BREAKING NEWS
Rabu, 29 April 2026

Review Film The Woman In Cabin 10: Superyacht Mewah Jadi Kandang Menakutkan

BITV Admin - Selasa, 11 November 2025 12:16 WIB
Review Film The Woman In Cabin 10: Superyacht Mewah Jadi Kandang Menakutkan
The Woman In A Cabin 10/doc.IMDb. (Foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh: Gavanda Munafrilyan

PERNAHKAH, kamu merasa yakin melihat sesuatu, tapi orang lain malah bilang kamu salah? Perasaan diragukan semacam itu bisa sangat melelahkan bahkan membuat kita ragu pada diri sendiri. Nah, sensasi itulah yang coba dihadirkan film The Woman in Cabin 10 (2025). Bukan lewat adegan berdarah atau action yang ekstrim, tapi lewat ketegangan batin seorang perempuan yang suaranya tak dipercaya.
Film thriller psikologi garapan sutradara Simon Stone ini diadaptasi dari novel laris karya Ruth Ware. Dibintangi Keira Knightley, Guy Pearce, David Ajala, Art Malik dan lainnya. Film ini menawarkan pengalaman menonton yang lebih psikologis ketimbang fisik.
Film ini bercerita tentang Laura Blacklock (Keira Knightley) seorang jurnalis yang berkesempatan meliput pelayaran eksklusif di superyacht mewah. Awalnya semua tampak baik-baik saja hingga suatu malam ia mendengar teriakan dari kabin sebelah dan melihat seseorang terjatuh ke laut.
Tegang Tanpa Teriak
Salah satu bagian menarik dari film The Woman In Cabin 10 adalah atmosfer yang disajikan. Simon Stone sang sutradara menciptakan suasana tegang tanpa perlu jumpscare dan adegan action berlebih. Film ini bukan horor yang membuat teriak, tetapi thriller yang bikin kita gigit jari karena saking cemasnya. Simon Stone berhasil menggunakan segala elemen yacht untuk menekan psikologi kita. Bayangkan, superyacht yang mewah itu tiba-tiba terasa sempit dan mencekik. Mereka sering menggunakan pencahayaan yang redup di koridor, membuat suasana terasa remang-remang dan penuh rahasia.
Kita sebagai penonton benar-benar diajak terjebak bersama Laura. Film ini berhasil memindahkan kegelisahan Laura ke penonton. Saking bingungnya Laura, kita juga jadi ikut-ikutan tidak tahu mana yang nyata dan mana yang hanya bayangan atau halusinasi karena Laura sedang stres berat. Setiap kita melihat pintu kabin di superyacht itu, kita langsung berpikir, "Pintu itu pasti menyimpan rahasia besar." Setiap Laura berbicara dengan tamu lain, kita langsung curiga, "Itu petunjuk penting atau cuma alibi?" Bagaimanapun, superyacht itu jadi seperti labirin di mana setiap sudut, setiap bayangan, dan setiap percakapan bisa jadi ancaman.
Akting Keira Knightley
Keira Knightley benar-benar mencuri perhatian dalam film ini. Penampilannya sungguh luar biasa. Ia tidak sekadar memerankan Laura Blacklock, tetapi "menjadi" Laura. Keira berhasil membuat penonton percaya sepenuhnya bahwa Laura ini bukan hanya korban dari kejahatan di kapal, tetapi juga seseorang yang sedang berperang hebat melawan dirinya sendiri. Lihat saja wajahnya yang terlihat lelah dan penuh beban sepanjang film, raut wajah itu menyimpan dua hal yang bertolak belakang, yaitu rasa takut yang mencekam sekaligus keberanian yang menyala-nyala. Dua emosi ini berjalan beriringan dan membuat penonton ikut merasakan betapa beratnya beban psikologis Laura. Akting Keira yang kuat inilah yang menjadi jangkar emosi kita, membuat kita tetap percaya pada Laura, meskipun seluruh orang di superyacht itu meragukannya.
Ending Kurang Menggigit
Meskipun harus diakui build-up ceritanya sudah sangat apik dan berhasil bikin kita deg-degan sampai gigit jari, sayangnya, ada satu kekurangan yang bikin film ini agak kehilangan momentum, yaitu penyelesaiannya yang terasa flat dan antiklimaks. Setelah kita disajikan misteri yang berlapis-lapis dan ketegangan psikologis yang luar biasa besar, ending-nya justru terkesan terlalu cepat dan buru-buru.
Awalnya memang plot twist yang diungkapkan cukup bikin kaget. Namun, saat adegan di gala dinner yang seharusnya jadi momen boom untuk mengungkap siapa dalang di balik semua kekacauan ini ke hadapan publik, rasanya kurang mengguncang. Eksekusi adegan klimaksnya di akhir itu yang terasa terburu-buru, seperti dikejar hantu.
Emosi penonton dan suasana tegang yang sudah dibawa melangit dari awal, sayangnya, tidak diimbangi dengan adegan klimaks yang benar-benar memuaskan. Hasilnya? Kita cuma bisa menghela napas dan bilang, "Hah, yaudah gitu doang?!" Ketegangan yang sudah dibangun susah payah di awal cerita jadi mengempis drastis di menit-menit terakhir.

The Woman in Cabin 10 resmi rilis di Netflix pada tanggal 10 Oktober 2025 dan bisa langsung ditonton di platform tersebut. Film ini jadi pilihan menarik untuk menikmati malam Minggu dengan durasi film 95 menit.*


*) Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Sebelas Maret Surakarta

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru