BREAKING NEWS
Selasa, 10 Maret 2026

Kala Solidaritas Menembus Tapal Batas

BITV Admin - Sabtu, 06 Desember 2025 09:16 WIB
Kala Solidaritas Menembus Tapal Batas
Ferry Irwandi. (foto: Ist/BITV)
Berita Terkini, Eksklusif di Saluran WhatsApp bitvonline.com
+ Gabung

Ketika Masyarakat dengan cepat mengumpulkan lebih dari Rp10,3 miliar hanya dalam sehari melalui figur seperti Ferry Irwandi, ada pesan penting di balik momen ini yang tidak bisa dianggap sepele.

Bukab karena angka nominalnya yang terlampau besar dibandingkan aksi serupa yang dilakukan pemerintah, namun tidak mampu menandingi hasil serupa, melainkan ada hal lain yang jauh lebih penting dari itu semua.

Kekuatan tersebut yakni solidaritas sosial. Gelombang solidaritas yang muncul di tengah menguatnya politik pencitraan yang dimainkan para politisi menunjukkan sebuah fenomena kontras.

Ini bukan hanya tentang simbol, melainkan mosi tidak percaya terhadap elite yang tampil dramatis di kamera, namun absen dalam kerja nyata.

Fenomena dukungan sosial yang begitu massif melalui penggalangan dana via Ferry Irwandi ini semakin kontras ketika aksi bantuan elite lebih terasa sebagai panggung pencitraan.

Para elite tiba-tiba muncul dengan aksi memanggul beras yang memperlihatkan seolah mereka benar-benar menaruh kepedulian yang tulus atas nasib korban.

Sayangnya, publik memandang gestur simbolis yang viral ini bukan karena ketulusan, melainkan karena kesannya direkayasa (impression management).

Publik menafsirkan tindakan tersebut sebagai strategi politik untuk mencuri perhatian hingga memoles reputasi, bukan cerminan kejujuran atas rasa keprihatinan mendalam terhadap nasib korban dan kerusakan ekologis yang parah.

Fenomena serupa juga dipertontonkan anggota dewan yang hadir di lokasi bencana dengan mengenakan atribut special seperti rompi antipeluru yang didesain khusus dengan nama terpasang jelas di dada.

Ini merupakan sebuah simbol kehadiran karikatural yang lagi-lagi terbaca oleh publik sebagai aksi lebih dekat dengan konten media sosial daripada empati nyata.

Di hadapan dua realitas ganda ini, yakni donasi spontan rakyat yang membuncah secara organik dan aksi elitis yang penuh dengan dramatisasi, tergambar jelas adanya jurang moral dan intuisi yang berbeda.

Publik akhirnya tidak lagi tertarik dengan retorika kemanusiaan dari panggung politik yang penuh lumpur. Mereka kini memilih saluran solidaritas yang diyakini lebih genuine, konkret, dan terpercaya.

Editor
: Adelia Syafitri
0 komentar
Tags
beritaTerkait
Kementerian Dikdasmen Turun Langsung, 500 Paket Edukatif Dibagikan untuk Siswa Korban Banjir di Tiga Kabupaten Aceh
Wamenkes Ungkap “Kondisi Mengenaskan” Layanan Kesehatan di Aceh dan Sumatera, 31 RS Terdampak, 156 Puskesmas Tidak Berfungsi!
Pergi Umrah Saat Warga Kebanjiran, Bupati Aceh Selatan Langsung Dicopot Gerindra!
Prabowo: Rakyat Lihat Pemerintah Cepat Mengatasi Masalah Bencana
Merawat Ingatan Kolektif Kita atas Bencana
Satpol PP Padangsidimpuan Gelar Operasi Penyebaran Surat Edaran Wali Kota Soal Larangan Kenaikan Harga Pasca Bencana
komentar
Masuk untuk memberikan atau membalas komentar.
beritaTerbaru