BREAKING NEWS
Kamis, 22 Januari 2026

Jangan Salahkan Alam

BITV Admin - Jumat, 05 Desember 2025 08:04 WIB
Jangan Salahkan Alam
Banjir yang melanda Aceh Tamiang beberapa waktu lalu. (foto: Hendri Jeriss/fb)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Oleh:Ahmad Punto

BENCANA atau bencana alam? Perdebatan perihal penggunaan terminologi itu kembali menyeruak setelah bencana hebat melanda tanah Sumatra, akhir November lalu. Tiga provinsi, Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat, luluh lantak dihantam banjir bandang dan tanah longsor dengan kekuatan dahsyat.

Kita sering dengan cepat menyebutnya bencana alam. Padahal, sejatinya yang namanya bencana tidak ada yang alami. Alam tidak pernah menumpahkan bencana. Mereka hanya mengirim fenomena sebagai peringatan.

Baca Juga:

Kegagalan manusia merespons fenomena alam itulah yang menyebabkan terjadinya bencana.

Lo, bukankah banjir di Sumatra terjadi karena hujan berintensitas tinggi akibat siklon tropis Senyar yang tumbuh di Selat Malaka? Apakah itu namanya bukan bencana alam? Eits, nanti dulu.

Fenomena alam, termasuk cuaca ekstrem yang muncul dalam bentuk hujan deras, sesungguhnya merupakan proses alamiah yang bahkan telah berlangsung jauh sebelum manusia hadir. Apakah itu bencana? Jelas bukan.

Hujan deras hanya menjadi bencana ketika ekosistem yang semestinya menyerap, menahan, dan mengalirkan air telah rusak.

Begitu pula dengan tanah longsor, misalnya. Ia hanyalah fenomena pergerakan tanah. Namun, ia bisa berubah menjadi malapetaka ketika kemiringan lereng dibiarkan terbuka tanpa vegetasi, ketika hutan yang semestinya menjaga stabilitas tanah malah digunduli, ketika tata ruang dilanggar demi kepentingan ekonomi.

Badan PBB untuk koordinasi pengurangan risiko bencana, United Nations Office for Disaster Risk Reduction (UNDRR), termasuk yang teguh menolak istilah bencana alam atau natural disaster disematkan pada setiap bencana yang terjadi di ruang alam.

"Natural disaster do not exist ," kata mereka di laman resmi Undrr.org.

Kini UNDRR bahkan sudah tidak lagi menggunakan frasa 'bencana alam' dalam komunikasi dan dokumen resmi mereka. Menurut mereka, istilah yang tepat untuk mewakili fenomena alam yang membahayakan ialah bahaya alam atau natural hazard.

Apakah bahaya alam bisa 'naik status' menjadi bencana? Bisa, tapi ada prasyaratnya. Masih menurut UNDRR, bahaya alam akan berubah menjadi bencana ketika berdampak pada komunitas yang tak dilindungi secara memadai, juga pada populasi yang rentan akibat kemiskinan, pengucilan, atau kerugian sosial.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Isu 250 Warga Kampung Dalam Tewas Disapu Banjir, Bupati Aceh Tamiang Bantah: Sesat!
Bhayangkari Polda Aceh Salurkan Bantuan untuk Korban Banjir Lewat Laut dan Udara
Prakiraan Cuaca Aceh Hari Ini, Jumat 5 Desember 2025: Seluruh Wilayah Berawan hingga Hujan Ringan
Aceh Terendam Banjir, Gubernur Mualem: ‘Kalau Cengeng, Lebih Baik Mundur
Kapolda Aceh, Wagub, dan BNPB Bergerak Cepat Tinjau Posko Pengungsi di Singkil
Darurat Bencana, Satgas PKH Didesak Tindak Mafia Hutan di Sumatera
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru