ribu insinyur dalam beberapa tahun ke depan guna mendukun
EKONOMI
Uang pusat dan uang daerah pada hakikatnya adalah uang rakyat; tanpa kepercayaan publik, otonomi hanya tinggal jargon. Teladan efisiensi dari pemerintah pusat mutlak diperlukan.
Pemangkasan pos-pos tidak produktif mesti berjalan beriring dengan upaya memperbaiki desain TKD. Mekanisme advokasi lintas kementerian/lembaga lebih efektif bila disederhanakan ke satu pintu koordinasi, sehingga hambatan regulasi atau anggaran dapat ditembus tanpa melahirkan biaya koordinasi baru di daerah.
Terkait pembiayaan daerah, kedisiplinan perlu dijaga. Skema seperti PEN Daerah seyogianya difokuskan pada proyek yang memiliki nilai tambah ekonomi sosial jelas dengan studi kelayakan memadai.
Restrukturisasi perlu dibuka sebagai opsi bila arus kas daerah tidak mampu memenuhi kewajiban agar risiko gagal bayar dapat dihindari. Praktik mark up dan proyek mercusuar yang tidak layak harus dihentikan.
Kesimpulannya, pemangkasan TKD hendaknya dibaca sebagai peringatan untuk memperbaiki arsitektur kepercayaan pusat-daerah. Desain fiskal yang adil dan fleksibel, penguatan equalization bagi non-SDA/PAD rendah, porsi block grant yang wajar, serta perlindungan belanja inti, perlu berjalan beriringan dengan kepemimpinan daerah efisien dan berintegritas.Dengan penguatan pelaksanaan UU Pemda (urusan & SPM) dan UU HKPD (hubungan fiskal & prinsip keadilan-kinerja), transfer tidak lagi sekadar alat kontrol melainkan pengungkit layanan. Di atas fondasi itu, warga merasakan manfaat nyata dan kesenjangan antardaerah dapat dipersempit.
Usai pertemuan di Kementerian Keuangan, bayangan kembali ke sebuah sore di desa. Seorang gubernur berdiri di depan balai, mengajukan pertanyaan paling sederhana kepada para ibu dan pemuda: "Apakah anggaran yang diperjuangkan hari ini sudah terasa di sini?"
Pertanyaan yang menembus protokol itu merangkum harapan besar: agar TKD tidak berhenti sebagai angka di neraca. Melainkan mengalir menjadi Puskesmas yang siaga, sekolah layak, jalan tani yang membuka pasar, dan air bersih yang mengangkat martabat.
Apabila pusat dan daerah saling percaya, otonomi tidak akan pudar; ia kembali pada makna asalnya, memuliakan warga, menguatkan daerah, dan meneguhkan persatuan Indonesia.* (mediaindonesia.com)*) Penulis adalahPengamat Kebijakan dan Inovasi, mantan kepala daerah, Nusa Strategika Institute.
JAKARTA Pemerintah menyatakan Indonesia masih membutuhkan tambahan sekitar 150 ribu insinyur dalam beberapa tahun ke depan guna mendukun
EKONOMI
JAKARTA Ulama Yahya Zainul Ma&039arif atau yang dikenal sebagai Buya Yahya mengajak masyarakat untuk mendoakan Presiden Prabowo Subian
NASIONAL
JAKARTA Sekretaris Jenderal DPR RI Indra Iskandar mengajukan permohonan praperadilan terkait penetapan dirinya sebagai tersangka dalam p
HUKUM DAN KRIMINAL
JAKARTA Pemerintah memastikan ketahanan pangan nasional masih dalam kondisi aman meski ketegangan geopolitik di Timur Tengah meningkat a
EKONOMI
MEDAN Memaknai bulan suci Ramadan 2026, Wakil Wali Kota Medan H. Zakiyuddin Harahap mendorong masyarakat menanamkan semangat gotong royo
PEMERINTAHAN
JAKARTA Bank Indonesia (BI) mencatat posisi cadangan devisa Indonesia pada akhir Februari 2026 turun menjadi US 151,9 miliar atau sekit
EKONOMI
MEDAN Pemerintah Kota Medan kembali melaksanakan Safari Ramadan, kali ini menjangkau masjid yang berada di lingkungan permukiman, termas
PEMERINTAHAN
MEDAN Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, mendorong penguatan dan pengaktifan kembali pos keamanan lingkungan (poskamling) di sel
PEMERINTAHAN
MEDAN Wakil Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Surya, menyambut baik keputusan Pemerintah Pusat yang menambah alokasi dana transfer ke dae
PEMERINTAHAN
SEI RAMPAH Antrean panjang kendaraan terjadi sejak subuh di SPBU nomor 14.205.1139, Desa Firdaus, Kecamatan Sei Rampah, Kabupaten Serdan
NASIONAL