BREAKING NEWS
Jumat, 13 Maret 2026

MENEGUHKAN GERAKAN PENCERAHAN, MERAWAT ACEH DAN INDONESIA BERKEMAJUAN

BITV Admin - Rabu, 19 November 2025 07:39 WIB
MENEGUHKAN GERAKAN PENCERAHAN, MERAWAT ACEH DAN INDONESIA BERKEMAJUAN
DR. Nursanjaya Abdullah, Wakil ketua PDM Langsa, Dosen UNIMAL Lho' Seumawe, Aktivis Da'wah Aceh. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh:DR. Nursanjaya Abdullah

HARI ini, 18 November 2025, adalah hari Milad Muhammadiyah ke-113. Sebuah usia yang menunjukkan betapa panjangnya perjuangan gerakan tajdid ini.

Bukan sekadar panjang secara waktu, tetapi panjang dalam manfaat, luas dalam kontribusi, dan dalam pengaruhnya bagi umat, bangsa, dan terutama daerah kita tercinta Aceh.

Baca Juga:

Muhammadiyah dan Aceh: Sejarah yang Tidak Terpisah
Ketika KH. Ahmad Dahlan memulai gerakan pembaruan di Yogyakarta tahun 1912, gema tajdid itu tidak berhenti di tanah Jawa. Ia sampai ke Aceh—tanah yang sejak lama dijuluki Serambi Mekkah, tempat subur bagi dakwah, ilmu, dan perjuangan.

Di Aceh, Muhammadiyah diterima bukan sebagai pendatang, tetapi sebagai saudara seperjuangan. Mengapa? Karena Aceh adalah daerah yang kuat dengan tauhid, cinta ilmu pengetahuan, dan memiliki tradisi perlawanan terhadap penjajah serta kemungkaran. Semangat itu sejalan dengan ruh Muhammadiyah.

Dari Banda Aceh hingga Aceh Timur, dari Aceh Besar hingga Aceh Singkil, Muhammadiyah hadir membangun sekolah, menghidupkan masjid. Menggerakkan pemuda, mendidik yatim, memperbaiki akhlak, serta membantu masyarakat yang membutuhkan.

Di masa konflik Aceh, Muhammadiyah turut bergerak dalam pendidikan dan kesehatan—menjadi kekuatan moral di tengah ketegangan.

Di masa tsunami 2004, Muhammadiyah hadir sebagai salah satu yang terpantas berdiri paling depan, mengobati luka Aceh, menghidupkan harapan, dan membangun kembali generasi.
Karena itu, Aceh dan Muhammadiyah bukan sekadar hubungan organisatoris.

Hubungan emosional, sejarah, dan spiritual.

Milad ke-113 bagi Muhammadiyah adalah kesempatan besar untuk meneguhkan pencerahan di Tanah Rencong. Dengan semangat meneguhkan gerakan pencerahan untuk Indonesia Berkemajuan, terasa sangat relevan bagi Aceh. Karena Aceh menghadapi tantangan yang tidak ringan:

1. Tantangan Moral dan Sosial.
Pergaulan remaja, narkoba, kekerasan sosial, penyalahgunaan wewenang, bahkan konflik-konflik kecil di desa—semuanya membutuhkan pencerahan, bukan hanya penegakan hukum.

2. Tantangan Ekonomi
Kemiskinan, keterbatasan lapangan kerja, minimnya industri, serta ketergantungan pada sektor primer. Muhammadiyah harus hadir dengan dakwah pemberdayaan, koperasi modern, UMKM, dan literasi digital.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Rabu 19 November 2025: Sejumlah Wilayah Hujan Ringan
Prakiraan Cuaca Sumut Hari Ini, Rabu 19 November 2025: Sejumlah Wilayah Hujan Ringan
Bobby Afif Nasution Ajak GMNI Sumut Bersinergi Dukung Program Pemerintah
Prof Muryanto Amin Terpilih Kembali sebagai Rektor USU Periode 2026-2031
MAA Rumuskan Strategi Perkuat Adat Aceh di Tengah Arus Modernisasi
Jamkrindo Bersama Kejaksaan Tinggi Sumut Perkuat Pidana Sosial dan Penjaminan Pembangunan Daerah
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru